Di Reksa Dana Uang Anda Tidak Bisa Dibobol Manajer Investasi, Ada Brankasnya

Dana milik investor tidak dipegang oleh Manajer Investasi tetapi disimpan di bank kustodian atas nama reksa dana
Jumat, 20 Februari 2015 08:16:45 WIB Nurul Fauziyah
Image
Dalam transaksi reksa dana, ketika nasabah melakukan pembelian reksa dana. Maka uang yang dibayarkan akan masuk ke dalam rekening atas nama reksa dana di Bank Kustodian, bukan ke rekening manajer investasi.

Bareksa.com- Berbeda dengan perusahaan investasi bodong, perusahaan Manajer Investasi yang mengelola reksa dana tidak menyimpan uang nasabah sendiri melainkan melalui pihak ketiga yakni bank. Manajer investasi tidak bisa mencairkan dana nasabah untuk dimasukan ke kantong pribadi.

Bank tempat penyimpanan dana nasabah yang terkumpul di reksa dana ini disebut Bank Kustodian.

Dalam transaksi reksa dana, ketika nasabah melakukan pembelian reksa dana. Maka uang yang dibayarkan akan masuk ke dalam rekening atas nama reksa dana di Bank Kustodian, bukan ke rekening manajer investasi.

Manajer Investasi tidak mempunyai akses langsung ke dana investor, karena uang tersebut tersimpan di Bank Kustodian. Ketika investor melakukan penjualan, Bank Kustodian pula yang melakukan transfer dana kepada investor, bukan dari Manajer Investasi.

Dengan adanya peran dari Bank Kustodian ini, maka investasi dalam bentuk reksadana menjadi lebih aman dan nyaman serta berpihak pada kepentingan investor. Manajer Investasi hanya berperan mengatur "isi keranjang belanja" (portofolio) reksa dana, dan tidak sama sekali bersentuhan dengan uang nasabah.

Sebagai ilustrasi jika anda ingin membeli reksa dana Cipta Syariah Equity yang dikelola oleh manajer investasi PT Ciptadana Asset Management dengan Bank Kustodiannya Deutsche Bank. Maka uang pembelian reksa dana tersebut akan ditransfer ke rekening atas nama "Cipta Syariah Equity" di Deutsche Bank, bukan atas nama Ciptadana Asset Management. Begitupun ketika nasabah menjual maka akan ada transfer dana dari rekening atas nama "Cipta Syariah Equity" di Deutsche Bank ke rekening bank nasabah.

Apakah investor bisa menentukan sendiri Bank Kustodian untuk reksa dananya? Jawabannya tidak.

Reksa dana bisa dibentuk jika sudah dibuat kontrak investasi kolektif antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Sehingga proses pemilihan Bank Kustodian memang merupakan tahapan awal. Setelah Manajer Investasi maupun Bank Kustodian selesai membuat kontrak dan memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan, baru produk reksa dana tersebut bisa dipasarkan.

***

Perlu diketahui juga bahwa tidak semua bank bisa menjadi Bank Kustodian. Hanya bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan yang bisa menjalankan fungsi kustodian.

Daftar Bank Kustodian 

Sumber : KSEI

***

Selain berperan sebagai tempat penitipan harta nasabah reksa dana. Bank Kustodian juga bertugas untuk melakukan perhitungan Nilai Aktiva Bersih (NAB) -- yang biasa disebut sebagai harga reksa dana --. Jadi NAB tidak semena-mena dibuat oleh Manajer Investasi, melainkan dihitung oleh Bank Kustodian secara rinci berdasarkan nilai pasar portofolio.

Sebagai investor, kita juga tidak perlu khawatir penghitungan NAB karena takut penghitungannya dilakukan secara semena-mena. Sebab, yang melakukan penghitung NAB pun adalah Bank Kustodian berdasarkan nilai pasar dari portofolio aset reksadana.

Selain itu, Bank Kustodian memiliki fungsi seperti bendahara. Dalam hal ini Bank Kustodian melakukan penyelesaian atau pembayaran transaksi yang dilakukan manajer Investasi atas pembelian instrumen investasi seperti saham, obligasi dan lainnya untuk kepentingan reksadana. (np)



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER