Musim Bagi Dividen, Apa Saja Yang Perlu Dipertimbangkan Investor?

Mayoritas investor lebih menyukai capital gain dibandingkan dengan deviden yang diberikan

Image
Pengunjung berinteraksi di sebuah anjungan dalam pameran Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME) 2014 di Jakarta (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

Bareksa.com - Akhir kuartal pertama sampai awal kuartal kedua, banyak emiten membagikan dividen. Pada periode ini, banyak juga investor yang tergiur untuk mendapatkan dividen yang dibagikan perusahaan. Terutama jika rasio dividen per laba (dividen pay out ratio/DPR) yang besar.

Tetapi jangan lupa, Investor tetap perlu mempertimbangkan beberapa faktor jika ingin mendapat dividen dari perusahaan. Diantaranya, pergerakan harga saham dan juga pajak.

Perlu diketahui, pendapatan dari dividen dikenakan pajak sebesar 10 persen bagi investor perorangan. Dalam peraturan PPh Pasal 4 ayat 2 disebutkan, wajib pajak orang pribadi (WPOP) dalam negeri yang menerima atau memperoleh penghasilan berupa dividen dikenakan pajak sebesar 10 persen dari dividen yang diterima.  

Walaupun demikian, masa-masa pembagian dividen tetap saja menarik. Biasanya, pengumuman pembagian dividen ikut mengerek harga saham sampai dengan tanggal cum --tanggal kepemilikan saham dengan hak dividen--. Semakin banyak investor yang menginginkan dividen sebuah perusahaan, maka harga saham akan semakin meningkat.

Contohnya PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) yang mengumumkan akan membagikan dividen Rp40 per saham atau 11 persen dari laba bersih tahun 2014. Sejak dividen diumumkan, sampai pada tanggal cum -- 2-7 April 2015 -- harga saham LEAD naik 8 persen. Jadi, keuntungan dari investasi pada saham LEAD hampir 10 persen hanya dalam lima hari.

Tetapi setelah tanggal cum deviden, harga saham kembali mengalami penurunan.

Hal ini menunjukan banyak investor yang lebih berharap pada keuntungan kenaikan harga saham (capital gain) dibandingkan dengan keuntungan dari deviden. Sehingga ketika sudah mendapat hak dividen, investor tersebut melepas sahamnya. Disinilah investor harus berhati-hati, jangan sampai harga saham yang kita miliki terjun bebas lebih dalam daripada dividen yang kita dapatkan.

Grafik: Harga Saham LEAD


Sumber: Bareksa.com

Tetapi ada juga yang harga sahamnya justru turun setelah mengumumkan dividen. Dari pantauan Bareksa terhadap 20 perusahaan yang membagikan dividen di bulan April, sebanyak 13 perusahaan memberikan total return positif, sementara tujuh perusahaan lainnya justru memberi return negatif akibat periode pengumuman deviden bersamaan dengan merosotnya harga saham.

Paling buruk terjadi pada saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Perusahaan pengelola stasiun televisi SCTV dan Indosiar ini mengumumkan akan membagi dividen Rp70 per saham.

Sejak tanggal pengumuman 24 April 2015 sampai tanggal cum 28 April 2015 harga saham SCMA justru turun 8 persen didorong kurang kondusifnya kondisi pasar. Hal ini menunjukan bahwa sentimen pasar lebih penting dari pembagian dividen itu sendiri. 

Grafik: Harga Saham SCMA

Seperti diketahui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 6 persen pada periode 27 - 29 April 2015 akibat melambatnya perekonomian yang tercermin dari turunnya volume penjualan mobil, sepeda motor dan semen. Hal ini menyebabkan kinerja emiten kuartal pertama 2015 berada dibawah ekspektasi analis.

Kejadian seperti ini juga terjadi pada saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).  

Grafik: Penurunan Harga Saham Setelah Tanggal Cum Dividen

 

sumber:bareksa.com

Setelah melewati tangal cum 24 April 2015, harga saham ITMG turun 6,8 persen. Demikian juga dengan SSMS yang turun 9,8 persen. (np)

 

 

 

TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER