SIMULASI: Bisakah Sekolahkan Anak, Hanya Dengan Menabung Rp1 Juta Per Bulan?

Besarnya biaya pendidikan anak membuat orang tua perlu menyiapkan dana pendidikan sejak dini.

Image
Seseorang menghitung uang rupiah - (Flickr/Fabe Reinhardt)

Bareksa.com – Tabungan pendidikan untuk anak merupakan salah satu tujuan seseorang menyisihkan uangnya setiap bulan pada instrumen investasi. Instrumen investasi ini bermacam-macam pilihannya, ada yang memilih menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan di bank, deposito, reksa dana, asuransi atau bahkan pada aset riil seperti emas.

Namun dalam menyisihkan dana  pada pos tabungan pendidikan anak, kita perlu melakukan pengecekan finansial. Hal ini dilakukan untuk mengecek apakah sudah sesuai dengan kebutuhan kita di masa mendatang atau sebaliknya belum sesuai?.

Sebagai contoh konkret, tim Bareksa menghubungi Lita, seorang karyawati perusahaan swasta berusia 32 tahun. Pada tahun ini, Lita dengan gamblang membagikan rencana investasinya kepada Bareksa dalam menyiapkan dana untuk pendidikan anaknya.

Lita yang juga salah satu nasabah Bareksa ini, memilih produk investasi pada reksa dana pendapatan tetap untuk mempersiapkan biaya pendidikan anaknya melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Alasannya reksa dana pendapatan tetap dinilai memiliki risiko relatif lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana saham dan campuran.

Saat ini anak Lita berusia 5 tahun dan tabungan yang telah terkumpul untuk biaya masuk SMP baru sebesar  Rp700 ribu. Ibu satu anak ini berencana ingin menambah investasinya setiap bulan menjadi Rp1 juta pada produk reksa dana pendapatan tetap Syailendra Fixed Income Fund untuk biaya masuk SMP anaknya.

Berdasarkan data historikal, return yang dihasilkan dalam satu tahun terakhir dari produk reksa dana Syailendra Fixed Income Fund adalah 5,5 persen per tahun.

Saat ini uang pangkal atau uang masuk SMP tujuan Lita sekitar Rp6 juta dan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp800 ribu per bulan. Serta biaya pendidikan lainnya seperti pengeluaran untuk membeli buku, les privat, dan keperluan lainnya sebesar Rp6 juta per tahun.

Sekarang mari kita coba simulasikan rincian nilai tabungan dan biaya untuk pendidikan anak Lita pada salah satu tools yang tersedia pada Bareksa.com. Dengan asumsi kenaikan biaya sekolah 20 persen tiap tahunnya, inilah perincian dari simulasi tersebut.

Tabel: Simulasi Perhitungan Tabungan Pendidikan Anak

Sumber: Bareksa.com    

Tabel: Perkiraan Hasil Investasi

Sumber: Bareksa.com

Berdasarkan kalkulator tabungan pendidikan anak, ternyata hasilnya diperkirakan uang yang Lita sisihkan belum mencukupi kebutuhan biaya pendidikan anaknya selama SMP. Menurut simulasi tersebut, Lita harus menyisihkan setidaknya Rp2,6 juta per bulan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya dari awal masuk hingga tamat SMP.

Jika saat ini Lita hanya menyisihkan uangnya sebesar Rp1 juta per bulan untuk biaya pendidikan anaknya jenjang SMP, maka pada uang yang Lita investasikan tersebut akan habis pada tahun kedua masa studi SMP anaknya.

Dan pada tahun ketiga, Lita akan mengalami defisit sekitar Rp67,7 juta. Agar terhindar dari utang, tentunya Lita harus melakukan pengurangan pada pos-pos yang tidak terlalu penting dalam keperluannya saat ini dan menambah investasinya pada pos tabungan pendidikan anak untuk jenjang SMP. 

Dengan menggunakan kalkulator ini, kita dapat mengetahui seberapa besar uang yang seharusnya kita sisihkan agar sesuai dengan tujuan investasi yang kita lakukan, khususnya untuk keperluan biaya pendidikan anak di masa mendatang.

Membekali anak dengan pendidikan layak adalah suatu kewajiban bagi kita selaku orang tua. Kebutuhan pendidikan ini perlu dipersiapkan dan direncanakan jauh-jauh hari sebelum tiba saatnya anak mulai berusia sekolah. Tentunya dengan jumlah dana yang diinvestasikan untuk tabungan pendidikan anak tepat, kita telah meminimalisir masalah finansial keluarga di masa mendatang.  

***

Butuh bantuan?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana

TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER