Berita / SBN / Artikel

Ingin Investasi di ORI020? Ini 11 Istilah Soal Obligasi Negara yang Perlu Diketahui

Apa itu tenor dan kupon? Apa artinya capital gain dan yield?
Abdul Malik • 14 Oct 2021
cover

Ilustrasi dua perempuan investor sedang berdiskusi tentang potensi keuntungan dan batas nilai investasi di reksadana dan SBN Ritel, termasuk SBR, ST, SR dan ORI, yakni ORI020. (Shutterstock)

Bareksa.com - Obligasi Negara juga dikenal sebagai Surat Utang Negara/SUN, atau Surat Berharga Negara (SBN), yaitu instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai Anggaran Negara. Dengan membeli surat utang yang diterbitkan pemerintah, kita secara langsung juga ikut menyediakan modal untuk pembangunan nasional.

Untuk investor individu atau ritel seperti kita, SBN diterbitkan dengan cara penawaran terbuka bagi publik, dan kini sudah tersedia secara online melalui sejumlah mitra distribusi (midis), salah satunya Bareksa.

SBN Ritel yang saat ini tengah ditawarkan pemerintah dan juga dijual di Bareksa, adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI020.

ORI020 merupakan salah satu dari lima SBN Ritel yang sudah diterbitkan pemerintah sepanjang tahun ini. ORI020 bisa diperjualbelikan di pasar sekunder setelah pembayaran kupon perdana.

Ingin investasi di ORI020? Jika iya, ada baiknya pelajari dulu istilah-istilah terkait obligasi melalui ulasan berikut.

1. Tenor dan Maturity

Tenor adalah jangka waktu investasi atau masa berlaku obligasi. Setelah jangka waktu ini habis, maka obligasi akan jatuh tempo. Artinya, uang pokok (modal) pemegang SBR akan dikembalikan seluruhnya oleh pemerintah.tenor ORI biasanya adalah tiga tahun.

Contohnya ORI020 memiliki tenor tiga tahun dan akan jatuh tempo (maturity) pada 15 Oktober 2024.

2. Kupon

Kupon atau bunga adalah imbal hasil yang dibayar kepada pemilik (investor) obligasi. Kupon ini dihitung dalam persentase terhadap jumlah pokok utang dan waktu setahun. Namun, pembayarannya bisa dilakukan setiap bulan sekali.

Jenis kupon bisa saja fixed (tetap) atau floating (mengambang). Kupon fixed besaran bunganya selalu tetap dari awal hingga jatuh tempo. Sementara kupon floating bisa berubah bergantung dengan acuan.

Kupon ORI020 sudah ditetapkan fixed sebesar 4,95 persen per tahun. Pembayaran Kupon pertama kali dilakukan pada tanggal 15 Desember 2021. Pembayaran Kupon kedua dan seterusnya dilakukan setiap tanggal 15 setiap bulan dan pembayaran terakhir dilakukan tanggal 15 Oktober 2024.

3. Masa Penawaran

Masa penawaran adalah jangka waktu yang ditetapkan pemerintah untuk mengumpulkan pesanan/transaksi dari calon investor SBN. Masa Penawaran ORI020 adalah pada 4-21 Oktober 2021.

4. Setelmen

Setelmen adalah tanggal penyelesaian. Artinya, pada tanggal ini seseorang yang telah memesan ORI pada masa penawaran sudah resmi menjadi investor. Mulai tanggal ini, perhitungan kupon ORI pun dimulai.

Contoh, masa penawaran ORI020 ditetapkan 4-21 Oktober 2021. Menurut jadwalnya, pemerintah menetapkan hasil penjualan ORI020 pada tanggal 25 Oktober 2021.Sedangkan tanggal Setelmen ORI020 dilakukan pada 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal penetapan hasil penjualan ORI020, yaitu pada tanggal 27 Oktober 2021.

5. Kuota

Pemerintah menetapkan nilai minimal pembelian ORI adalah Rp1 juta (1 unit). Kemudian, seorang investor bisa membeli berkali-kali dalam masa penawaran tetapi total nilai pembelian yang bisa dilakukan adalah Rp2 miliar (2.000 unit) untuk satu individu. Artinya, kuota individu adalah sebesar Rp2 miliar untuk satu seri ORI020.

Pemerintah juga menetapkan kuota nasional, atau jumlah ORI yang diterbitkan dan tersedia bagi seluruh investor dalam satu seri penawaran. Contoh, pada penerbitan ORI020 kuota nasional awalnya sebesar Rp15 triliun.

6. Pasar Perdana

Kegiatan penawaran dan atau penjualan obligasi yang dilakukan untuk pertama kali. Pasar Perdana ini biasanya terjadi pada masa penawaran.

7. Pasar Sekunder

Pasar Sekunder adalah kegiatan perdagangan obligasi yang sebelumnya telah dijual di pasar perdana.Untuk mempermudah pemahaman, ORI ibaratnya mobil langka yang hanya dibuat (diterbitkan) pada masa penawaran saja. Kalau ada pembeli yang tidak kebagian mobil langka ini, mereka bisa membelinya di pasar mobil bekas, atau pasar sekunder (secondary market).

8. Harga Pari

Harga atau nilai pari adalah nilai yang tercantum pada obligasi tersebut. Misal, nilai pari ORI020 sebesar Rp1 juta, artinya obligasi ini memiliki nilai sebesar nilai pari tersebut pada saat jatuh tempo pelunasan obligasi. Jadi, kalau investor memegang ORI hingga jatuh tempo, dia akan menerima kembali semua modalnya di harga pari.

9. Capital Gain

Capital gain adalah sebuah keuntungan yang didapatkan seorang investor dari selisih harga jual dikurangi dengan harga beli obligasi. Investor ORI bisa mendapatkan capital gain bila memperdagangkannya di pasar sekunder.

10. Yield

Yield atau imbal hasil merupakan tingkat pengembalian investasi sebagai persentase dari jumlah investasi awal. Dalam obligasi, yield mengukur tingkat pengembalian berdasarkan tingkat suku bunga (kupon), bukan selisih kenaikan harga.

Cara yang paling sederhana untuk menghitung yield adalah dengan rumus : nilai kupon dibagi dengan harga obligasinya. Karenanya, jika kita membeli sesuatu obligasi di harga parinya, yield obligasi itu setara dengan tingkat bunganya.

Nah, begitu harga obligasi itu berubah, yield-nya juga akan berubah. Yield ini berbanding terbalik dengan harga obligasi, sehingga bila yield turun semakin rendah menandakan harga yang semakin tinggi di pasar karena mengindikasikan banyaknya permintaan.

11. Mitra Distribusi

Mitra distribusi adalah perusahaan-perusahaan yang ditunjuk Kementerian Keuangan sebagai agen penjual SBN Ritel, salah satunya adalah Bareksa.

Siap pesan ORI020? Pemesanan ORI020 bisa juga dilakukan di Bareksa.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

ORI020 merupakan salah satu jenis SBN Ritel yang memiliki fitur bisa diperdagangkan dengan tenor 3 tahun. Nilai investasi minimal Rp1 juta dan maksimal Rp2 miliar.

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.