Kakek Ini Nabung Haji 46 Tahun, Jika Investasi Reksadana Cukup 5 Tahun

Dengan investasi di reksadana syariah, cukup nabung Rp17 ribuan per hari selama 5 tahun bisa mengumpulkan biaya haji
Selasa, 16 Juli 2019 09:28:17 WIB Issa Almawadi
Image
Ilustrasi jemaah haji sedang menunaikan ibadah haji di Masjidil Haram, Makkah (123rf)

Bareksa.com – Seorang penjual gorengan asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara bernama Muhamad Sanusi, akan berangkat ibadah Haji pada tahun ini. Kabar pria berusia 78 tahun itu justru viral lantaran cerita perjuangannya menabung selama 46 tahun.

Mengutip Kompas.com, niat Sanusi beribadah haji sudah muncul sejak 1973 saat dirinya pertama kali berjualan kue dan gorengan di pasar tradisional Wameo. Saat itu, harga kue yang dia jual berkisar Rp20 per potong. Dari hasil jualannya itu, Sanusi menyisihkan Rp2 hingga Rp10 sebagai tabunga bekal niatnya pergi ke Makkah.

Lantas, uang Sanusi pun terus bertumbuh. Hingga pada 2007, tabungannya mencapai angka minimal untuk bisa mendaftar haji dengan biaya sekitar Rp22 juta. Sayangnya, rencana tersebut urung terlaksana sebab Sanusi menarik kembali biaya pendaftaran untuk mengobati sakitnya.

Meski begitu, Sanusi tak patah arang. Dirinya kembali menabung dan berhasil mendaftar keberangkatan ibadah haji kembali pada 2011.

Kisah Sanusi ini, nampaknya banyak juga dialami banyak orang lainnya. Menabung puluhan tahun untuk beribadah haji yang biayanya jelas tidak sedikit.

Lalu apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Sanusi ini?

Pada zaman modern seperti saat ini, kisah seperti Sanusi sepertinya jangan sampai terjadi lagi. Hal ini terkait dengan caranya dia menabung yang sangat konvensional, sehingga membutuhkan waktu lama untuk mengumpulkan dana sesuai tujuan.

Kini, sudah ada alternatif lain yakni berinvestasi di reksadana. Jika tujuannya adalah untuk ibadah Haji, maka reksadana yang cocok yakni reksadana syariah. Lebih mengerucut lagi, agar investasi kita tumbuh stabil dan memberikan imbal hasil yang menarik, maka reksadana pasar uang syariah bisa jadi pilihan.

Kalkulator Investasi

Di marketplace reksadana Bareksa, kita bisa melakukan simulasi untuk menghitung jangka waktu dan nilai uang yang diinvestasikan untuk kebutuhan ibadah haji. Sebut saja ibadah haji tahun 2019 ditetapkan Rp35,2 juta yang merupakan keputusan Komisi VIII DPR dan Menteri Agama pada Februari lalu.


Sumber: Bareksa.com

Dari kalkulator investasi tersebut, kita menyimulasikan kebutuhan biaya berangkat haji tersebut dalam 5 tahun atau setara dengan 60 bulan. Karena ini investasi, maka kita juga memasukkan imbal hasil yang diharapkan.

Dalam hal ini, simulasi tersebut menerapkan imbal hasil 5 persen per tahun yang merupakan potensi imbal hasil investasi di reksadana pasar uang syariah.

Ternyata hasilnya, kita hanya butuh dana Rp517.600 per bulan atau setara dengan hanya Rp17.253 per hari untuk menghasilkan dana Rp35,2 juta.

Tidak hanya itu, selain berhasil mengumpulkan dana setara biaya keberangkatan haji, ternyata kamu juga mendapat imbal hasil hingga Rp4.143.954 yang merupakan hasil investasi dari imbal hasil 5 persen per tahun.

Adapun jika kita hanya mampu menabung Rp10.000-an per hari, maka jangka waktu yang dibutuhkan dalam menabung di reksadana diperkirakan selama 8 tahun atau 96 bulan.


Sumber : Bareksa

Dengan simulasi kita menabung Rp298.962 per bulan atau Rp9.965 per hari atau sekitar Rp10 ribu-an, maka dalam waktu 96 bulan atau 8 tahun, uang pokok investasi yang terkumpul sebanyak Rp28,7 juta. Dari angka itu, potensi imbal hasil yang bisa kita dapatkan senilai Rp6,49 juta.

Sehingga dana tersebut sudah mencukupi biaya haji yang kita perlukan. Simulasi ini mengandaikan kita sudah menabung sejak 8 tahun lalu, sehingga cukup untuk membayar biaya haji tahun ini.

Menarik bukan? Melalui simulasi itu, kita bahkan tak perlu sampai puluhan tahun menabung.

Sebagai catatan, simulasi tersebut bisa kamu tentukan dengan jangka waktu dan harapan imbal hasil yang berbeda. Tentu saja hasilnya pun akan berbeda pula.

Andai saja Sanusi dan orang lainnya yang bernasib serupa sudah kenal reksadana. Kamu mau seperti itu juga? Mulai lah menabung di reksadana.

Efek Compounding

Simulasi tersebut bisa kamu kembangkan lagi dengan potensi keuntungan yang lebih besar. Caranya adalah memanfaatkan efek compounding. Dalam artian, kamu memanfaatkan imbal hasil yang didapatkan untuk diinvestasikan kembali.

Melalui simulasi tabungan Rp17.253 per hari atau Rp517.600 per bulan dengan harapan imbal hasil 5 persen per tahun, kamu bisa mengumpulkan uang Rp32,5 juta dalam 5 tahun ditambah hasil investasi Rp4.143.954

Untuk diketaui, PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa), yang mengoperasikan marketplace investasi terintegrasi Bareksa.com, pada 10 Juli 2019 secara resmi telah meluncurkan Bareksa Umroh, platform yang menawarkan layanan rencana simpanan di reksadana syariah untuk membiayai perjalanan ibadah umrah. Informasi selengkapnya mengenai Bareksa Umroh klik tautan ini

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER