Berita / SBN / Artikel

ORI020 Bisa Dijual di Pasar Sekunder, Bagaimana Pergerakan Harga ORI?

Hingga 21 September 2021, lonjakan tertinggi dicatatkan ORI017 yang harganya di pasar sekunder mencapai 104,22 persen dari harga par
Abdul Malik • 08 Oct 2021
cover

Ilustrasi investor dan analis sedang memantau pergerakan harga ORI di pasar sekunder. (Shutterstock)

Bareksa.com - Obligasi Negara Ritel (ORI) adalah bagian dari Surat Berharga Negara yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia khusus untuk investor individual atau ritel.

Selain untuk membiayai anggaran negara, tujuan diterbitkannya ORI adalah untuk memberi kesempatan kepada investor individual untuk secara langsung memiliki dan memperdagangkan secara aktif dalam perdagangan Obligasi Negara.

Seri terbaru ORI020 kini bisa dibeli secara online melalui mitra distribusi, termasuk Bareksa, selama masa penawaran 4-21 Oktober 2021.

ORI020 menawarkan keuntungan berupa kupon tetap (fixed rate) 4,95 persen per tahun dengan tenor 3 tahun. Nilai minimum investasi Rp1 juta dan maksimal Rp2 miliar per investor.

Bila dibandingkan dengan Savings Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Tabungan (ST) yang juga dijual di Bareksa, ORI020 berbeda karena bisa dijual tanpa harus menunggu jatuh tempo tiga tahun lagi. Nah, ORI juga termasuk Sukuk Negara Ritel (SR) bisa diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder.

Pasar sekunder adalah kegiatan jual beli ORI setelah masa penawaran. Sebagai catatan, investor baru bisa melakukan penjualan ORI020 ketika sudah melewati satu kali pembayaran kupon. Artinya, ORI020 baru bisa dijual di pasar sekunder mulai 15 Desember 2021.

Pergerakan harga ORI di pasar sekunder

Menurut materi presentasi Kemenkeu, harga jual ORI seri-seri sebelumnya yakni ORI015, ORI016, ORI017, ORI018 dan ORI019 di pasar sekunder tampak melesat.

Hingga 21 September 2021, lonjakan tertinggi dicatatkan ORI017 yang harganya di pasar sekunder mencapai 104,22 persen dari harga par. Disusul ORI016 yang harganya mencapai 103,81 persen, ORI018 di 103,14 persen, ORI019 mencapai 102,58 persen, serta ORI015 mencapai 100,39 persen. 

Dengan mengacu data tersebut, jika investor memiliki ORI017 kemudiaan menjualnya di pasar sekunder, maka dia berpeluang mendapatkan capital gain sekitar 4,22 persen, selain imbal hasil yang sudah dia terima per bulan selama ini. Investor ORI016 juga berpeluang meraih capital gain 3,81 persen.

Dari kelima ORI tersebut, ORI015 menawarkan kupon tertinggi yakni 8,25 persen, disusul ORI016 dengan imbalan 6,8 persen dan ORI017 imbal hasilnya 6,4 persen per tahun. ORI015 akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2021. Sementara ORI seri lainnya jatuh temponya masih pada 2022 dan 2023.

Seiring jatuh temponya ORI015 pada pertengahan bulan ini, maka investor yang sebelumnya memegang ORI015 juga berpeluang memborong ORI020, sehingga penjualan ORI020 berpotensi makin laris diserbu investor.

Sumber : Kemenkeu

Menurut Kemenkeu perdagangan ORI015 - ORI019 di pasar sekunder ada 4 hal menarik :

1. ORI015 - ORI019 di pasar sekunder diperdagangkan pada harga premium. Hal ini menunjukkan kupon ORI rata-rata lebih tinggi dari tingkat yield di pasar sekunder untuk tenor yang sama.

2. Harga ORI akan kembali ke 100 persen ketika jatuh tempo.

3. Referensi pergerakan harga ORI dapat dilihat di website Bursa Efek Indonesia, Indonesia Bonds Pricing Agency maupun koran.

4. Sesuai dengan karakteristik transaksi over the counter (OTC) harga riil yang terjadi merupakan kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Melihat fakta-fakta menarik tentang perdagangan ORI di pasar sekunder, maka tak mengherankan jika investor terus memborong instrumen investasi yang aman karena dijamin oleh negara sehingga anti gagal bayar, juga menguntungkan ini.

Bagaimana mekanisme transaksi ORI di pasar sekunder?

Kementerian Keuangan menyebutkan tahap pertama, ORI merupakan merupakan instrumen Surat Utang Negara (SUN) yang dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.

Kedua, perdagangan ORI di pasar sekunder dilakukan sebagaimana instrumen obligasi lainnya dilakukan di luar bursa (over the counter/OTC) dan atau melalui sistem ETP (Electronic Trading Platform).

Ketiga, apabila investor bermaksud untuk memperdagangkan ORI sebelum jatuh tempo, investor dapat menghubungi Midis (mitra distribusi) di mana investor pertama kali membeli ORI.

Keempat, apabila investor ingin membeli ORI di pasar sekunder, dapat menghubungi bank dan perusahaan sekuritas yang melayani pembelian Surat Berharga Negara (PPEEBUS - Perantara PedagangEfek untuk Efek Bersifat Utang dan Sukuk).

Kementerian Keuangan menyebutkan perpindahan kepemilikan ORI di pasar sekunder hanya dapat dilakukan antar investor domestik.

Mekanisme dalam Analogi

Teknisnya, seperti dalam analogi berikut. Mari kita ibaratkan ORI020 seperti mobil yang baru keluar dari pabrikan. Ketika kita memesan pertama kali, kita mendapatkannya langsung dari diler resmi. Nah dalam ORI, diler resmi ini adalah mitra distribusi seperti Bareksa.

Setelah masyarakat selesai memesan ORI020 dalam masa penawaran, mereka menjadi investor perdana. Para investor perdana bisa menjual ORI020 setelah mendapat kupon perdana melalui mitra distribusi, yaitu Bareksa. ​

Kemudian, pasar sekunder pun dimulai. ORI020 ini ibaratnya mobil langka yang dibuat (dalam hal ini diterbitkan) pada masa penawaran saja. Makanya, kalau ada pembeli yang tidak kebagian mobil langka ini, mereka bisa membelinya di pasar mobil bekas, atau pasar sekunder (secondary market).

Maka, pasar sekunder adalah pasar keuangan yang digunakan untuk memperdagangkan instrumen efek yang telah diterbitkan dalam penawaran umum perdana.

Tertarik untuk berinvestasi ORI020? Bisa melalui marketplace Bareksa yang menjadi salah mitra distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online) ORI020.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

ORI020 merupakan salah satu jenis SBN Ritel yang memiliki fitur bisa diperdagangkan dengan tenor 3 tahun. Nilai investasi minimal Rp1 juta dan maksimal Rp2 miliar.

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.