
Bareksa - Bayangkan kamu menaruh Rp500 juta di deposito bank dengan bunga penjaminan LPS 3,5% per tahun. Setelah dipotong pajak 20%, imbal hasil bersih yang kamu terima sekitar Rp1,17 juta per bulan.
Sekarang bayangkan kamu menaruh uang yang sama di ST016-T4 — Sukuk Tabungan seri terbaru dari pemerintah Indonesia — dengan kupon 6,25% dan pajak hanya 10%. Imbal hasil bersihmu setiap bulan: Rp2,34 juta.
Selisihnya hampir Rp1,18 juta per bulan, atau lebih dari Rp14 juta per tahun, hanya dari perbedaan instrumen. Bukan dari perbedaan nominal. Bukan dari keberuntungan. Ini matematis, berbasis data, dan bisa kamu hitung sendiri.
⚡ Kenapa selisihnya sebesar itu?
|
ST016 adalah Sukuk Tabungan seri ke-16 yang diterbitkan pemerintah Indonesia. Instrumen ini berbasis syariah dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) dan proyek APBN 2026. Artinya, dana yang kamu investasikan digunakan langsung untuk membiayai pembangunan negara.
Tipe kuponnya adalah Floating with Floor: kupon mengikuti pergerakan BI Rate, bisa naik tapi ada batas bawah yang tidak bisa dilanggar. Artinya:
Jika BI Rate naik → kupon ST016 ikut naik, kamu untung lebih
Jika BI Rate turun → kupon ST016 TIDAK ikut turun, terlindungi di level floor
Floor ST016-T2: 6,05% (BI Rate + 130 bps)
Floor ST016-T4: 6,25% (BI Rate + 150 bps)
📌 Masa Penawaran ST016 Buka: 8 Mei 2026 | Tutup: 3 Juni 2026 pukul 12.00 WIB Setelmen: 10 Juni 2026 | Kupon pertama: 10 Juli 2026 |
Tabel di bawah menunjukkan imbal hasil bersih per bulan setelah pajak, untuk berbagai nominal investasi. Asumsi: kupon ST016-T2 = 6,05%, ST016-T4 = 6,25%, deposito = 3,5% (bunga penjaminan LPS). Pajak kupon ST = 10%, pajak bunga deposito = 20%.
Nilai Investasi | ST016-T2 Neto/Bln | ST016-T4 Neto/Bln | Deposito Neto/Bln* |
|---|---|---|---|
Rp1.000.000 | Rp4.538 | Rp4.687 | Rp2.333 |
Rp5.000.000 | Rp22.689 | Rp23.436 | Rp11.667 |
Rp10.000.000 | Rp45.378 | Rp46.872 | Rp23.333 |
Rp20.000.000 | Rp90.756 | Rp93.744 | Rp46.667 |
Rp50.000.000 | Rp226.890 | Rp234.360 | Rp116.667 |
Rp100.000.000 | Rp453.780 | Rp468.720 | Rp233.333 |
Rp250.000.000 | Rp1.134.450 | Rp1.171.800 | Rp583.333 |
Rp500.000.000 | Rp2.268.900 | Rp2.343.600 | Rp1.166.667 |
Rp1.000.000.000 | Rp4.537.800 | Rp4.687.200 | Rp2.333.333 |
Rp2.000.000.000 | Rp9.075.600 | Rp9.374.400 | Rp4.666.667 |
Rp5.000.000.000 | Rp22.689.000 | Rp23.436.000 | Rp11.666.667 |
Rp10.000.000.000 | - | Rp46.872.000 | Rp23.333.333 |
*Deposito: asumsi bunga 3,5%/tahun (bunga penjaminan LPS, Feb–Mei 2026), pajak 20%. Simulasi bersifat ilustratif, angka aktual dapat berbeda.
Sumber: Memorandum Informasi, diolah Bareksa
🎯 Sorotan Simulasi Rp500 juta di ST016-T4: Rp2.343.600 bersih per bulan vs Rp1.166.667 di deposito — selisih Rp1.177.083/bulan Rp100 juta di ST016-T4: Rp468.720 bersih per bulan vs Rp233.333 di deposito — dua kali lebih tinggi Rp10 juta di ST016-T2: Rp45.378 bersih per bulan vs Rp23.333 di deposito — hampir 2x lipat meski dari nominal kecil |
ST016 hadir dalam dua pilihan tenor. Keduanya sama-sama floating with floor, tapi ada perbedaan yang perlu kamu tahu:
ST016-T2 (Tenor 2 Tahun) | ST016-T4 (Tenor 4 Tahun) | |
|---|---|---|
Kupon Floor | 6,05%/tahun | 6,25%/tahun |
Jatuh Tempo | 10 Juni 2028 | 10 Mei 2030 |
Max. Pembelian | Rp5.000.000.000 | Rp10.000.000.000 |
Cocok untuk | Fleksibilitas, reinvestasi lebih cepat | Lock-in return lebih tinggi & jangka panjang |
Pembelian ST016 di Bareksa sepenuhnya online, tanpa perlu ke kantor atau antre. Cukup 5 langkah:
Login ke akun Bareksa (daftar gratis jika belum punya akun).
Pilih menu SBN → Sukuk Tabungan ST016.
Tentukan nominal investasi (minimal Rp1.000.000) dan pilih tenor: T2 atau T4.
Dapat kode billing. Lakukan pembayaran sesuai kode billing melalui transfer bank atau virtual account.
ST016 tercatat di portofolio kamu per tanggal setelmen, 10 Juni 2026. Kupon pertama masuk 10 Juli 2026.
⏰ Jangan sampai kehabisan. Masa penawaran tutup 3 Juni 2026 pukul 12.00 WIB. Seri sebelumnya (ST015) kuotanya habis sebelum masa penawaran berakhir. |
ST016 menawarkan kombinasi yang jarang ada di instrumen investasi ritel: imbal hasil kompetitif, perlindungan floor, keamanan penuh dari negara, dan basis syariah dengan underlying asset nyata.
Dibandingkan deposito bank, keunggulan ST016 bukan sekadar soal angka — tapi juga soal efisiensi pajak dan kepastian return minimum. Untuk investor yang ingin imbal hasil stabil dengan risiko minimal, ST016 adalah pilihan yang sulit diabaikan.
Masa penawaran terbuka mulai 8 Mei 2026. Mulai dari Rp1 juta, kamu sudah bisa berinvestasi di instrumen yang sama dengan yang digunakan membiayai pembangunan Indonesia.
👉 Beli ST016 Sekarang di Bareksa Masa penawaran: 8 Mei – 3 Juni 2026 pukul 12.00 WIB | Min. investasi: Rp1.000.000 Buka aplikasi Bareksa untuk mulai pemesanan. |
Apakah kupon ST016 bisa turun di bawah 6,05%? |
Tidak. Itulah fungsi floor dalam mekanisme floating with floor. Meskipun BI Rate turun signifikan, kupon ST016-T2 tidak akan pernah turun di bawah 6,05% dan ST016-T4 tidak akan turun di bawah 6,25%. Floor ini berlaku selama masa tenor investasi. Jadi kamu mendapat kepastian minimum return sejak hari pertama membeli.
Apakah ST016 bisa dijual sebelum jatuh tempo? |
Tidak. ST016 berjenis Non Tradable, artinya tidak bisa diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Namun, ada fasilitas Early Redemption yang memungkinkan investor mencairkan dananya sebelum jatuh tempo pada periode dan syarat tertentu yang ditetapkan pemerintah. Pastikan kamu hanya investasikan dana yang tidak dibutuhkan dalam jangka waktu tenor.
Berapa pajak atas kupon ST016 dan apakah lebih murah dari deposito? |
Pajak atas kupon ST016 adalah 10% (pajak final). Ini lebih rendah dibanding pajak bunga deposito yang sebesar 20%. Selisih pajak ini berdampak langsung pada imbal hasil bersih: dari investasi yang sama, return bersih ST016 secara konsisten lebih tinggi. Semakin besar nominal investasi, semakin terasa perbedaannya.
Kapan kupon ST016 dibayarkan dan ke rekening mana? |
Kupon ST016 dibayarkan setiap bulan, mulai tanggal 10 Juli 2026 (kupon pertama normal). Selanjutnya dibayarkan setiap tanggal 10 tiap bulan hingga jatuh tempo. Pembayaran langsung ke rekening bank yang kamu daftarkan di Bareksa, otomatis tanpa perlu klaim. Pada saat jatuh tempo, pokok investasi juga dikembalikan 100% ke rekening kamu.
Apakah ST016 aman? Bagaimana jika pemerintah gagal bayar? |
ST016 diterbitkan langsung oleh pemerintah Republik Indonesia dan dijamin oleh negara melalui Undang-Undang SBSN (Surat Berharga Syariah Negara). Pembayaran kupon dan pokok dijamin dengan anggaran negara (APBN). Risiko gagal bayar (default) pemerintah Indonesia sangat rendah, setara dengan obligasi negara lainnya. Ini menjadikan ST016 salah satu instrumen investasi paling aman yang tersedia untuk investor ritel.
(Rahmat Hidayat/hm)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
* Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi termasuk reksa dana, saham, SBN hingga emas. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.