Pasca Pilpres 2019, Bagaimana Pergerakan Saham Milik Sandiaga Uno?

Sandi pernah dan masih terikat dengan beberapa emiten termasuk SRTG dan MPMX
Selasa, 23 April 2019 09:58:05 WIB Arief Budiman
Image
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menunjukkan surat suara sebelum menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019 di TPS 02, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (17/4/2019). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Bareksa.com - Pekan yang menegangkan bagi calon presiden dan wakil presiden Indonesia telah berlalu sejak pemilihan umum (pemilu) sudah resmi dilaksanakan pada Rabu, 17 April 2019. Saat ini, kedua paslon yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tengah menunggu hasil proses perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sementara itu, berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) dari berbagai lembaga kompak memenangkan pasangan calon nomor urut 01 yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Hasil hitung cepat dari Litbang Kompas misalnya, sudah menerima sebanyak 99,95 persen sampel suara masuk dengan 54,4 persen suara dipegang pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Meskipun hasil pemilihan umum presiden (Pilpres) belum final, hasil hitung cepat ini menjadi sentimen tersendiri bagi pergerakan pasar modal. Terlebih, Sandiaga Uno merupakan salah satu tokoh yang tidak asing di kalangan pelaku pasar modal, karena memiliki beberapa perusahaan yang sudah menjadi emiten alias perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sandi pernah dan masih terikat dengan beberapa perusahaan seperti PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Provident Agro Tbk (PALM), dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

Namun, kini nama Sandi hanya melekat pada SRTG dan MPMX saja. Per 31 Maret 2019, nama Sandi tercatat sebagai pemegang 22,31 persen saham SRTG. Sementara itu, Saratoga merupakan pemegang 48,62 persen saham MPMX.

Lalu, bagaimana pergerakan saham SRTG dan MPMX sejak hasil quick count yang mengindikasikan pasangan nomor urut 02 kalah dari pasangan nomor urut 01?

Ternyata, dua hari perdagangan pasca pilpres (18 dan 22 April 2019), saham SRTG terpantau turun 1,82 persen. Hingga penutupan perdagangan Senin, 22 April 2019, saham perusahaan private equity ini ditutup di level Rp3.770.

Adapun sepanjang tahun ini, saham SRTG sempat menyentuh level tertinggi di level Rp4.490. Kemudian, jika dilihat sejak awal tahun hingga kemarin (year to date), saham SRTG tercatat melemah tipis 0,79 persen.

Grafik  Pergerakan Harga Saham SRTG YTD

Sumber: Bareksa.com

Secara teknikal, pergerakan saham SRTG memang cenderung sulit dianalisis karena pergerakannya yang kurang likuid dengan jumlah saham beredar yang tergolong sedikit.

Berbanding terbalik dengan saham induknya, saham MPMX justru tercatat melesat 4,33 persen dalam dua hari perdagangan pasca pilpres. Adapun sepanjang tahun ini, saham emiten diler mobil ini sempat menyentuh level tertinggi di level Rp1.235. Kemudian jika dilihat sejak awal tahun, saham MPMX tercatat sudah melesat 33,15 persen.

Grafik  Pergerakan Harga Saham MPMX YTD

Sumber: Bareksa.com

Secara teknikal, pergerakan saham MPMX terlihat masih dalam fase uptrend yang sangat kuat meskipun secara nilai transaksi perdagangan juga tidak tergolong saham yang likuid. Namun, posisi garis MA 5 yang berada di atas MA 20 dan MA 60 mengindikasikan bahwa saham ini masih berada dalam major uptrend-nya.

(KA01/hm)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER