Apa itu obligasi

Pergerakan harga obligasi berbanding terbalik dengan tingkat suku bunga.

Bareksa.com - Obligasi merupakan surat hutang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan. Isinya, janji dari pihak yang menerbitkan kepada pembeli obligasi untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan. Penerbit obligasi bisa pemerintah, pemerintah daerah, ataupun perusahaan.

Pada umumnya, obligasi memiliki waktu jatuh tempo yang panjang dan relatif murah karena merupakan proses hutang secara langsung kepada masyarakat (supplier modal). Ketika suatu perusahaan ingin mencari pendanaan, lazim terjadi pembahasan apakah harus dilakukan dengan cara meminjam uang dari bank atau dari publik melalui obligasi.

Apa perbedaannya?

Secara umum, keunggulan meminjam dari bank adalah syarat yang lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, suatu perusahaan memiliki sebuah proyek berdurasi dua tahun dengan perkiraan kebutuhan modal Rp150 miliar di tahun pertama dan Rp150 miliar di tahun kedua. Setelah bernegosiasi dengan pihak bank, perusahaan mendapatkan komitmen pinjaman sebesar Rp300 miliar -- dengan distribusi Rp150 miliar di tahun pertama dan sisanya pada tahun kedua. Perhitungan bunganya disesuaikan dengan pendistribusian dana. Jika pinjaman itu jatuh tempo dalam lima tahun, maka setiap tahunnya -- atau periode lain yang disepakati -- selama masa pembayaran, perusahaan membayar pokok beserta bunganya.

Jika perusahaan menerbitkan obligasi dengan mekanisme distribusi yang sama dengan pinjaman bank di atas -- yaitu bertahap selama dua tahun dengan waktu jatuh tempo selama lima tahun -- maka yang membedakan adalah pembayarannya. Jika dalam skema pinjaman bank perusahaan setiap tahun atau selama periode yang disepakati harus membayar pokok beserta bunganya; dengan menerbitkan obligasi perusahaan hanya perlu membayar bunga (kupon) kepada investor di setiap periode tertentu. Biaya pokoknya dibayarkan pada akhir jatuh tempo beserta sisa kupon.

Keunggulan obligasi lainnya adalah pada suku bunga yang bersifat tetap (jika obligasi menggunakan fixed rate). Misalnya, perusahaan tersebut menerbitkan obligasi dengan kupon 10 persen dan jatuh tempo dalam lima tahun, selama selama kurun lima tahun tersebut apabila terjadi kenaikan atau penurunan bunga, besaran kupon yang harus dibayarkan perusahaan, tetap sama.

Dari sisi investor obligasi, selain mendapatkan bunga secara rutin selama periode berlakunya obligasi --biasanya bunga yang ditawarkan obligasi lebih tinggi ketimbang bunga deposito atau SBI – ada keunggulan lain. Pemegang obligasi dapat memperjualbelikan obligasi yang dimilikinya. Jika investor menjual obligasi di atas nilai beli semula (dinyatakan dalam bentuk persentase atas harga pokok obligasi), maka investor tersebut mendapatkan selisih keuntungan atau capital gain.

Layaknya sebuah investasi, pastilah juga ada risiko yang harus ditanggung setiap investor obligasi. Meskipun jarang terjadi, risiko yang mungkin timbul adalah gagal bayar bunga oleh perusahaan penerbit obligasi kepada investor. Selain itu, risiko tingkat suku bunga juga turut membayangi pergerakan harga obligasi, karena pergerakan harga obligasi berbanding terbalik dengan tingkat suku bunga. Artinya, jika suku bunga naik maka harga obligasi akan turun, begitu juga sebaliknya. (kd)

TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER