IHSG Bangkit dan Saham BSDE Meroket, Reksadana Pratama Syariah Ikut Melonjak

IHSG kemarin melesat 1,08 persen dan saham BSDE naik 1,85 persen didorong sentimen harapan damai dagang AS - China
Rabu, 19 Juni 2019 10:07:42 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi investasi di reksadana syariah (shutterstock)

Bareksa.com - Pada perdagangan Selasa, 18 Juni 2019, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup melesat 1,08 persen ke level 6.257,33. Kombinasi sentimen positif dari global serta pelemahan beruntun yang sudah terkoreksi 1,83 persen dalam empat hari sebelumnya sukses membuat pelaku pasar berbondong-bondong masuk ke bursa saham domestik.

Dinamika arah suku bunga global diprediksi akan menguntungkan Indonesia. Pelaku pasar sudah berekspektasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menurunkan suku bunga acuan pada Juli mendatang.

Selain itu, perkembangan hubungan dagang AS dengan China juga direspons positif oleh pelaku pasar. Sempat menegang, kini harapan menuju damai dagang bersemi kembali.

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan diirnya sudah berbicara dengan Presiden China Xi Jinping. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk bertemu dan berdialog di sela-sela KTT G20 di Osaka (Jepang) pada akhir bulan ini.

Selain IHSG yang bergerak positif, indeks LQ45 ternyata berhasil melesat lebih kencang dengan kenaikan 1,47 persen pada perdagangan kemarin. Salah satu saham dalam indeks LQ45 yang mengalami kenaikan signifikan adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan kenaikan 5,19 persen.

Di sisi lain, melonjaknya saham BSDE turut mengerek nilai aktiva bersih (NAB) reksadana yang memiliki saham properti tersebut dalam portofolionya, salah satunya reksadana saham Pratama Syariah.


Sumber: Bareksa

Reksadana saham yang dikelola oleh PT Pratama Capital Asset Management tersebut, kemarin berhasil mencatatkan kenaikan 1,85 persen. Jika dilihat dalam sebulan terakhir, pergerakan reksadana ini memang cukup atraktif karena berhasil melonjak hingga 10,62 persen.

Pratama Syariah bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan nilai investasi jangka panjang yang optimal dan dapat memberikan pendapatan yang tinggi melalui penempatan dana pada mayoritas efek syariah bersifat ekuitas, serta penempatan pada instrumen pasar uang syariah dalam negeri, sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Arahan kebijakan investasinya yaitu :

• Minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek bersifat ekuitas syariah
• Minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang syariah

Selain memiliki saham BSDE dalam portofolionya, beberapa saham yang masuk ke dalam portofolio Pratama Syariah antara lain :

• PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
• PT Astra International Tbk (ASII)
• PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
• PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Hingga Mei 2019, Pratama Syariah memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp41,39 miliar. Reksadana yang diluncurkan sejak 10 Desember 2014 ini dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp500.000.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER