
Bareksa - Momen libur panjang Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri sering kali identik dengan meningkatnya pengeluaran. Mulai dari biaya mudik, belanja kebutuhan Lebaran, hingga liburan bersama keluarga. Tidak heran jika setelah Lebaran, banyak orang mulai kembali menata kondisi keuangan mereka.
Namun, kondisi tersebut bisa berbeda bagi investor yang memiliki instrumen investasi dengan pendapatan rutin. Salah satunya adalah Sukuk Ritel SR024, yang memberikan imbal hasil berupa kupon bulanan. Bahkan, investor sudah bisa menikmati pembayaran kupon pertama pada 10 Mei 2026, tidak lama setelah momen Lebaran.
Dengan demikian, meskipun pengeluaran meningkat selama masa liburan, investor SR024 masih berpotensi memperoleh tambahan pemasukan dari investasi mereka.
SR024 merupakan Sukuk Negara Ritel, yaitu surat berharga syariah yang diterbitkan oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Instrumen ini menggunakan Akad Ijarah-Asset to be Leased, sehingga sesuai dengan prinsip syariah. Dana yang dihimpun dari investor akan digunakan untuk membeli hak manfaat barang milik negara, yang kemudian disewakan kepada Pemerintah. Imbalan berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut
Salah satu daya tarik utama SR024 adalah pembayaran kupon tetap setiap bulan. Dengan skema ini, investor dapat memperoleh arus kas rutin selama masa investasi.
SR024 sendiri terdiri dari dua pilihan tenor, yaitu:
SR024-T3 dengan tenor 3 tahun
SR024-T5 dengan tenor 5 tahun
Pemerintah juga menetapkan batas minimum pembelian Rp1 juta (1 unit) dengan kelipatan pembelian Rp1 juta. Sementara itu, maksimal pembelian untuk masing-masing seri, yakni:
SR024-T3 maksimal Rp5 miliar per investor
SR024-T5 maksimal Rp10 miliar per investor
Pembayaran kupon pertama SR024 dijadwalkan pada 10 Mei 2026. Kupon perdana ini bersifat short coupon, karena periode pembayaran pertama belum genap satu bulan sejak tanggal setelmen (22 April 2026).
Meski demikian, investor tetap akan menerima imbal hasil sesuai dengan jumlah investasi yang dimiliki. Setelah pembayaran pertama tersebut, kupon selanjutnya akan dibayarkan setiap bulan hingga jatuh tempo.
Dengan skema ini, SR024 dapat menjadi salah satu instrumen yang memberikan cash flow rutin bagi investor, bahkan setelah momen Lebaran berlalu.
Berikut ilustrasi potensi short coupon yang diterima investor pada pembayaran pertama tanggal 10 Mei.
Investasi | SR024-T3 (Setelah Pajak) | SR024-T5 (Setelah Pajak) |
Rp10 juta | Rp24.975 | Rp26.550 |
Rp50 juta | Rp124.875 | Rp132.750 |
Rp100 juta | Rp249.750 | Rp265.500 |
Rp1 miliar | Rp2.497.500 | Rp2.655.000 |
Rp5 miliar | Rp12.487.500 | Rp13.275.000 |
Sumber: Memorandum Informasi SR024 dari Kemenkeu, diolah Bareksa
Sebagai gambaran, jika investor membeli SR024-T5 hingga batas maksimal Rp10 miliar, maka potensi short coupon pertama yang diterima mencapai sekitar Rp26,55 juta setelah pajak.
Setelah pembayaran pertama tersebut, kupon SR024 akan dibayarkan setiap bulan, sehingga investor dapat menikmati pendapatan rutin dari investasi ini.
SR024 ditawarkan dalam dua pilihan tenor atau jangka waktu investasi, yaitu 3 tahun dan 5 tahun. Masing-masing tenor menawarkan tingkat kupon yang berbeda.
Kupon tersebut dibayarkan setiap bulan langsung ke rekening investor. Selain itu, tingkat kupon bersifat fixed sampai jatuh tempo, sehingga tidak akan berubah meskipun kondisi suku bunga di pasar mengalami fluktuasi.
Contoh Perhitungan SR024T3 (Kupon 5,55%)
Menurut Memorandum Informasi, 1 unit SR024T3 memberikan kupon per bulan Rp4.625. Jika investor membeli 10 unit SR024T3 (Rp10.000.000):
Kupon per bulan: Rp4.625 x 10 unit = Rp46.250
Pajak 10%: Rp4.625
Kupon bersih per bulan: Rp41.625
Contoh Perhitungan SR024T5 (Kupon 5,90%)
Menurut Memorandum Informasi, 1 unit SR024T5 memberikan kupon per bulan Rp4.917. Jika investor membeli 10 unit SR024T5 (Rp10.000.000):
Kupon per bulan: Rp4.917 x 10 unit = Rp49.170
Pajak 10%: Rp4.917
Kupon bersih per bulan: Rp44.253
Dengan skema kupon tetap bulanan, SR024 dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin membangun passive income secara stabil.
Pendapatan dari kupon ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, misalnya:
menambah arus kas bulanan
diinvestasikan kembali untuk memperbesar portofolio
atau menjadi dana tambahan untuk kebutuhan pribadi
Selain itu, karena diterbitkan oleh pemerintah, Sukuk Ritel juga dikenal sebagai instrumen yang relatif stabil dan memiliki tingkat risiko yang terjaga.
Bagi investor yang ingin tetap berinvestasi sesuai prinsip syariah sekaligus mendapatkan pendapatan rutin, SR024 dapat menjadi salah satu pilihan menarik—terutama ketika pemasukan tambahan tetap bisa diperoleh bahkan setelah momen Lebaran berlalu.
Apa itu Sukuk Ritel SR024?
Sukuk Ritel SR024 adalah surat berharga syariah yang diterbitkan pemerintah untuk investor individu Warga Negara Indonesia. Instrumen ini memberikan imbal hasil berupa kupon tetap yang dibayarkan setiap bulan selama masa investasi. Dana yang dihimpun dari investor digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan negara. Karena berbasis syariah, SR024 menggunakan akad ijarah dan pengelolaannya mengikuti prinsip syariah yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Kapan investor mulai menerima kupon SR024?
Investor SR024 akan menerima kupon pertama pada 10 Mei 2026, yang merupakan pembayaran kupon perdana setelah masa setelmen. Pembayaran pertama ini bersifat short coupon, karena periode perhitungannya belum genap satu bulan sejak tanggal setelmen. Setelah pembayaran pertama tersebut, kupon akan dibayarkan secara rutin setiap bulan hingga masa jatuh tempo sukuk.
Berapa minimal dan maksimal investasi di SR024?
Minimal pembelian SR024 adalah Rp1 juta dan kelipatannya. Sementara itu, pemerintah menetapkan batas maksimal investasi yang berbeda untuk masing-masing seri. Untuk SR024-T3 dengan tenor 3 tahun, batas maksimal pembelian adalah Rp5 miliar per investor, sedangkan SR024-T5 dengan tenor 5 tahun memiliki batas maksimal Rp10 miliar per investor.
Apakah kupon SR024 dikenakan pajak?
Ya, kupon SR024 dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku untuk surat berharga negara. Namun tarif pajaknya relatif lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito. Pajak atas kupon SR024 saat ini sebesar 10%, yang langsung dipotong sebelum kupon dibayarkan kepada investor. Dengan demikian, investor akan menerima imbal hasil bersih setelah pajak setiap bulan.
Apa keuntungan investasi di SR024?
Salah satu keuntungan utama SR024 adalah kupon tetap yang dibayarkan setiap bulan, sehingga investor bisa mendapatkan pendapatan rutin. Selain itu, instrumen ini diterbitkan oleh pemerintah sehingga memiliki tingkat keamanan yang relatif tinggi. SR024 juga berbasis syariah, sehingga cocok bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip keuangan syariah sekaligus memperoleh potensi passive income secara stabil.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/hm)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
* Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan S2 di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.