Akuisisi Pertagas Hampir Rampung, Saham PGAS Berpotensi Naik di Target Harga Ini

Saham PGAS pada Selasa, ditutup melesat 6,09 persen berakhir di level Rp2.090 per saham
Rabu, 05 Desember 2018 10:04:36 WIB Arief Budiman
Image
Penyaluran gas oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN ke Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, pada Selasa, 6 Maret 2018. (Company)

Bareksa.com - Harga Saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) pada perdagangan Selasa, 4 Desember 2018 ditutup melesat 6,09 persen berakhir di level Rp2.090 per saham.

Saham PGAS bergerak sangat atraktif pada perdagangan kemarin dikarenakan menempati peringkat pertama saham dengan frekuensi transaksi perdagangan terbesar di Bursa Efek Indonesia yang sebanyak 17.529 kali, serta nilai transaksinya yang mencapai Rp413,21 miliar.

Berdasarkan aktivitas broker summary, tiga broker teratas yang paling banyak membeli saham PGAS pada perdagangan kemarin antara lain Mandiri Sekuritas (CC) senilai Rp35,53 miliar, Mirae Asset Sekuritas (YP) Rp30,39 miliar, dan Indo Premier Sekuritas (PD) Rp22,46 miliar.

Nilai pembelian ketiga broker tersebut berkontribusi terhadap nilai transaksi keseluruhan PGAS masing-masing 8,6 persen, 7,35 persen, dan 5,44 persen.

Akuisisi Pertagas Hampir Rampung

Pembentukan holding minyak dan gas (migas) BUMN memasuki babak baru. Kali ini melibatkan PT Pertamina Gas (Pertagas) yang akan menjadi anak usaha langsung PT PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN.

Kepastian itu tertuang dalam penandatangan berita acara perubahan struktur transaksi antara PGN dan PT Pertamina (Persero) pada akhir November lalu.

Sekretaris Perusahaan PGN Rahmat Hutama dalam keterbukaan informasi, Selasa, 4 Desember 2018 menyampaikan hal ini merupakan kelanjutan dari rangkaian transaksi pembentukan holding migas.

Sebelum penandatanganan akhir November itu, PGN dan Pertamina telah melakukan perjanjian jual beli saham bersyarat yang ditandatangani oleh PGN dan Pertamina pada 29 Juni 2018. PGN akan mengambilalih saham Pertagas milik Pertamina.

Sebenarnya, penyelesaian transaksi itu akan dilakukan pada 7 hari kerja setelah tanggal diterimanya berita acara pemenuhan persyaratan pendahuluan yang telah ditandatangani. Namun pada 27 September 2018, telah disepakati tanggal penyelesaian akan dilaksanakan paling lambat pada 31 Desember 2018.

Nantinya, PGN  tak hanya memiliki 51 persen saham Pertagas, tapi juga termasuk PT Pertagas Niaga, PT Perta-Samtan Gas, PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas.

Saat ini PGAS sedang melakukan valuasi tahap II akuisisi Pertagas dan anak usahanya. Valuasi ini ditargetkan selesai di pertengahan Desember 2018.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menuturkan, saat ini sudah dilakukan proses due diligence, valuasi, dan audit untuk laporan keuangan Pertagas dan semua anak perusahaannya dengan basis laporan keuangan September 2018.

Lebih lanjut, Gigih menjelaskan, setelah hasil valuasi selesai akan dilakukan finalisasi harga oleh PGN dan Pertamina. Nantinya, finalisasi harga tersebut akan menjadi dasar untuk proses persetujuan internal di PGN dan Pertamina.

Analisis Teknikal Saham PGAS


Sumber: Bareksa

Menurut analisis Bareksa, secara teknikal candle saham PGAS pada perdagangan kemarin membentuk bullish candle dengan disertai short lower shadow.

Kondisi tersebut menggambarkan saham PGAS bergerak sangat positif karena setelah sempat bergerak satu tick di bawah level pembukaannya, saham ini mampu menguat hingga berakhir pada level tertingginya.

Volume perdagangan terlihat mengalami lonjakan signifikan dibandingkan sehari sebelumnya, menandakan adanya aksi pembelian serta antusiasme yang besar dari para pelaku pasar. Kemudian investor asing juga mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp22,6 miliar.

Indikator stochastic Saham PGAS terlihat mulai bergerak naik mengindikasikan sinyal kenaikan yang kuat dengan target terdekat berada di level Rp2.150 per saham.

(KA01/AM)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER