Bagaimana berinvestasi di obligasi

Pasar obligasi berkait erat dengan kondisi perekonomian suatu negara. Ada baiknya minta bantuan Manajer Investasi.

Bareksa.com - Jika Anda berminat memilih instrumen obligasi sebagai investasi Anda, Anda harus memahami dulu kondisi pasar obligasi saat ini. Ini untuk menentukan apakah Anda akan membeli obligasi baru atau menjualnya atau akan tetap memegang obligasi tersebut sampai masa akhir jatuh tempo.

Dalam mengambil keputusan, jika Anda investor pemula, ada baiknya Anda meminta bantuan dan saran dari Manajer Investasi (MI). Anda bisa berkonsultasi dengan MI tentang kaitan kondisi perekonomian saat ini kaitannya dengan pasar obligasi.

Pasar obligasi berkait erat dengan kondisi perekonomian suatu negara. Pada umumnya, suatu obligasi akan menarik bila kondisi ekonomi sedang cenderung menurun. Dalam pertumbuhan ekonomi yang lambat, tingkat bunga akan cenderung turun dan harga obligasi akan naik. Dalam kondisi di mana inflasi meningkat, suku bunga akan cenderung meningkat juga. Tingkat inflasi nantinya akan mempengaruhi tingkat bunga pasar dan selanjutnya tingkat bunga tersebut akan mempengaruhi harga dan yield obligasi.
Karena itu, pemahaman atas kondisi perekonomian dan pasar obligasi sangatlah diperlukan bagi investor. 

Jika Anda meminta bantuan MI, maka MI akan melakukan penilaian dan analisa atas portofolio Anda yang dikelolanya agar tidak mengalami penurunan. MI dapat memberikan saran kepada investor untuk melakukan penukaran obligasi atau biasa disebut dengan bond swaps. Cara ini dilakukan untuk meningkatkan tingkat imbal hasil obligasi.

Sebagai contoh, ketika memperkirakan kenaikan tingkat bunga pasar akan naik maka MI akan memberikan saran untuk menjual obligasi jangka panjang dengan bunga tetap dan membeli obligasi jangka pendek dengan bunga mengambang. Penjualan bunga tetap adalah cara yang dilakukan oleh investor untuk mengurangi kerugian, karena jika suku bunga naik maka hampir seluruh harga obligasi dengan bunga tetap mengalami penurunan. Tujuan dari pembelian obligasi dengan bunga mengambang adalah untuk memperoleh keuntungan kenaikan tingkat bunga pasar tersebut. Hal ini dilakukan karena kupon obligasi berbunga mengambang ikut naik seiring tingkat suku bunga pasar.

Sebaliknya, jika MI memperkirakan tingkat suku bunga pasar akan turun, maka MI akan memberikan saran untuk menjual obligasi dengan bunga mengambang dan membeli obligasi bunga tetap berjangka panjang. Tujuan penjualan obligasi dengan bunga mengambang ini adalah untuk diversifikasi portofolio yang memiliki tingkat pengembalian yang rendah. Ini karena saat tingkat suku bunga mangalami penurunan maka kupon yang diterima juga turun.

Dari contoh di atas, terlihat betapa peran MI dibutuhkan bagi investor yang kurang memahami kondisi pasar obligasi. Namun, yang perlu dicatat, semua keputusan tetap berada di tangan investor karena MI hanya sebatas memberikan analisis dan rekomendasi buat Anda.

 

TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER