Diincar Perusahaan Ban Asing, Saham MASA Berpeluang Sentuh Rekor Tertinggi

Menutup sesi I perdagangan hari ini, saham MASA bertengger pada level Rp730 atau naik lebih dari 329 persen sejak IPO
Rabu, 28 November 2018 14:19:53 WIB Issa Almawadi
Image
Direktur Utama Pt Multistrada Tanuri (pertama dari kiri), Intenational Development PSG, Sebastien Wasels (tengah) dan ketua Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf berfoto bersama dalam kerjasama antara MASA dan PSG. (Bareksa)

Bareksa.com – Saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) membuka peluang menyentuh level tertinggi sejak pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juni 2005. Menutup sesi I perdagangan hari ini, Rabu, 28 November 2018, saham MASA berada di level Rp730 atau naik 2,82 persen dari hari sebelumnya Rp710 per saham.

Atas level penutupan sesi I itu, total kenaikan harga saham MASA sejak IPO hingga saat ini mencapai lebih dari 329 persen. Multistrada melepas sebanyak 1 miliar saham kepada pubik pada 9 Juni 2005 dengan harga penawaran Rp150.

Sejak IPO hingga saat ini, MASA pernah menyentuh level tertinggi Rp660 pada 12 Maret 2012. Setelah itu, saham MASA bergerak landai dan beberapa kali berada di level terendah. Sepanjang periode ini, level terendah saham MASA terjadi pada 29 Oktober 2008 pada harga Rp112 per saham.

Puncak penguatan saham MASA memang terjadi pada tahun ini. Penguatan saham MASA mulai berlangsung pada awal Oktober 2018. Dalam periode 1 sampai 11 Oktober 2018, saham MASA melonjak lebih dari 80 persen dari Rp344 menjadi Rp620.

Pencapaian level tertinggi saham MASA di tahun ini tidak lepas dari sentimen Hankook Tires. Perusahaan ban asal Korea itu dikabarkan kembali meminati saham MASA yang juga pernah muncul pada pertengahan 2011 lalu.

Pergerakkan Saham MASA Sejak IPO 9 Juni 2005 – 27 November 2018

Sumber: Bareksa.com

Mengutip BusinessKorea, 19 November 2018, minat Hankook pada MASA bukan yang pertama kali. Pada 2011, Hankook sempat gagal mengambilalih MASA terkait harga penjualan dengan pemegang saham. BusinessKorea juga menyebut minat Hankook mengambilalih kepemilikan Multistrada terkait dengan rendahnya biaya tenaga kerja di Indonesia.

Pasar Indonesia, juga dianggap Hankook, dekat dengan China yang merupakan pasar inti industri ban dunia. Catatannya, sekitar 80 persen ban produksi Indonesia mengalir ke pasar China. Selain itu, Indonesia juga merupakan produsen karet alam terbesar kedua di dunia, sehingga akan memudahkan mendapat bahan baku ban.

Yang menarik dari artikel BusinessKorea itu, ternyata tak hanya Hankook saja yang meminati saham MASA. Kabarnya, perusahaan ban skala global lain seperti Michelin asal Perancis turut serta dalam perlombaan mengambilalih saham MASA.

(AM)



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER