Memilih Jenis Reksadana yang Tepat Sesuai dengan Tujuan Investasinya

Berinvestasi secara tepat adalah bagian yang sangat penting untuk mendapatkan hasil terbaik
Rabu, 08 Mei 2019 09:50:05 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi investor sedang merencanakan investasinya yang disesuaikan dengan tujuan investasi dan jangka waktunya (123rf)

Bareksa.com - Kunci sukses Investasi reksadana adalah kecocokan antara tujuan keuangan dengan jenis instrumen yang dipilih. Karena itu, Anda wajib paham mengenai jenis investasi reksadana jika ingin mendapatkan keuntungan di instrumen ini.

Dalam kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot cukup tajam beberapa waktu belakangan, banyak pemodal menjerit karena mungkin dana pendidikan atau dana pensiun mereka tersangkut di sana. Nilai investasi merosot ke tingkat yang tidak dibayangkan sebelumnya.

Saat kondisi bursa merana, banyak pemodal panik. Cepat – cepat melepas investasinya di Reksadana. Setelah itu, kapok karena menganggap risikonya terlampau besar. Ujungnya, kembali lagi ke tabungan atau deposito.

Keputusan yang diambil tersebut bisa dikatakan salah, karena :

• Menjual dalam kondisi pasar turun pasti akan menimbulkan kerugian.
• Tanpa investasi dan kembali ke tabungan, target pencapaian dana pendidikan atau dana pensiun akan sulit terwujud. Tingginya inflasi membuat bunga tabungan dan deposito tidak akan cukup.
Kenapa mengambil keputusan yang salah di saat yang tidak tepat? Hal itu karena kurangnya pemahaman antara jenis reksadana yang dipilih dengan tujuan investasi.

Kesalahan yang kerap terjadi adalah seperti dua contoh berikut ini :

Kasus pertama : tujuannya buat biaya anak sekolah 5 bulan lagi, dengan berinvestasi di reksadana saham. Padahal, saham memiliki karakter yang sangat berisiko dalam jangka pendek. Akibatnya, ketika pasar saham bergejolak, investasinya turun drastis dan tidak cukup untuk membayar biaya sekolah.

Kasus kedua : karena ingin aman, pemodal memilih reksadana pasar uang untuk persiapan dana pensiun yang dibutuhkan 10 tahun lagi. Meskipun sangat aman, return reksadana pasar uang sangat rendah, sehingga jumlah dana pensiun yang akan terkumpul jauh dari memadai.

Jadi, memilih investasi yang tepat adalah bagian yang sangat penting untuk mendapatkan hasil terbaik. Untuk bisa memilih dengan baik, Anda harus tahu apa jenis investasi di reksadana.

Berikut ini adalah berbagai jenis reksadana

1. Reksadana Pasar Uang

Jenis reksadana ini adalah yang paling aman atau dengan kata lain memiliki risiko paling kecil.

Reksadana pasar uang bertujuan memberikan keuntungan yang menarik melalui investasi pada instrumen pasar uang serta menurunkan tingkat risiko melalui diversifikasi penempatan instrumen pasar uang yang dipilih secara selektif.

Selain itu, reksadana pasar uang juga bertujuan untuk memberikan tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang singkat.

Reksadana ini melakukan investasi 100 persen pada instrumen pasar uang.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis reksadana ini juga relatif masih aman,namun memiliki risiko yang berada sedikit di atas reksadana pasar uang.

Reksadana pendapatan tetap bertujuan untuk memberikan suatu tingkat pengembalian yang menarik dengan penekanan pada stabilitas modal.

Kinerja reksadana pendapatan tetap didorong oleh perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia. Penurunan BI 7 Days Reverse Repo Rate akan mendorong kenaikan harga obligasi, yang merupakan instrumen penempatan dana reksadana ini. Naiknya harga obligasi akan meningkatkan nilai reksadana pendapatan tetap.

Reksadana ini melakukan investasi minimal 80 persen pada instrumen surat utang.

3. Reksadana Campuran

Jenis reksadana ini memiliki risiko moderat hingga tinggi karena menawarkan kombinasi investasi dalam berbagai instrumen.

Tujuannya adalah memperoleh keuntungan dalam jangka panjang dengan investasi pada instrumen saham, obligasi dan pasar uang.

Tapi keuntungan reksadana campuran tidak setinggi reksadana saham. Hal ini karena risikonya lebih rendah dibandingkan reksadana saham akibat adanya diversifikasi ke berbagai instrumen lain.

Keunggulan reksadana ini adalah komposisi portfolio bisa lebih fleksibel. Manajer Investasi bisa meracik instrumennya dengan berbagai instrumen.

Bandingkan dengan reksadana saham yang hanya fokus di satu instrumen, sementara reksadana campuran bisa menggabungkan saham dengan hutang, obligasi dan lain – lain.

Memang keuntungan reksadana campuran tidak sebesar reksadana saham, tapi risikonya juga lebih rendah.

4. Reksadana Saham

Jenis reksadana ini adalah reksadana yang memiliki keuntungan paling tinggi diantara yang lain. Tapi di sisi lain juga memiliki risiko yang paling besar.

Dalam reksadana jenis ini, manajer investasi menempatkan dana investor ke instrumen saham. Tujuannya adalah memberikan tingkat keuntungan yang menarik dalam jangka panjang dengan cara mengkapitalisasi pasar modal Indonesia.

Risiko reksadana ini paling tinggi karena fluktuasi harga saham yang tajam. Karena itu, reksadana saham sebaiknya untuk investasi jangka panjang di atas 5 tahun.

Reksadana ini melakukan investasi minimal 80 persen pada instrumen saham.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sementara itu, reksadana campuran merupakan jenis reksadana yang mengalokasikan portofolionya pada saham, obligasi, dan pasar uang dengan proporsi yang berbeda dari reksadana saham, pendapatan tetap, maupun pasar uang. Biasanya, proporsi dari saham dan obligasi lebih mendominasi reksadana ini.

Reksadana campuran merupakan pilihan cocok bagi Anda yang memiliki profil risiko moderat hingga tinggi, karena bisa memberikan imbal hasil yang cukup menarik dalam jangka menengah dengan risiko yang tidak terlalu besar. Untuk kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/AM)

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER