Jauh di Atas Acuan, Kinerja Reksadana Semesta Dana Saham Terdongkrak Saham INTP

Kenaikan paling tinggi pada saham INTP sebesar 25,53 persen dalam sebulan
Rabu, 28 November 2018 14:26:15 WIB Evi Rahmayanti
Image
Ilustrasi investor pria terkejut happy bahagia melihat hasil keuntungan investasi Source : 123rf

Bareksa.com – Pasar saham domestik terus bergerak dalam jalur positif. Dalam sebulan terakhir yakni periode 27 Oktober - 27 Nopember2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,3 persen. Kemudian pada perdagangan awal pekan ini IHSG kembali menanjak 3,59 persen ke level 6002,97.

Sejalan dengan hal itu, kinerja reksadana berbasis saham terutama jenis reksadana saham turut mencatatkan pertumbuhan return menggiurkan. Dalam sepekan lalu, indeks reksadana saham tercatat tumbuh 2,25 persen.

Menariknya, di tengah pertumbuhan return tersebut, sejumlah produk jenis reksadana saham mengalahkan performa return IHSG.

Pada marketplace Bareksa, top 5 reksa dana saham bahkan mencatatkan pertumbuhan return tertinggi di kisaran 5,79-7,94 persen dalam sebulan.

 Lima Reksa Dana Return Tertinggi Sebulan (per 27 Oktober - 27 Nopember2018)

 
Sumber : Bareksa.com

Posisi pertama ditempati reksadana Semesta Dana Saham yang memiliki  return 7,94  persen, mengalahkan produk reksadana saham lainnya.

Jika dicermati dalam fund fact sheet per September 2018, reksa dana ini memiliki alokasi aset terbesar pada lima saham. Di antaranya saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), saham PT Astra International Tbk (ASII), saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Dalam sebulan terakhir kelima saham ini bergerak menguat dengan kenaikan paling tinggi pada saham INTP 25,53 persen.
Sumber : Bareksa.com

Alokasi aset yang cukup besar diiringi kenaikan harga aset yang cukup tinggi, wajar hal ini membuat saham INTP berhasil mendongkrak pertumbuhan return reksadana Semesta Dana Saham menjadi yang tertinggi dalam sebulan tersebut.

Harga saham INTP terpantau bergerak naik seiring melonjakanya penjualan INTP yang tumbuh 7 persen secara tahunan untuk periode Januari 2018 - Oktober 2018. 

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indocement Tunggal Prakasa Antonius Marcos menjelaskan bahwa periode Oktober 2018 menjadi bulan yang bersahabat bagi perseroan. Pasalnya, volume penjualan mampu menembus 1,9 juta ton.

Di sisi lain, dia mengatakan emiten berkode saham INTP itu telah melakukan renegosiasi beberapa kontrak pasokan batu bara. Selain itu, perseroan juga mencari rekanan baru dengan harga yang lebih yang kompetitif.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER