
Bareksa - Pada 23 Februari 2026, Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko resmi menetapkan hasil penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029. Hasilnya? Rp14,44 triliun terserap pasar dalam masa penawaran 26 Januari – 19 Februari 2026.
Lalu, apa maknanya bagi investor dan pasar keuangan?
Total penjualan ORI029 mencapai Rp14.440.134.000.000, terdiri dari:
Kupon tetap (fixed rate):
Seluruh dana digunakan untuk pembiayaan APBN 2026.
Indikator | ORI029T3 | ORI029T6 | Total |
|---|---|---|---|
Total Penjualan | Rp10,95 T | Rp3,49 T | Rp14,44 T |
Kupon | 5,45% | 5,80% | Fixed Rate |
Total Investor | 33.240 | 11.928 | 42.612 |
Investor Baru SUN | - | - | 15.294 |
Investor Baru SBN | - | - | 10.865 |
Investor Rp1 Juta | - | - | 5.595 (13,13%) |
Dominasi Gender | Perempuan 57,86% (jumlah) | ||
Sumber: Kemenkeu
Berdasarkan Generasi (Jumlah Investor)
Generasi | Persentase |
|---|---|
Gen Z | 6,07% |
Milenial | 46,82% |
Gen X | 31,93% |
Baby Boomers | 14,40% |
Tradisionalis | 0,78% |
Sumber: Kemenkeu
Secara nominal, dana terbesar masih dari Gen X (40,14%) dan Baby Boomers (32,68%).
Berdasarkan Profesi
Profesi | Persentase Investor |
|---|---|
Pegawai Swasta | 35,06% |
Wiraswasta | 19,63% |
Pelajar/Mahasiswa | 10,50% |
Ibu Rumah Tangga | 8,34% |
PNS/TNI/Polri | 7,48% |
Profesional | 3,99% |
Pegawai Otoritas/BUMN | 3,13% |
Pensiunan | 2,98% |
Lainnya | 8,89% |
Sumber: Kemenkeu
Menariknya, secara nominal dana, wiraswasta mendominasi 39,84%.
Kategori | ORI029T3 | ORI029T6 |
|---|---|---|
Masa Penawaran | 26 Januari - 19 Februari 2026 | |
Tanggal Penetapan | 23 Februari 2026 | |
Tanggal Setelmen | 25 Februari 2026 | |
Pencatatan di Bursa | 26 Februari 2026 | |
Jatuh Tempo | 15 Februari 2029 | 15 Februari 2032 |
Tenor | 3 Tahun | 6 Tahun |
Kupon (Fixed Rate) | 5,45% per tahun | 5,80% per tahun |
Pembayaran Kupon | Setiap tanggal 15 | |
Kupon Perdana | 15 April 2026 | 15 April 2026 |
Minimum Investasi | Rp1 juta | |
Maksimum Investasi | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
Sifat | Scripless & dapat diperdagangkan di pasar sekunder | |
Agen Pembayar | Bank Indonesia | |
Penerbit | Pemerintah Republik Indonesia | |
Sumber: Kemenkeu
Keberhasilan ORI029 yang terjual Rp14,44 triliun menunjukkan minat masyarakat terhadap SBN Ritel tetap kuat, bahkan di tengah tren suku bunga yang menurun. Basis investor makin luas, didominasi milenial dan investor perempuan, serta ditopang investor baru yang signifikan.
Namun momentum ini tidak berhenti di ORI029.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia kembali melanjutkan rangkaian penerbitan SBN Ritel 2026 dengan menghadirkan SR024 (Sukuk Negara Ritel).
📅 Masa penawaran: 6 Maret – 15 April 2026
Artinya, jeda setelah setelmen ORI029 relatif singkat. Investor yang tidak kebagian kuota ORI029, atau ingin diversifikasi ke instrumen berbasis syariah, bisa bersiap sejak awal Maret.
Sukuk Negara Ritel adalah surat berharga negara berbasis syariah yang diterbitkan pemerintah untuk investor individu WNI.
Berbeda dengan obligasi konvensional seperti ORI, SR menggunakan akad syariah (umumnya ijarah/asset-based) sehingga:
Dari sisi karakteristik investasi, SR tetap menawarkan:
1. Alternatif Syariah di Tengah Tren Suku Bunga Turun
Jika tren penurunan suku bunga berlanjut, instrumen fixed income seperti SR berpotensi tetap kompetitif dan bahkan menarik di pasar sekunder.
2. Diversifikasi Portofolio
Investor ORI029 bisa menambah eksposur ke:
Diversifikasi ini penting untuk menjaga stabilitas arus kas dan risiko portofolio.
3. Momentum Partisipasi Milenial & Perempuan
Dominasi milenial (46,82%) dan investor perempuan (57,86%) di ORI029 menunjukkan literasi dan inklusi keuangan meningkat. SR024 berpotensi melanjutkan tren ini, terutama bagi investor yang mengutamakan prinsip halal.
4. Kontribusi ke APBN & Proyek Nasional
Seperti ORI, dana SR digunakan untuk pembiayaan APBN dan pembangunan nasional, sehingga investor tidak hanya mengejar imbal hasil, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi negara.
Seri | Jenis | Periode Penawaran (tentatif) |
|---|---|---|
ORI029 | Obligasi Negara Ritel | 26 Jan – 19 Feb 2026 |
SR024 | Sukuk Negara Ritel | 6 Mar – 15 Apr 2026 |
ST016 | Sukuk Tabungan | 8 Mei – 3 Jun 2026 |
ORI030 | Obligasi Negara Ritel | 6 Jul – 30 Jul 2026 |
SR025 | Sukuk Ritel | 21 Agt – 16 Sep 2026 |
SBR015 | Savings Bond Ritel | 28 Sep – 22 Okt 2026 |
ST017 | Sukuk Tabungan | 6 Nov – 2 Des 2026 |
Sumber: Kemenkeu
Keberhasilan ORI029 menjadi sinyal kuat bahwa investor ritel Indonesia semakin matang dan aktif. Kini, estafet berlanjut ke SR024 sebagai pilihan investasi syariah yang stabil, kompetitif, dan sesuai prinsip halal.
Bagi investor yang:
SR024 layak masuk radar sejak awal Maret 2026.
1. Apakah SR024 memiliki minimum holding period?
Ya, seperti SBN ritel lainnya, SR biasanya memiliki masa minimum kepemilikan sebelum bisa dijual di pasar sekunder.
2. Apakah imbal hasil SR024 dibayarkan setiap bulan?
Umumnya imbalan Sukuk Ritel dibayarkan secara berkala (bulanan), mengikuti ketentuan seri yang diterbitkan.
3. Apakah SR024 bisa dibeli oleh investor di luar negeri?
SR ditujukan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dengan KTP dan NPWP.
4. Apakah ada risiko kerugian jika dijual sebelum jatuh tempo?
Ada potensi harga naik atau turun di pasar sekunder tergantung kondisi suku bunga dan pasar obligasi.
5. Apakah kuota SR024 bisa habis sebelum masa penawaran berakhir?
Ya, jika minat investor tinggi dan kuota nasional terpenuhi, penawaran bisa ditutup lebih awal.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.