Prospek Positif Investasi Setelah Deklarasi Harta Tax Amnesty Tahap Pertama

Datin Maznah: Baik saham, obligasi maupun aset lainnya, kesemuanya memiliki prospek positif
Selasa, 04 Oktober 2016 10:25:26 WIB Rini Winati
Image
Salina Nordin, Presiden Direktur dari Syailendra Asia, membuka acara 'Holistic Approach To Tax Amnesty' di Jakarta, 30 September 2016. (Bareksa)

Bareksa.com – Tahap pertama dari program pengampunan pajak (tax amnesty) telah berakhir pada 30 September 2016. Meski program ini masih berlangsung hingga Maret 2017, periode pertama bagi para wajib pajak yang memberikan tarif tebusan termurah, yakni sebesar 2 persen, sudah berakhir.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, nilai harta deklarasi dalam program tax amnesty ini mencapai mencapai Rp3.628 triliun, dengan nilai tebusan sebesar Rp97,2 triliun. Adapun dana repatriasi dari luar negeri terkait program ini mencapai Rp137 triliun.

Deklarasi harta sudah dilakukan. Sebagian wajib pajak peserta program ini juga sudah memulangkan harta mereka ke dalam negeri. Lantas, langkah apa yang selanjutnya diambil agar dana tersebut bisa bermanfaat bagi pembangunan negeri?

Pada Jumat 30 September 2016, Syailendra Asia – salah satu perusahaan investasi regional yang terafiliasi dengan Syailendra Capital – mengadakan diskusi yang berjudul ‘Holistic Approach To Tax Amnesty’ di Ritz Carlton, Jakarta. Dengan mengundang sejumlah pembicara yang kompeten, acara ini mencoba menjawab pertanyaan seputar kelanjutan dari deklarasi harta, termasuk menaruhnya di dalam instrumen investasi dalam negeri.

Beberapa pembicara yang hadir antara lain Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi, Shanti Shamdasani yang menjabat Regional Director Johnson & Johnson Group, Alex Setiawan sebagai Direktur Sinarmas Asset Management dan Datin Maznah yang menjabat CEO AmInvest (salah satu manajer investasi terbesar di Malaysia).  

Salina Nordin, Presiden Direktur dari Syailendra Asia, membuka acara ini dengan menyoroti bagaimana langkah selanjutnya setelah mendeklarasikan harta amnesti pajak. Diskusi berlanjut dengan mengulas pentingnya ikut amnesti pajak dimana salah satu tujuannya adalah memperluas basis pajak sebagaimana diungkapkan oleh Fakhri Hilmi.

Dalam persentasi yang disusun oleh Fakhri mengenai investasi dari dana tax amnesty, setelah wajib pajak memindahkan uangnya ke dalam negeri melalui bank persepsi, wajib pajak dapat menempatkan dana melalui gateway yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu bisa melalui bank, manajer investasi maupun sekuritas.

Baca juga: Resmi! Menkeu Sri Mulyani Pastikan 19 Manajer Investasi Jadi Gateway Tax Amnesty

Untuk opsi gateway manajer investasi, terdapat lima instrumen yang dapat menjadi pilihan wajib pajak yaitu reksa dana, Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) dan Dana Investasi Real Estate (DIRE). Demi mendukung program amnesti pajak, OJK telak merelaksasi aturan instrumen tersebut. Misalnya saja, minimum investasi awal di KPD diturunkan dari Rp10 miliar menjadi Rp5 miliar dan RDPT tidak lagi diharuskan memiliki perusahaan target pada saat pendaftaran.

Datin Maznah, CEO AmInvest, mengungkapkan dana tax amnesty memang harus diinvestasikan di aset yang berbasis di Indonesia. Meskipun demikian, baik saham, obligasi maupun aset lainnya, kesemuanya memiliki prospek positif.  

Datin melanjutkan bahwa dibandingkan dengan negara lain, misalnya Singapura, Indonesia relatif lebih sedikit terpengaruh oleh tantangan perlambatan ekonomi global. Ini disebabkan Indonesia memiliki basis konsumen domestik yang besar. Selain itu, pertumbuhan laba (earnings growth) juga mendukung.

Prospek positif juga datang dari segi suku bunga acuan. Karena sebelumnya suku bunga Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan negara yang lain dan saat tren suku bunga saat ini adalah menurun, maka ada banyak peluang mencari untung di pasar obligasi. (hm)



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER