Masih Takut Memulai Investasi? Cobalah Reksadana Pasar Uang
 
 

Masih Takut Memulai Investasi? Cobalah Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang bisa memberikan imbal hasil hingga 7 persen dalam 1 tahun
Kamis, 13 Juni 2019 05:31:53 WIB Gita Rossiana
Image
Ilustrasi seorang ibu rumah yang memulai investasinya di reksadana pasar uang di Bareksa yang bisa diakses melalui handphone (shutterstock)

Bareksa.com - Masyarakat awam pada umumnya agak sulit untuk memulai investasi. Pasalnya, banyak pertimbangan yang membuat masyarakat awam semakin ragu untuk menanamkan modalnya di produk investasi.

Padahal berinvestasi sebenarnya memiliki banyak manfaat, terutama untuk memenuhi kebutuhan kita di masa depan yang tidak bisa dicapai hanya dengan menabung saja. Investasi reksadana bisa menjadi pilihan karena mudah dan terjangkau bagi masyarakat awam.

Untuk meminimalisir risiko berinvestasi yang banyak ditakuti, masyarakat awam bisa memulai investasi reksadana pasar uang sebagai permulaan. Jenis reksadana ini cocok untuk masyarakat awam dan investor pemula karena memiliki risiko rendah dan tingkat keuntungan yang stabil.

Pada reksadana pasar uang, mayoritas investasi ditempatkan di deposito bank sehingga risiko yang ditimbulkan relatif lebih kecil. Dengan penempatan dana di deposito ini, risiko pokok investasi hilang menjadi sangat kecil karena dana investasi aman di deposito yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan sampai nominal Rp2 miliar.

Bisa diibaratkan, berinvestasi di reksadana pasar uang sama seperti menyimpan dana di deposito bank. Kamu juga bisa menarik dana investasi di reksadana pasar uang kapan pun dengan cara menjualnya.

Kendati demikian, reksadana pasar uang tetap berbeda dengan deposito. Hal yang membedakan antara deposito bank dengan reksadana pasar uang adalah mekanisme perolehan return.

Jika menempatkan dana di deposito bank, kamu baru akan memperoleh pendapatan bunga secara periodik sebulan sekali. Tetapi pada reksadana, return diperoleh dari kenaikan nilai aktiva bersih (NAB), istilah harga untuk reksadana.

Sama halnya ketika membeli emas yang keuntungannya langsung bisa diperoleh dengan menjualnya di harga pasar saat itu.

Jangka waktu investasi di reksadana pasar uang pun tidak dibatasi, sama seperti kamu menyimpan dana di tabungan. Namun keuntungan yang bisa kamu peroleh dengan berinvestasi di reksadana pasar uang bisa jauh lebih tinggi dari deposito.

Sedangkan pada produk deposito, ada jangka waktu minimal investasi yang dipersyaratkan, di mana dalam periode tersebut kamu tidak bisa mencairkan dana, atau dikenakan penalti.

Di Bareksa, terdapat 36 produk reksadana pasar uang yang bisa dipilih. Dari 36 produk tersebut, ada 5 produk yang bisa memberikan imbal hasil di atas 6,5 persen dalam setahun.


Sumber : Bareksa

Mengapa Reksadana Bisa Untung?

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sementara itu, reksadana pasar uang sendiri merupakan jenis reksadana yang mengalokasikan mayoritas dana dalam portofolionya pada instrumen pasar uang dan surat utang jangka pendek.

Reksadana pasar uang merupakan pilihan cocok bagi Anda yang memiliki profil risiko rendah atau yang tidak menyukai risiko sama sekali, karena bisa memberikan imbal hasil yang sedikit lebih tinggi dibandingkan deposito dengan likuiditas yang tinggi. Untuk kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN CHAT
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER