
Bareksa - Pemerintah kembali akan menawarkan Sukuk Ritel seri SR024 mulai 6 Maret hingga 15 April 2026. Menjelang masa penawaran, Tim Analis Bareksa memprediksi imbal hasil (kupon) SR024 berpotensi lebih menarik dibandingkan seri SBN tradable (yang bisa diperdagangkan di pasar sekunder) sebelumnya.
Berdasarkan perhitungan dan kondisi pasar terkini, berikut kisaran prediksi kupon:
SR024T3 (tenor 3 tahun): 5,5% – 5,6%
SR024T5 (tenor 5 tahun): 5,9% – 6%
Angka tersebut diperkirakan sedikit lebih tinggi dibandingkan kupon ORI029 yang ditawarkan pada 26 Januari – 19 Februari 2026.
Prediksi ini mempertimbangkan beberapa faktor utama di pasar obligasi dan makroekonomi:
1. Kenaikan Yield SBN di Pasar Sekunder
Yield SBN tenor 10 tahun di pasar sekunder mengalami kenaikan menjadi sekitar 6,4%, dari sebelumnya di kisaran 6,0% pada awal tahun.
Sementara itu, yield SBN tenor 5 tahun juga naik dari 5,5% menjadi sekitar 5,75%.
Kenaikan yield di pasar sekunder umumnya menjadi pertimbangan dalam penentuan kupon SBN ritel baru agar tetap kompetitif dan menarik bagi investor.
2. Inflasi Mulai Meningkat
Inflasi tahunan (year on year) per Januari 2026 tercatat naik menjadi 3,55%, dari sebelumnya 2,9% pada Desember 2025.
Kenaikan inflasi dapat mendorong ekspektasi imbal hasil yang lebih tinggi agar investor tetap memperoleh real return yang optimal.
Sementara itu, suku bunga acuan BI Rate masih ditahan di 4,75%, per Februari 2026. Selain itu, bunga deposito bank umum yang dijamin LPS sebesar 3,5%, berlaku hingga 31 Mei 2026.
Jika prediksi ini terealisasi, SR024 berpotensi menjadi pilihan menarik bagi investor yang menginginkan:
Imbal hasil tetap (fixed coupon)
Pembayaran kupon rutin setiap bulan
Instrumen sesuai prinsip syariah
Dijamin oleh negara
Dengan tenor 3 dan 5 tahun, investor juga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan likuiditas dan perencanaan keuangan.
Masa penawaran SR024 berlangsung pada 6 Maret – 15 April 2026 melalui mitra distribusi resmi, termasuk Bareksa.
Kupon resmi akan diumumkan oleh Kementerian Keuangan sebelum masa penawaran dimulai, paling lambat 5 Maret 2026.
Karena kupon bersifat tetap hingga jatuh tempo, momentum pembelian saat masa penawaran menjadi sangat penting.
Apakah SR024 akan menjadi instrumen andalan di tengah tren kenaikan yield dan inflasi? Menarik untuk dinantikan penetapan resmi kuponnya.
Sukuk Negara Ritel adalah surat berharga negara berbasis syariah yang diterbitkan pemerintah untuk investor individu WNI.
Berbeda dengan obligasi konvensional seperti ORI, SR menggunakan akad syariah (umumnya ijarah/asset-based) sehingga:
Dari sisi karakteristik investasi, SR tetap menawarkan:
Bagaimana cara pemerintah menentukan kupon Sukuk Ritel (SR)?
Penentuan kupon SR mempertimbangkan kondisi pasar obligasi (yield SBN di pasar sekunder), inflasi, suku bunga acuan, serta kondisi likuiditas global dan domestik. Pemerintah juga melihat minat investor terhadap seri sebelumnya, seperti ORI029. Kupon ditetapkan agar tetap kompetitif, menarik bagi investor ritel, namun tetap efisien bagi pembiayaan negara.
Apakah kupon SR bisa berubah setelah ditetapkan?
Tidak. Kupon Sukuk Ritel bersifat tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo. Artinya, setelah pemerintah mengumumkan kupon resmi saat masa penawaran, tingkat imbal hasil tersebut tidak akan berubah meskipun kondisi pasar atau suku bunga bergerak naik atau turun.
Kapan investor mulai menerima pembayaran kupon SR?
Kupon SR dibayarkan setiap bulan. Pembayaran pertama biasanya dilakukan satu bulan setelah tanggal setelmen (penerbitan). Tanggal pastinya tercantum dalam memorandum informasi dari masing-masing seri yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan. Selanjutnya, investor akan menerima imbal hasil rutin setiap bulan hingga jatuh tempo, langsung ke rekening yang terdaftar.
Apakah kupon SR lebih tinggi dari deposito?
Secara historis, kupon SR sering kali lebih kompetitif dibanding rata-rata bunga deposito bank BUMN. Selain itu, pajak kupon SR lebih rendah dibanding pajak bunga deposito, sehingga potensi imbal hasil bersih bisa lebih menarik. Namun, perbandingan tetap bergantung pada kondisi pasar saat penerbitan.
Apa yang mempengaruhi besar kecilnya kupon SR di setiap seri?
Beberapa faktor utama meliputi pergerakan yield SBN tenor menengah-panjang, inflasi, suku bunga acuan Bank Indonesia, serta kondisi pasar keuangan global. Jika yield pasar sedang naik, kupon seri SR baru berpotensi ditawarkan lebih tinggi agar tetap kompetitif dan menarik bagi investor.
(Christian Halim/Sigma Kinasih, CTA, CFP/hm)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
* Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.