Strategi Baru LPKR, Mulai Rombak Direksi Hingga Jual Lippo Mall Puri
 
 

Strategi Baru LPKR, Mulai Rombak Direksi Hingga Jual Lippo Mall Puri

John Riady, putra James Riady diangkat menjadi pimpinan utama, alias Chief Executive Officer (CEO)
Jumat, 15 Maret 2019 06:10:45 WIB Muhammad Ikhsan B
Image
Pengusaha nasional pemilik Grup Lippo, James Riady bergegas usai melaporkan tax amnesty di Kantor DJP Pajak, Jakarta. ANTARA FOTO/Norman

Bareksa.com - Salah satu perusahaan milik Grup Lippo, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melakukan perombakan besar-besaran untuk posisi seluruh direksi dan komisaris perusahaan.

Nama John Riady, putra James Riady diangkat menjadi pimpinan utama, alias chief executive officer (CEO) di perusahaan yang menjadi holding dari bisnis properti Grup Lippo.

Alumnus Georgetown University dan MBA dari Wharton School of Business ini menggantikan Ketut Budi Wijaya sejak dua bulan yang lalu meski baru akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 18 April 2019 nanti.

Dia bersama dengan jajaran direksi baru perusahaan lainnya memiliki rencana besar untuk melakukan transformasi strategis menyeluruh untuk merekapitalisasi perusahaan yang akan dijalankannya ini.

Rencana tersebut akan dimulai dengan penggalangan dana dengan target total senilai US$1,01 miliar atau sekitar Rp14,14 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per dolar AS).

Rencana tersebut akan dilakukan dengan dua jalan, yakni pertama, melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) dan divestasi asetnya.

Jumlah tersebut terbagi atas dana yang dihimpun dari rights issue yang diperkirakan US$730 juta dan dari divestasi aset senilai US$280 juta.

Kedua, Lippo Karawaci akan menjual kepemilikan atas Lippo Mall Puri yang saat ini dikelola oleh anak usahanya PT Mandiri Cipta Gemilang (MCG). Dari penjualan ini perusahaan bakal mengantongi dana senilai Rp3,7 triliun dari penjualan ini.

Aset ini dijual kepada perusahaan REIT (real estate investment trust/dana investasi real estat) bernama Lippo Malls Indonesia Retail Trust yang berbadan hukum Singapura.

Menurut rencana, dana dari hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk pembayaran utang-utang dan kewajiban perusahaan lain. Pembayaran kewajiban yang dimaksudkan salah satunya adalah dengan penawaran atas dua surat utang kepada perseroan secara tunai (tender offer) oleh anak usahanya Theta Capital Pte Ltd.

Penawaran ini dilakukan kepada para pemegang surat utang yang berlokasi di luar Amerika Serikat (AS) dan bukan warna negara AS.Jumlah agregat harga pembelian atau jumlah maksimal tender yakni sampai dengan senilai US$ 150 juta, atau sekitar Rp2,1 triliun.

Dua surat utang itu yakni pertama surat utang senior 7 persen yang akan jatuh tempo pada 2022 dengan jumlah pokok senilai US$410 juta (Rp5,74 triliun) dan Surat Utang Senior 6,75 persen yang akan jatuh tempo pada 2026 dengan pokok senilai US$425 juta (Rp5,95 triliun).

Selain itu, perusahaan juga akan menyerap saham anak usahanya PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) senilai US$ 200 juta (Rp2,8 triliun). Dana ini akan dipergunakan oleh Lippo Cikarang untuk pengembangan atau ekspansi usaha perseroan, baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak.

Saat ini Meikarta yang dimiliki oleh PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) tak lagi dikendalikan dan dikonsolidasikan ke perusahaan, sebab pertimbangan bisnis dan kesepakatan dengan konsolidasi asing, partner bisnis Lippo.

Lippo Mall Puri Dijual

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menjual kepemilikan atas Lippo Mall Puri yang saat ini dikelola oleh anak usahanya PT Mandiri Cipta Gemilang (MCG) ke pihak yang terafiliasi dengannya. Penjualan dilakukan kepada perusahaan REIT bernama Lippo Malls Indonesia Retail Trust yang berbadan hukum Singapura.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan divestasi aset kepada pihak afiliasi merupakan salah satu langkah perusahaan dalam melakukan recycling asset miliknya untuk menghasilkan modal baru guna mendukung ekspansi perusahaan.

"Kita kan jual ke kita sendiri, kita ini punya perusahaan REIT di Singapura. Jadi memang model kita apakah membeli mall atau bangun mall, setelah kinerja baik kita jual ke Singapura, dananya diterima kita bangun lagi mall baru, ini strategi recycling kita," kata John kepada CNBC Indonesia, Selasa (12/3).

MCG telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (conditional sales and purchase agreement/CSPA) dengan perusahaan bernama PT Puri Bintang Terang (PBT) yang nantinya akan menjadi pembeli mal tersebut.

Meski demikian, MCG nantinya akan tetap menjadi pengelola properti tersebut setelah ditandatanganinya amandemen perjanjian pengelolaan properti.

John mengharapkan Lippo Karawaci bakal mengantongi dana senilai Rp3,7 triliun dari penjualan ini. Katanya, penjualan ini akan dirampungkan pada 2019 ini setelah PBT memenuhi persyaratan pendahuluan (condition preecedent) yang telah disepakati.

(KA02/AM)



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN CHAT
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER