Berita / SBN / Artikel

Penjualan Sukuk Negara untuk Biayai Pembangunan, Bagaimana Perkembangannya?

Sampai dengan tahun 2021, total proyek yang dibiayai dari SBSN sudah mencapai 3.447 proyek yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Air
Abdul Malik • 26 Nov 2021
cover

Ilustrasi investor yang berinvestasi di Sukuk Negara memikirkan proyek infrastruktur apa saja ya yang dibiayai SBSN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Ternyata banyak sekali manfaat berinvestasi di Sukuk Negara (Surat Berharga Syariah Negara). Selain mendapatkan cuan dari imbal hasilnya, smart investor berinvestasi sesuai prinsip syariah dan dana investasinya digunakan untuk pembangunan negara. ​

Bagaimana perkembangan pembangunan proyek-proyek tersebut? Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyebutkan pada 25 - 26 November 2021, jajaran pimpinan Kementerian Keuangan melakukan kunjungan kerja di Bali. Dalam kunjungan kerja tersebut, dilakukan inspeksi beberapa pembangunan proyek yang dibiayai melalui SBSN di Bali.

Proyek infrastruktur di Bali yang dibiayai Sukuk Negara antara lain :

1. Pembangunan Prasarana Bendungan Pengendali Banjir Tukad Mati Badung

Pembangunan prasarana bendungan pengendali banjir Tukad Mati, merupakan salah satu contoh nyata SBSN Proyek di Bali yang dilaksanakan oleh Ditjen SDA Kementerian PUPR.

Pembangunan ini dibiayai melalui SBSN secara Kontrak Tahun Jamak (MYC) dari tahun 2017 hingga 2019 dengan total alokasi SBSN yang digunakan Rp319 miliar.

Proyek ini merupakan bagian dari program penataan dan normalisasi sungai guna pengendalian banjir di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, termasuk area Kuta, Seminyak, dan Legian yang menjadi pusat kegiatan pariwisata internasional.

Selain penanganan banjir, proyek ini dimaksudkan untuk peningkatan manfaat ekonomi kawasan, dukungan kegiatan pariwisata, dan konservasi suaka pantai.

2. Pembangunan Jalan Baru Bts. Kota Mengwitani – Singaraja

Pembangunan Jalan Baru Bts. Kota Megwitani - Singaraja yang dibiayai melalui SBSN MYC senilai Rp308,15 miliar dimaksudkan untuk mengurangi waktu tempuh dari kota Denpasar (PKN) menuju kota Singaraja (PKW) dan memperbaiki geometrik titik blackspot pada ruas jalan Mengwitani Singaraja.

Ruas Jalan batas Kota Singaraja – Mengwitani merupakan ruas jalan nasional yang berada di jalur tengah Pulau Bali yang menghubungkan Bali Utara dengan Bali Selatan.

Volume kendaraan yang melewati jalur ini cukup padat karena selain menghubungkan Bali Utara dengan Bali Selatan, terdapat banyak destinasi wisata andalan di Pulau Bali pada jalur ini seperti Kebun Raya Eka Karya, Danau Beratan, Danau Tambilingan, Danau Buyan, Air terjun Gitgit, dan Pura Ulundanu.

Pembangunan Shortcut tersebut diharapkan dapat dapat mempercepat perkembangan perekonomian di wilayah Bali Utara dan mempercepat waktu tempuh dari Bali Selatan terutama Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali dan Kabupaten Badung sebagai destinasi utama pariwisata Bali menuju Singaraja ataupun sebaliknya.

3. Pembangunan Laboratorium Kesehatan Terintegrasi Universitas Pendidikan Ganesha

Salah satu proyek SBSN di sektor pendidikan ini pembiayaannya dilakukan secara Single Year Contract (SYC) tahun 2021 dengan total alokasi yang digunakan sebesar Rp99,94 miliar.

Pembangunan Laboratorium Terintegrasi Universitas Pendidikan Ganesha ini, merupakan perwujudan dari komitmen yang kuat dari pemerintah untuk pembangunan Sumber Daya Manusia melalui sektor pendidikan.

SBSN Sinergi Kebijakan antar Kementerian

Kementerian Keuangan menyebutkan pembiayaan proyek melalui SBSN merupakan sinergi kebijakan di antaranya Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Kementerian/Lembaga (K/L) lainnya.

SBSN untuk membiayai proyek-proyek atau kegiatan prioritas dengan menggunakan dana yang bersumber dari pasar keuangan melalui instrumen SBSN yang diterbitkan oleh pemerintah sejak 2008.

"Dalam perkembangannya, pembiayaan proyek SBSN tersebut menunjukkan tren cukup menggembirakan. Hal tersebut tercermin dari semakin meningkatnya pembiayaan proyek SBSN, baik dari sisi jumlah K/L yang menjadi pemrakarsa proyek, nilai pembiayaan yang dialokasikan, jumlah proyek yang di bangun, maupun berdasarkan sebaran satker pelaksana proyek SBSN dan lokasi proyek SBSN yang dikerjakan," ungkap DJPPR Kemenkeu dalam keterangannya (26/11/2021).

Menurut Kemenkeu, berbagai proyek strategis telah dihasilkan dari SBSN, dan dapat dilihat secara nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sampai dengan tahun 2021, total proyek yang dibiayai dari SBSN sudah mencapai 3.447 proyek yang tersebar di berbagai wilayah tanah air Indonesia, antara lain Infrastruktur perkeretaapian Trans Sulawesi parepare – Makassar, Trans Sumatera, dan Double Track Kereta Api Selatan Jawa.

Ada juga, pembangunan jalan dan jembatan di berbagai provinsi, antara lain pembangunan jembatan Youtefa di Jayapura, Papua, dan jembatan pulau Balang untuk dukungan konektivitas trans Kalimantan.

Selain itu, pembangunan beberapa bandara dalam rangka penyiapan Jembatan Udara di Papua, termasuk dukungan Ibu Kota Negara (IKN).

Ada pula, pembangunan sumber daya air (bendungan, irigasi, penyediaan dan pengelolaan air tanah) pembangunan dan pengembangan gedung perkuliahan di berbagai perguruan tinggi.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.