Mau Sukses Investasi Reksa Dana Saat Berusia 20-30an? Begini Caranya

Usia 20-30an memiliki karakter yang berbeda, sehingga pola alokasi aset investasinya pun berbeda.
Kamis, 28 Juli 2016 16:23:14 WIB Wilan Satiani
Image
Ilustrasi pekerja muda di kantor Balaikota, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bareksa.com – Setiap orang pasti selalu mendambakan kehidupan yang lebih mapan dan nyaman di masa depan. Namun, hidup semacam itu perlu dicapai dengan berbagai persiapan, terutama yang berkaitan dengan pengaturan keuangan. Salah satu cara mengatur keuangan adalah dengan berinvestasi sejak usia muda. 

Seperti halnya menabung, investasi atau menanamkan modal pada aset-aset tertentu perlu dilakukan sejak dini dan tidak harus menunggu penghasilan yang cukup besar atau saat kita berusia matang. Kita harus belajar menyisihkan dana untuk investasi sejak masih muda meskipun penghasilan yang diterima belum terlalu besar. Pasalnya, bila kita memulai saat usia muda, kita tentu masih memiliki banyak waktu untuk mengumpulkan uang dan berkembang lebih besar dengan investasi. (Baca juga: Inilah 4 Alasan Kenapa Harus Berinvestasi di Usia Muda)

Usia 20-30an merupakan waktu yang tepat untuk kita melakukan investasi, karena biasanya kita sudah mulai berkerja dan memiliki tujuan yang hendak dicapai dalam hidup. Contoh tujuan dan alasan investasi seperti menikah, memiliki rumah, atau kendaraan. Oleh karena itu, wajar usia ini perlu mulai mengatur keuangannya dan mulai berinvestasi.

Mungkin sebagian dari kita mempertanyakan bagaimana bisa berinvestasi dengan modal kecil. Padahal, sangat mungkin kita berinvestasi dengan modal minim, karena saat ini sudah tersedia instrumen investasi seperti reksa dana yang hanya membutuhkan modal awal Rp100 ribu saja.

Dalam berinvestasi, terdapat hal yang perlu diperhatikan, yakni seluk-beluk investasi yang didambakan. Kita sebagai investor harus memahami jenis investasi dan alokasi dana. Hal lain yang tidak kalah penting adalah memilih jenis investasi yang sesuai dengan usia karena usia mempengaruhi tujuan investasi, alokasi, dan profil risiko masing-masing individu. Orang yang berusia 20-an tentu memiliki pola pikir dan prioritas yang berbeda dengan orang yang berusia 30-an.

Lantas, apa saja perbedaan karakteristik dan bagaimana alokasi dana investasi usia 20-30an ini? Berikut ulasannya.

Usia 20-an 

Saat kita berusia 20-an, umumnya kita baru mulai bekerja dan merintis karir. Dengan penghasilan yang diterima, kalangan usia ini berusaha untuk mandiri (lepas) dari ketergantungan orangtua dalam memenuhi kebutuhannya. Namun, terkadang kelompok usia ini juga banyak mengalami godaan seperti tawaran menggunakan kartu kredit, berbelanja (shopping), hang out di kafe, berlibur, dan lain sebagainya yang dapat meningkatkan pengeluaran.

Pada usia ini, kita harus pintar-pintar mengendalikan diri dalam mengatur keuangan agar terbiasa hidup hemat dan menyisihkan uang untuk ditabung dan diinvestasikan. Menurut perencana keuangan, kita bisa mengalokasikan 20 persen dari penghasilan untuk ditabung dan diinvestasikan. 

Dalam hal menabung dan berinvestasi, instrumen investasi seperti reksa dana dapat menjadi pilihannya. Reksa dana memiliki berbagai jenis yang terdiri dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham. 

Kita bisa membagi alokasi porsi tabungan dan investasi khusus pada reksa dana dengan menggunakan pola (20:30:50), yakni 20 persen pada reksa dana pasar uang sebagai tabungan (dana darurat), 30 persen pada reksa dana pendapatan tetap atau campuran untuk tujuan keuangan jangka menengah (1-3 tahun), dan 50 persen pada reksa dana saham untuk tujuan jangka panjang (lebih dari 5 tahun).

Mari kita simak contohnya. Misalnya saja, kita memiliki penghasilan sebesar Rp3,5 juta per bulan. Dengan pola perencanan tersebut, maka setiap bulan kita menyisihkan 20 persen untuk tabungan dan investasi sebesar Rp700 ribu. Dari porsi tersebut, kita dapat menempatkan uang pada reksa dana pasar uang sebesar Rp140 ribu, reksa dana pendapatan tetap atau campuran sebesar Rp210 ribu, dan reksa dana saham Rp350 ribu. 

Usia 30-an

Karakteristik pada usia 30-an, biasanya karier sudah beradal di level manajerial sampai dengan posisi senior dan memungkinkan kita sudah menerima banyak fasilitas atau tunjangan dari perusahaan tempat bekerja. Sebagian orang di usia ini sudah menikah dan memiliki anak. Bahkan, ada yang sudah memiliki anak usia sekolah.

Pada usia ini, yang menjadi fokus bukan hanya sekedar untuk kepentingan pribadi, melainkan juga ungtuk keluarga. Masa depan pendidikan anak, kesehatan hingga simpanan untuk hari tua (pensiun) menjadi beberapa hal yang difikirkan. Oleh sebab itu, pendapatan yang besar juga diiringi dengan pengeluaran yang besar juga. Peningkatan pengeluaran ini cukup drastis dibandingkan rentang usia sebelumnya karena bertambahnya jumlah dan jenis pengeluaran.

Dengan kondisi ini, kelompok usia ini perlu banyak variasi dalam investasi karena tujuan keuangan yang ingin dicapai pun cukup bervariasi. Dengan porsi 20 persen dari penghasilan, kita dapat menempatkan uang pada reksa dana dengan menggunakan pola (25:35:40) dimana terjadi penambahan untuk pos tabungan (dana darurat) menjadi 25 persen dan pos kebutuhan jangka menengah menjadi 35 persen, sementara pos untuk jangka panjang berkurang menjadi 40 persen. Hal ini dikarenakan dana jangka pendek dan menengah dapat sangat dibutuhkan seiring dengan pengeluaran keluarga yang lebih besar.

Misalnya saat ini, kita memiliki penghasilan Rp6 juta per bulan, maka setiap bulan dapat disisihkan sebesar 20 persen dari penghasilan yakni Rp1,2 juta. Jadi, kita dapat menempatkan uang pada reksa dana pasar uang sebesar Rp300 ribu, reksa dana pendapatan tetap atau campuran sebesar Rp420 ribu, dan reksa dana saham Rp480 ribu. Kemudian jika terdapat pemasukan lebih setiap tahun, kita juga dapat melakukan pada penambahan (top up) pada reksa dana yang kita miliki.

Kesadaran untuk mulai berinvestasi tentunya akan sangat membantu kita dalam mengembangkan uang di masa depan lebih besar sejak saat ini. Tidak ada kata terlambat untuk mulai menabung dan berinvestasi. Asalkan konsisten, tujuan keuangan kita pun akan dapat tercapai.

Jadi, siapkah Anda berinvestasi reksa dana pada usia 20-30an? 

***

Ingin berinvestasi reksa dana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER