Berita / SBN / Artikel

Belum Genap 5 Hari, Pemesanan ORI020 Tembus Rp5,2 Triliun, Segera Pesan Sebelum Telat!

Kuota pemesanan tersisa Rp9,78 triliun dari target Rp15 triliun, pemerintah belum ada rencana menambah kuota pemesanan
Abdul Malik • 08 Oct 2021
cover

Ilustrasi investasi di obligasi pemerintah atau SBN Ritel baik jenis SBR, ST, SR hingga ORI termasuk ORI020 maupun obligasi korporasi ritel. (Shutterstock)

Bareksa.com - Investor kian ramai memborong Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI020. Pada Jumat siang (8/10/2021), atau memasuki hari kelima masa penawarannya, nilai pemesanan sudah menembus Rp5,2 triliun. Nilai itu tercapai belum genap 5 hari ORI020 ditawarkan sejak Senin pagi (4/10/2021) lalu.

Kuota pemesanan ORI020 tersisa Rp9,78 triliun untuk masa penawaran yang masih tersisa 13 hari lagi, hingga ditutup 21 Oktober pukul 10.00 pagi. Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Deni Ridwan menyatakan target penerbitan ORI020 senilai Rp15 triliun dan sejauh ini belum ada rencana penambahan kuota.

Karena itu, bagi smart investor yang belum pesan, segera pesan sebelum kehabisan ya. Sebab melihat tingginya animo investor, pemesanan ORI020 bisa ditutup lebih awal sebelum jadwal yang ditetapkan.

"Siap-siap tutup warung lebih cepat. Sejauh ini belum ada rencana penambahan kuota," kata Deni.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menetapkan kupon atau imbal hasil ORI020 sebesar 4,95 persen per tahun. Dibandingkan suku bunga acuan Bank Indonesia, yakni BI 7 Days Reverse Repo Rate yang saat ini di level 3,5 persen, maka selisih (spread) imbal hasilnya 1,45 persen.

Pemerintah sebelumnya telah memangkas pajak kupon obligasi dari sebelumnya 15 persen jadi 10 persen. Setelah dipotong pajak, investor masih mengantongi imbalan bersih ORI020 sebesar 4,455 persen.

Meskipun kupon ORI020 lebih rendah dari SBN Ritel seri sebelumnya, namun besaran kupon ORI020 tersebut masih lebih menarik dibandingkan deposito.

Berdasarkan riset Indikator Likuiditas yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pada Juli 2021, rata-rata tingkat bunga deposito rupiah di bank benchmark LPS menurun 8 basis poin (bps) ke level 3,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Setelah dipotong pajak 20 persen, maka rata-rata bunga bersih deposito jadi 2,616 persen. Nilai rata-rata bunga bersih deposito itu lebih rendah dari kupon bersih ORI020 yang senilai 4,455 persen.

Instrumen Investasi
Kupon/bunga
Pajak
Imbalan/bunga bersih
ORI020
4,95%
10%
4,455%
Rata-rata bunga deposito
3,27%
20%
2,616%

Sumber : Kemenkeu, LPS diolah Bareksa

Simulasi Imbal Hasil Investasi ORI020

Lantas berapa imbal hasil yang didapatkan investor jika investasi di ORI020 senilai Rp1 juta atau 1 unit, atau Rp100 juta atau 100 unit?

Selengkapnya simak simulasi sebagaimana disampaikan materi Kemenkeu berikut ini :

Sumber : Kemenkeu

Dari hasil simulasi, imbal hasil yang didapatkan investor jika investasi ORI020 senilai Rp1 juta, maka dia akan mendapatkan kupon kotor senilai Rp4.125 per bulan, kemudian dipotong pajak 10 persen, sehingga kupon bersihnya Rp3.713 per bulan.

Sedangkan jika investasi di ORI020 Rp100 juta, maka investor akan mendapatkan imbalan kotor Rp412.500, kemudian dipotong pajak 10 persen, sehingga kupon bersihnya Rp371.250 per bulan.

Sumber : Kemenkeu

Sebelumnya sepanjang 2021 ini, pemerintah telah menerbitkan 4 seri SBN Ritel yakni ORI019, Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR014, Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR010 dan SR015.

​***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

ORI020 merupakan salah satu jenis SBN Ritel yang memiliki fitur bisa diperdagangkan dengan tenor 3 tahun. Nilai investasi minimal Rp1 juta dan maksimal Rp2 miliar.

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.