Empat Tips Investasi Reksadana untuk Raih Keuntungan Maksimal
 
 

Empat Tips Investasi Reksadana untuk Raih Keuntungan Maksimal

Tips investasi ini ditujukan bagi investor yang ingin mendapat keuntungan investasi reksadana secara maksimal
Jumat, 20 Juli 2018 04:20:23 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Investor pemula seringkali bingung ataupun ragu untuk berinvestasi karena belum tahu bagaimana strategi terbaik untuk berinvestasi, meskipun sudah mengenal produk investasi seperti reksadana. Bagi kita yang masih awam, ikuti tips investasi reksadana berikut ini untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

Bareksa.com - Dalam berinvestasi, kita sebagai pemilik modal pasti menginginkan keuntungan yang maksimal. Sebab, berinvestasi memiliki potensi untuk memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan menabung biasa atau menyimpan uang dalam rekening atau deposito bank.

Investor pemula seringkali bingung ataupun ragu untuk berinvestasi karena belum tahu bagaimana strategi terbaik untuk berinvestasi, meskipun sudah mengenal produk investasi seperti reksadana. Bagi kita yang masih awam, ikuti tips investasi reksadana berikut ini untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

1. Tentukan Tujuan
Sebelum berinvestasi, kita harus memiliki tujuan keuangan yang ingin kita capai. Tujuan keuangan tersebut misalkan untuk membeli barang-barang seperti handphone, smartphone terbaru, laptop, motor, mobil, atau bahkan rumah. Bisa juga kita menginginkan uang untuk membiayai sekolah atau pendidikan, liburan, nonton konser dan pensiun.

Selain itu, investasi juga bisa ditujukan untuk dana cadangan atau darurat, yang bisa kita pakai sewaktu-waktu dalam keadaan penting dan belum kita anggarkan sebelumnya. Setelah kita mengetahui tujuan ini, kita bisa mulai merencanakan investasi.

2. Rencanakan Jangka Waktu Investasi
Kalau kita sudah tahu tujuan investasi reksadana, kita bisa menghitung perkiraan jangka waktu investasi untuk memenuhi tujuan tersebut, mulai dari jangka pendek, menengah hingga jangka panjang. Misalkan kita ingin membeli handphone baru dalam waktu dekat sehingga kita bisa mengeset jangka waktu investasi hanya setahun. Kalau ingin menyiapkan dana pensiun, berarti investasi tersebut untuk jangka panjang dan biasanya di atas lima tahun.

Jangka waktu investasi ini kemudian berkaitan dengan jenis reksadana yang akan kita pilih. Secara umum, ada empat jenis reksadana tersedia bagi masyarakat di Indonesia, yaitu reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan reksadana saham.

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang melakukan investasi pada jenis instrumen investasi pasar uang dangan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Jenis reksadana ini cenderung stabil sehingga cocok untuk investasi dalam jangka pendek yaitu sekitar setahun.

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi. Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang tetapi lebih moderat dibandingkan saham sehingga cocok untuk jangka waktu 1 sampai 3 tahun.

Reksadana campuran adalah jenis reksadana mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi, termasuk saham dikombinasikan dengan obligasi. Risiko reksadana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap sehingga cocok untuk jangka panjang di atas 3 tahun.

Reksadana saham adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas atau saham. Risikonya relatif lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, namun memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi sehingga cocok untuk jangka panjang.

3. Ketahui Profil Risiko

Sebelum berinvestasi, kita sebagai investor juga perlu mengerti karakteristik diri kita yang akan menentukan jenis reksadana yang cocok bagi kita. Umumnya, profil risiko yang menggambarkan karakter investor dalam berinvestasi ini terbagi dalam tiga tipe yaitu tipe konservatif, moderat, dan agresif.

Tipe Konservatif (risk averse)

Investor bertipe konservatif ini memiliki profil risiko yang rendah dan cenderung menghindari risiko (risk averse). Dalam hal berinvestasi, investor ini lebih menyukai instrumen investasi yang aman dan takut jika pokok investasi (modal awal) akan berkurang. Selain itu, tipe investor ini juga merasa nyaman dengan instrumen investasi yang imbal hasilnya tidak terlalu besar tetapi bergerak stabil.

Namun untuk memaksimalkan hasil investasinya, ada baiknya investor konservatif ini melakukan investasi dengan tujuan jangka panjang. Sebab, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai nilai investasi yang diinginkan tidak akan bisa diperoleh dalam jangka waktu pendek dari instrumen investasi yang cocok untuk investor dengan profil ini seperti tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang.

Tipe Moderat (sedang)

Investor yang berprofil risiko moderat (sedang) ini memliki karakteristik yang siap menerima fluktuasi jangka pendek dengan potensi keuntungan yang diharapkan dapat lebih tinggi dari inflasi dan deposito.

Dalam hal ini, pengetahuan bahwa investasi reksadana bisa bergerak naik atau turun (fluktuatif) sudah dipahami oleh investor. Akan tetapi, mereka tetap saja tidak ingin uangnya hilang sama sekali saat berinvestasi.

Pilihan jenis reksadana yang cocok untuk tipe investor moderat ini adalah reksadana campuran yang risikonya masih relatif rendah, dibandingkan dengan saham atau reksadana saham. Namun, reksadana campuran ini juga memiliki potensi keuntungan yang tidak kalah dari reksadana jenis lainnya.

Tipe Agresif

Pemilik profil risiko agresif sangat siap untung dan juga siap rugi (risk taker). Orang dengan profil risiko agresif siap kehilangan sebagian besar bahkan seluruh dana investasinya demi imbal hasil yang besar.

Pemilik profil risiko agresif ini siap untuk berinvestasi di seluruh instrumen keuangan seperti reksadana saham dan juga termasuk trading saham, valuta asing, indeks dan komoditas. Tipe ini juga biasanya memiliki keberanian untuk terjun langsung ke dunia bisnis dan properti.

4. Disiplin
Disiplin berinvestasi maksudnya adalah selalu rutin menyisihkan uang untuk membeli reksadana. Hal ini dilakukan agar tujuan keuangan dan perencanaan yang sudah kita buat dapat tercapai sesuai jangka waktunya. Lalu, meskipun reksadana bisa dicairkan kapan saja, kita bisa menahan untuk terus menyimpannya agar dana tersebut tumbuh hingga tujuan investasi kita tercapai.

Disiplin juga bisa diterapkan untuk investasi besar di pembelian pertama tetapi tidak mengambilnya sebelum keuntungan dan tujuan yang diharapkan dalam jangka panjang tercapai. Dalam hal ini, seorang investor reksadana tidak perlu panik mengecek portofolio tiap hari dan khawatir ketika nilai investasi berfluktuasi. Sebab, pergerakan naik turun dalam jangka pendek tidak terlalu berarti untuk investasi yang memang ditujukan bagi kebutuhan jangka panjang.

Demikian empat tips berinvestasi reksadana agar kita bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Nah, sekarang ayo kita mulai berinvestasi.

***

Ingin berinvestasi reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN CHAT
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER