Menkeu: Harga BBM Bersubsidi Akan Naik ke Level Sedikit di Bawah Harga Ekonomis

Dengan harga minyak mentah di $80/barel, harga teoretis BBM Premium ada di level sedikit di atas Rp9.000/liter.
Senin, 03 November 2014 17:33:14 WIB S.A. Wahyu
Image
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro diperkenalkan saat pengumuman Kabinet Kerja di Istana Mereka, Jakarta, 26 Oktober 2014 (Antara Foto/Imam Wahyu)

Bareksa.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan dinaikkan ke level sedikit saja di bawah harga keekonomian.

Pemotongan subsidi BBM besar-besaran ini, ujar Bambang dalam conference call dengan analis dan investor asing hari ini, Senin 3 November 2014, akan secara signifikan memberikan tambahan ruang fiskal di tahun 2015, sehingga dana subsidi dapat direalokasi ke tiga hal: pembangunan infrastruktur, terutama irigasi; program pengamanan sosial; dan pengurangan defisit anggaran.

Namun Bambang menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo lah yang akan menentukan kapan dan berapa persisnya kenaikan harga BBM
bersubsidi Premium yang sekarang ini dijual di harga Rp6.500 per liter itu.

Seorang tokoh di lingkaran istana mengungkapkan, Presiden Jokowi menunda rencana kenaikan dari semula Selasa besok 4 November, menjadi setelah dia kembali dari KTT APEC di Beijing, China. Konperensi ini digelar pada 10-11 November mendatang.

"Dalam tiga rapat kabinet terakhir, Presiden Jokowi berulang-ulang menekankan pentingnya memperbaiki dan menambah infrastruktur irigasi Indonesia karena ini sangat vital untuk pertanian. Dan juga berulang-ulang mengatakan perlunya Indonesia menjadi self-sufficient dalam berbagai macam produk pertanian," ujar Bambang kepada para analis dan investor keuangan global.

Irigasi akan menjadi priorias utama, selain itu yang juga ada dalam daftar adalah pengembangan sektor perikanan, pembangunan jalan dan pembangkit listrik, yang akan banyak menggunakan batubara.

Saat ditanya mengenai berapa harga teoretis BBM premium per liter bila tidak ada subsidi sama sekali, Bambang mengatakan, "Dengan harga minyak mentah di $80 per barel seperti sekarang ini, harga teoretis BBM Premium ada di level sedikit di atas Rp9.000 per liter. Kalau $90 per barel, di Rp9.500-Rp10.000 per liter."
 
"Setiap kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp1.000 per liter akan menyumbangkan inflasi sebesar 1,2%, dan kalau naik Rp2000, tinggal dikalikan dua saja," tambah Bambang saat ditanya mengenai dampak jangka pendek kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap inflasi.

Pemerintah terakhir kali menaikkan harga BBM bersubsidi pada bulan Juni tahun 2013. Kebijakan itu dapat membantu menjaga defisit anggaran, setelah kuota konsumsi BBM bersubsidi tahun 2013 dapat ditekan dari 48 juta kiloliter menjadi 45,7 juta kiloliter.  

"Pemerintah mengawasi pergerakan harga minyak mentah secara ketat. Kita beruntung harga minyak dunia turun. Ini mengurangi beban kita," ujar Bambang. (kd)

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER