Berita / SBN / Artikel

Cara Hitung Kupon ORI030 Fixed Rate Bulanan hingga Jatuh Tempo, Ini Simulasinya

Hanum Kusuma Dewi • 06 Jul 2026

an image
Ilustrasi persentase besaran bunga imbal hasil kupon ORI030 yang terdiri dari dua tenor sebagai SBN Ritel 2026. (Shutterstock)

ORI030 tawarkan kupon fixed rate hingga 7% per tahun, tertinggi sejak 2018. Berikut cara hitung kupon ORI030T3 dan ORI030T6 dari bulanan sampai jatuh tempo.

Bareksa – Pemerintah resmi menawarkan Obligasi Negara Ritel seri ORI030 mulai 6 Juli hingga 30 Juli 2026 melalui mitra distribusi (Midis) yang terhubung sistem elektronik e-SBN, termasuk Bareksa. Instrumen ini kembali menjadi incaran investor ritel karena membawa kupon tertinggi dalam delapan tahun terakhir, sejak ORI015 pada 2018, dan 2020 sejak tersedia dua pilihan tenor.

Namun sebelum memutuskan berinvestasi, penting bagi investor memahami cara menghitung kupon yang akan diterima setiap bulan hingga jatuh tempo. Pasalnya, ORI030 ditawarkan dalam dua pilihan tenor dengan besaran kupon berbeda, sehingga hasil yang diterima pun akan berbeda tergantung nominal dan tenor yang dipilih.

Mengenal ORI030: Dua Pilihan Tenor dan Kupon

ORI030 memiliki karakteristik yang membuatnya menarik sebagai instrumen investasi berpendapatan tetap:

  • Kupon fixed rate, tidak berubah hingga jatuh tempo

  • Dibayarkan setiap bulan, mulai 15 September 2026

  • Pajak final atas kupon hanya 10%, lebih rendah dibanding deposito

  • Pokok dan kupon dijamin 100% oleh negara berdasarkan Undang-Undang SUN

  • Minimum pembelian Rp1 juta dan kelipatannya

ORI030 ditawarkan dalam dua seri:

Seri

Tenor

Kupon

Min. Pembelian

Maks. Pembelian

Jatuh Tempo

ORI030T3

3 tahun

6,90%

Rp1 juta

Rp5 miliar

15 Juli 2029

ORI030T6

6 tahun

7,00%

Rp1 juta

Rp10 miliar

15 Juli 2032

Sumber: Kementerian Keuangan RI (kemenkeu.go.id/ORI)

Kupon neto setelah pajak (10%):

  • ORI030T3: 6,90% × 90% = 6,21% per tahun

  • ORI030T6: 7,00% × 90% = 6,30% per tahun

Cara Hitung Kupon ORI030

Berdasarkan Memorandum Informasi resmi ORI030, kupon dihitung terlebih dahulu dari kupon per unit dikalikan jumlah unit kepemilikan (kupon bruto), baru kemudian pajak 10% dikenakan atas total kupon bruto tersebut. Rumusnya sebagai berikut:

Kupon per unit (Rp1 juta) = 1/12 × Kupon Tahunan × Rp1.000.000

  • ORI030T3 = 1/12 × 6,90% × Rp1.000.000 = Rp5.750 per unit

  • ORI030T6 = 1/12 × 7,00% × Rp1.000.000 = Rp5.833 per unit (dibulatkan)

Kupon Bruto per Bulan = Kupon per Unit × Jumlah Unit

Pajak 10% = 10% × Kupon Bruto (dibulatkan ke rupiah penuh)

Kupon Neto = Kupon Bruto − Pajak

Sebagai contoh, investor dengan 10 unit ORI030T6 (setara Rp10 juta):

  • Kupon Bruto = 10 × Rp5.833 = Rp58.330

  • Pajak 10% = 10% × Rp58.330 = Rp5.833

  • Kupon Neto = Rp58.330 − Rp5.833 = Rp52.497 per bulan

Perhitungan ini sesuai dengan ilustrasi resmi pada Bab 3.2 Memorandum Informasi ORI030T6. Karena pajak dihitung dari total kupon bruto (bukan dari kupon per unit yang dibulatkan lebih dulu), hasilnya bisa sedikit berbeda dari perhitungan persentase langsung terhadap nominal investasi.

Kupon Pertama Bersifat Long Coupon

Satu hal penting yang perlu diketahui investor: kupon pertama ORI030T6, yang dibayarkan pada 15 September 2026, bukanlah kupon bulan penuh, melainkan long coupon — yaitu kupon dengan periode perhitungan bunga yang lebih panjang dibandingkan periode kupon bulan-bulan berikutnya.

Hal ini terjadi karena periode akrual kupon pertama dihitung sejak 1 hari setelah Tanggal Setelmen (6 Agustus 2026) hingga 15 September 2026, yang mencakup lebih dari satu bulan kalender penuh. Berdasarkan Memorandum Informasi, kupon pertama per unit ORI030T6 dihitung dalam dua tahap:

  • Periode 6 Agustus–15 Agustus 2026 (10 hari): 10/31 × 1/12 × 7,00% × Rp1.000.000 = Rp1.882

  • Periode 15 Agustus–15 September 2026 (satu bulan penuh): 1/12 × 7,00% × Rp1.000.000 = Rp5.833

  • Total kupon pertama per unit = Rp1.882 + Rp5.833 = Rp7.715

Setelah kupon pertama, kupon kedua dan seterusnya kembali dihitung dengan formula bulan penuh, yaitu 1/12 × Kupon Tahunan × Rp1.000.000 per unit, sampai dengan tanggal jatuh tempo. Jumlah hari kupon (day count) menggunakan basis actual per actual, dan pembayaran kupon dibulatkan dalam rupiah penuh. Perhitungan ini bersumber dari Memorandum Informasi ORI030T6, Bab 2 – Kupon ORI030T6.

Simulasi Kupon Bulanan Reguler

Tabel berikut menyajikan simulasi kupon bulanan reguler (bulan-bulan setelah kupon pertama) untuk ORI030T3 dan ORI030T6, dihitung dengan metode resmi Memorandum Informasi: kupon bruto dikalikan jumlah unit, baru dikurangi pajak 10% dari total kupon bruto.

Tabel Kupon Bulanan ORI030T3

Nilai Investasi (Unit)

Kupon Bruto/Bulan

Pajak 10%

Kupon Neto/Bulan

Rp1 juta (1 unit)

Rp5.750

Rp575

Rp5.175

Rp10 juta (10 unit)

Rp57.500

Rp5.750

Rp51.750

Rp100 juta (100 unit)

Rp575.000

Rp57.500

Rp517.500

Rp500 juta (500 unit)

Rp2.875.000

Rp287.500

Rp2.587.500

Rp1 miliar (1.000 unit)

Rp5.750.000

Rp575.000

Rp5.175.000

Rp3 miliar (3.000 unit)

Rp17.250.000

Rp1.725.000

Rp15.525.000

Rp5 miliar (5.000 unit, maks.)

Rp28.750.000

Rp2.875.000

Rp25.875.000

Catatan: karena 6,90% ÷ 12 menghasilkan angka bulat (Rp5.750), tidak ada selisih pembulatan pada ORI030T3.

Tabel Kupon Bulanan ORI030T6

Nilai Investasi (Unit)

Kupon Bruto/Bulan

Pajak 10%

Kupon Neto/Bulan

Rp1 juta (1 unit)

Rp5.833

Rp583

Rp5.250

Rp10 juta (10 unit)

Rp58.330

Rp5.833

Rp52.497

Rp100 juta (100 unit)

Rp583.300

Rp58.330

Rp524.970

Rp500 juta (500 unit)

Rp2.916.500

Rp291.650

Rp2.624.850

Rp1 miliar (1.000 unit)

Rp5.833.000

Rp583.300

Rp5.249.700

Rp3 miliar (3.000 unit)

Rp17.499.000

Rp1.749.900

Rp15.749.100

Rp5 miliar (5.000 unit)

Rp29.165.000

Rp2.916.500

Rp26.248.500

Rp10 miliar (10.000 unit, maks.)

Rp58.330.000

Rp5.833.000

Rp52.497.000

Pembulatan sesuai dengan Memorandum Informasi ORI030T6.

Simulasi Total Kupon Reguler hingga Jatuh Tempo

Berikut estimasi total kupon yang diterima investor sejak penerbitan hingga jatuh tempo, pada nominal pembelian maksimal masing-masing seri, menggunakan nilai kupon bulanan reguler (setelah kupon pertama):

Seri

Nominal

Jangka Waktu

Total Kupon Bruto

Total Pajak 10%

Total Kupon Neto

ORI030T3

Rp5 miliar

3 tahun (36x kupon)

Rp1.035.000.000

Rp103.500.000

Rp931.500.000

ORI030T6

Rp10 miliar

6 tahun (72x kupon)

Rp4.199.760.000

Rp419.976.000

Rp3.779.784.000

Perhitungan ini menggunakan nilai kupon bulanan reguler (setelah kupon pertama). Kupon pertama (dibayarkan 15 September 2026) sebenarnya adalah long coupon dengan periode akrual lebih panjang dari sebulan penuh, sehingga nilainya sedikit lebih besar dari kupon bulan-bulan berikutnya — untuk ORI030T6 per unit, kupon pertama sebesar Rp7.715 dibanding Rp5.833 untuk bulan reguler. Total kupon riil hingga jatuh tempo karenanya akan sedikit berbeda dari angka pada tabel ini.

ORI030T3 vs ORI030T6: Pilih yang Mana?

ORI030T3 cocok untuk:

  • Investor dengan horizon investasi jangka menengah (3 tahun)

  • Kebutuhan likuiditas lebih cepat kembali saat jatuh tempo

  • Fleksibilitas rollover ke instrumen berikutnya

ORI030T6 cocok untuk:

  • Investor dengan strategi jangka panjang (6 tahun)

  • Target kupon neto bulanan lebih besar pada nominal yang sama

  • Kapasitas pembelian lebih besar (maksimal Rp10 miliar)

  • Nilai tambah sebagai SDG Bond Ritel, yang dananya dialokasikan untuk proyek-proyek pembangunan berkelanjutan

Kesimpulan

  • ORI030 menawarkan kupon fixed rate hingga jatuh tempo, dengan ORI030T3 sebesar 6,90% dan ORI030T6 sebesar 7,00% per tahun

  • Kupon neto setelah pajak 10% masing-masing 6,21% dan 6,30% per tahun

  • Kupon dihitung dari kupon per unit dikalikan jumlah unit, baru dikurangi pajak 10% dari total kupon bruto

  • Kupon pertama bersifat long coupon dengan nilai lebih besar dari kupon bulan reguler

  • ORI030T6 memberikan kupon neto bulanan lebih besar dan kapasitas pembelian lebih tinggi, cocok untuk strategi income jangka panjang

Masa penawaran berlangsung 6–30 Juli 2026 melalui Midis, termasuk Bareksa

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Beli ORI030 di Bareksa Sekarang

DISCLAIMER

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, termasuk Kementerian Keuangan RI, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Kapan kupon ORI030 pertama kali dibayarkan?

Kupon pertama dibayarkan pada 15 September 2026 dan bersifat long coupon karena periode akrualnya lebih panjang dari sebulan penuh. Selanjutnya, kupon dibayarkan setiap tanggal 15 tiap bulan hingga jatuh tempo.


Apakah kupon ORI030 kena pajak?

Ya, kupon ORI030 dikenakan pajak final sebesar 10%, lebih rendah dibanding pajak bunga deposito.

Apakah besaran kupon ORI030 bisa berubah?

Tidak. Kupon ORI030 bersifat fixed rate dan tetap sama sejak diterbitkan hingga jatuh tempo, meskipun suku bunga acuan berubah.

Berapa minimum dan maksimum pembelian ORI030?

Minimum Rp1 juta dan kelipatannya. Maksimum pembelian ORI030T3 Rp5 miliar, sedangkan ORI030T6 Rp10 miliar per investor.

Bagaimana cara menghitung kupon ORI030 sebelum membeli?

Kalikan kupon per unit (Rp5.750 untuk ORI030T3 atau Rp5.833 untuk ORI030T6) dengan jumlah unit yang dimiliki untuk mendapatkan kupon bruto, lalu kurangi 10% dari kupon bruto tersebut untuk mendapatkan kupon neto, seperti simulasi pada Memorandum Informasi ORI030.

Profil Penulis

Hanum Kusuma Dewi

Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi termasuk reksa dana, saham, SBN hingga emas. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang mena