Pendapatan Naik 10,35%, Provinsi Mana Paling Berkontribusi ke Penjualan SMGR?

Tiga provinsi berkontribusi terhadap total pendapatan 2018 mencapai 42,7 persen volume penjualan semen SMGR
Rabu, 10 April 2019 12:57:35 WIB Muhammad Ikhsan B
Image
Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) Hendi Prio Santoso bersama manajemen Semen Indonesia di Indonesia Business and Development (IBD) Expo 2018 yang digelar di Grand City Convention Hall, Surabaya. (Company)

Bareksa.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatat laba bersih sepanjang 2018 melonjak 90,12 persen menjadi Rp3,08 triliun dari periode akhir 2017 Rp1,62 triliun. Salah satu penunjang kenaikan laba bersih perseroan adalah transformasi biaya alias cost transformation.

Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso mengatakan pada tahun 2018 merupakan kondisi yang berat bagi perseroan. Terutama dengan adanya kenaikan harga batu bara yang mempengaruhi beban operasional perseroan. (Baca Juga : Cost Transformation Bawa Laba Semen Indonesia Melambung 90 Persen di 2018)

Berdasarkan laporan keuangan, perseroan mencatat pendapatan naik 10,35 persen dari Rp27,81 triliun menjadi Rp30,69 triliun. Sementara, beban pokok pendapatan hanya naik tipis dari Rp19,85 triliun menjadi Rp21,36 triliun.

Breakdown Volume Penjualan Semen SMGR

Seperti yang tertera pada laporan keuangan 2018, segmen bisnis yang berkontribusi terhadap penjualan SMGR sebanyak 84 persen di kontribusi oleh segmen penjualan semen. Disusul RMC dan klinker masing-masing 7 persen  dan lainnya 2 persen.

Sumber : Perusahaan, diolah Bareksa

Menariknya, penjualan semen di pulau Jawa secara volume merupakan yang paling besar kontribusinya terhadap total penjualan semen, yakni 56 persen. Diikuti oleh pulau Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan masing-masing 21,6 persen, 8,1 persen dan 6,4 persen.

Menariknya jika dilihat lebih rinci berdasarkan provinsi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur jika dijumlah mempunyai total volume penjualan yang berkontribusi terhadap total pendapatan 2018 mencapai 42,7 persen.

Dengan kata lain, volume penjualan semen SMGR di 3 provinsi tersebut mempunyai peran strategis dalam tercapainya target pendapatan perseroan di periode ke depan.

Dari sisi pertumbuhan YoY, dalam jumlah keseluruhan mempunyai pertumbuhan 4,8 persen. Menariknya, terdapat di beberapa titik yang volume pertumbuhan penjualan semennya justru lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional jika dibandingkan tahun 2017. Seperti yang terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi dengan pertumbuhan semuanya di atas 4,8 persen.

Dengan kata lain, pertumbuhan volume penjualan semen SMGR di tahun 2018 hampir merata di setiap letak geografis di Indonesia, di mana hanya di Jakarta, Indonesia Timur, dan Nusa Tenggara yang mencatatkan pertumbuhan volume penjualan yang tidak lebih baik dibanding pertumbuhan volume penjualan semen secara nasional.

(KA02/AM)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER