Reksa Dana, Alternatif Menyimpan Dana Selain Tabungan; Return Bisa 24% Setahun

Return yang dihasilkan reksa dana dapat melebihi return deposito.

Image
Ilustrasi reksadana (Bareksa.com)

Bareksa.com - Reksa dana merupakan kumpulan dana investasi yang ditanamkan di beberapa instrumen keuangan -- seperti saham, obligasi, deposito, dan lainnya -- yang dikelola oleh Manajer Investasi. Reksa dana dapat dijadikan pilihan bagi Anda yang ingin memulai investasi, namun tidak memiliki waktu serta pengetahuan yang cukup untuk mengelolanya sendiri. (Tonton VIDEO: Apa Itu Reksa Dana?)

Tak cuma itu, reksa dana juga dapat menjadi alternatif penyimpanan uang yang lebih baik dibandingkan tabungan dan deposito bank. Kenapa?

Biasanya, return yang diperoleh dari deposito hanya sekitar 8 persen per tahun; ini pun masih dipotong pajak sekitar 20 persen. Sedangkan reksa dana, ambil contoh reksa dana saham, dapat menghasilkan return dua kali lipat dari bunga deposito dalam satu tahun -- walaupun berinvestasi di reksa dana tentu ada risikonya, tergantung dari produk reksa dana yang Anda pilih.

Tabel: Return Beberapa Reksa Dana dalam 1 Tahun

Sumber: Bareksa.com

Terlihat pada tabel di atas, reksa dana Simas Saham Unggulan yang dikelola oleh PT Sinarmas Asset Management mampu menghasilkan return 24,46 persen -- sekitar tiga kali lipat dibandingkan rata-rata bunga deposito. Sementara itu, reksa dana TRAM Infrastruktur Plus dan Dana Pratama Ekuitas juga menghasilkan return yang cukup tinggi, yakni masing-masing sebesar 19,67 persen dan 18,07 persen.

Namun, perlu Anda catat, bahwa besarnya potensi return yang dihasilkan reksa dana berbanding lurus dengan risikonya. Reksa dana yang dicontohkan di atas merupakan jenis reksa dana saham. Return yang diperoleh memang cukup besar, namun risikonya juga cukup besar. Risiko yang dimaksud di sini adalah risiko yang bersumber dari pergerakan harga saham yang dapat bergerak fluktuatif, sehingga pergerakan nilai aktiva bersih reksa dana itu pun ikut berfluktuasi, yang akan mempengaruhi return reksa dana tersebut.

Selain menghasilkan return yang menarik, kini berinvestasi pada reksa dana pun tidak harus memiliki uang yang banyak. Hanya dengan Rp100.000,- saja, Anda sudah dapat membeli dan berinvestasi di reksa dana. (Baca juga: Tidak Harus Tunggu Dana Jutaan Rupiah Untuk Bisa Berinvestasi Reksa Dana).

Saat ini, reksa dana tidak hanya dapat dibeli melalui bank maupun perusahaan Manajer Investasi yang mengelola reksa dana tersebut, tetapi dapat dibeli secara online, salah satunya melalui marketplace reksa dana terintegrasi Bareksa - Buana Capital.

Anda tertarik berinvestasi reksa dana, produk investasi resmi yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan RI? Jika tertarik, silakan mendaftar menjadi nasabah marketplace reksa dana online terintegrasi Bareksa - Buana Capital dengan mengklik tautan ini.

Jika Anda ingin belajar dan mendalami investasi reksa dana, termasuk bagaimana menggunakan berbagai perangkat online untuk mengukur, membandingkan, dan memonitor reksa dana dengan return terbaik, silakan mengikuti workshop Bareksa Fund Academy online maupun offline. Untuk mendaftar silakan klik tautan ini. GRATIS. (qs)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER