Suku Bunga Acuan Turun, Tenang Saja Kupon SBR007 Masih Minimal 7,5 Persen

Kupon SBR007 masih menarik karena tren suku bunga diprediksi menurun
Jumat, 19 Juli 2019 15:47:42 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Bila suku bunga acuan turun lagi, setidaknya kupon yang kita terima di SBR007 ini sudah minimal dan tidak akan turun. Akan tetapi bila memang di masa depan ada peningkatan suku bunga acuan, kupon SBR007 masih mungkin disesuaikan untuk naik sehingga keuntungan yang kita terima tentu bisa lebih besar.

Bareksa.com - Saving Bond Ritel (SBR) adalah produk investasi berjenis surat utang negara (SUN) yang bisa menjadi alternatif bagi masyarakat seperti kita. Masyarakat yang menjadi investor mendapatkan keuntungan berupa kupon atau bunga yang dibayarkan per bulan langsung ke rekening investor.

Mengutip Kementerian Keuangan, kupon SBR007 sebesar 7,5 persen per tahun yang berasal dari suku bunga acuan BI yang berlaku saat ditetapkan yakni senilai 6 persen ditambah spread tetap sebesar 150 bps atau 1,5 persen.

Berkaca dari penerbitan sebelumnya, banyak pihak yang berpendapat bahwa kupon SBR007 ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan seri sebelumnya sehingga kurang menarik. Padahal, ada alasan pemerintah di balik penentuan kupon ini.

Mengapa turun dibandingkan seri sebelumnya?

Penentuan kupon mempertimbangkan pasar obligasi atau surat utang pada saat ini. Saat ini, keadaan pasar baik di instrumen saham maupun surat utang (obligasi) sedang bergerak positif atau bullish akibat membaiknya perekonomian, seperti penguatan rupiah dan stabilnya inflasi sepanjang kuartal I 2019.

Dengan membaiknya kondisi ekonomi, imbal hasil (yield) yang diharapkan pun terus menurun. Intinya, investor rela mendapat imbal hasil yang kecil karena surat utang yang ditawarkan kualitasnya bagus, seiring jaminan pemerintah dengan kondisi ekonomi positif ini.

Kemudian, penentuan selisih (spread) dari acuan pun terlihat semakin kecil. Pada umumnya, spread diberikan berdasarkan kondisi makro ekonomi di periode penerbitan SBR.

Sebelumnya, dengan spread tinggi diberikan, maka secara umum kondisi makro ekonomi di periode tersebut cenderung rentan akibat banyaknya sentimen ketidakpastian (uncertainty) seperti perang dagang (trade war) AS dan kenaikan suku bunga The Fed hingga 4 kali pada tahun lalu. Akibatnya, suku bunga Indonesia pun naik dari 4,25 persen menjadi 6 persen di 2018.

Tabel Perbandingan Produk Surat Berharga Negara Ritel

Sumber: Bareksa.com

Saat ini, pemerintah menggunakan acuan untuk SBR007 ketika suku bunga masih berada di angka 6 persen, dengan spread yang lebih kecil dibandingkan dengan seri sebelumnya. Hal ini bisa memberikan sinyal jika keadaan makro ekonomi Indonesia sudah cenderung lebih baik atau sudah tidak lagi rentan akan ketidakpastian global secara khusus.

Secara sederhana, spread yang sudah lebih rendah menggambarkan kondisi risiko yang akan dihadapi oleh investor juga lebih kecil dibanding spread yang lebih tinggi di periode penerbitan SBR sebelumnya.

Apakah SBR007 masih menarik?

SBR007 memberikan kupon dengan sistem floating with floor atau mengambang dengan batas minimal. "Mengambang" artinya besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan tingkat suku bunga Bank Indonesia, sebagai acuan. Sedangkan "Kupon Minimal" artinya tingkat kupon pertama yang ditetapkan akan menjadi kupon minimal yang berlaku sampai dengan jatuh tempo.

Pada Kamis 18 Juli 2019, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps), sehingga BI 7 Days Repo Rate kini menjadi 5,75 persen. Meskipun suku bunga acuan turun, kupon SBR007 yang menggunakan acuan ini tidak ikut turun dan tetap di 7,5 persen per tahun, seperti ketentuan yang ditetapkan pemerintah sebagai kupon minimal. Begitupun jika suku bunga terus menurun.

Berbahagialah investor yang telah membeli seri-seri sebelumnya karena mereka menikmati kupon minimal yang lebih tinggi daripada saat ini. Namun, kalau kita masih belum membeli SBR hingga saat ini, penerbitan SBR007 adalah momen yang tepat untuk mulai investasi karena belum tentu di seri selanjutnya kita bisa mendapat kupon minimal yang lebih tinggi lagi.

Bahkan, lembaga finansial asing seperti Morgan Stanley, seperti dikutip Bloomberg, memprediksikan pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia hingga empat kali hingga akhir tahun ini. Bisa dibayangkan bagaimana kupon minimal seri SBR selanjutnya dibandingkan saat ini.

Bila suku bunga acuan turun lagi, setidaknya kupon yang kita terima di SBR007 ini sudah minimal dan tidak akan turun. Akan tetapi bila memang di masa depan ada peningkatan suku bunga acuan, kupon SBR007 masih mungkin disesuaikan untuk naik sehingga keuntungan yang kita terima tentu bisa lebih besar.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan sekaligus membantu membiayai anggaran negara dengan membeli SBR007. Modal untuk berinvestasi SBR007 sangat rendah, mulai dari Rp1 juta (1 unit) saja dan produk ini akan jatuh tempo pada 10 Juli 2021.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pembelian produk investasi yang dijamin pemerintah ini hanya bisa dilakukan pada periode penawaran SBR007, yakni 11-25 Juli 2019. Kita bisa mendaftar untuk memesan SBR007 di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBR007? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBR007.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBR007? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER