Berita / SBN / Artikel

SBN ORI029 vs Deposito Bank: Mana Lebih Ampuh Kalahkan Inflasi 2026?

Abdul Malik • 03 Feb 2026

an image
Ilustrasi investasi di SBN Ritel, salah satunya ORI029 yang imbal hasil riilnya mampu melawan inflasi. (Shutterstock)

ORI029 vs deposito 2026: bandingkan imbal hasil riil setelah pajak dan inflasi. Simulasi Rp100 juta & Rp1 miliar, mana lebih unggul?

Bareksa – Bagi investor konservatif, tantangan utama di 2026 bukan sekadar mencari instrumen aman, tetapi menjaga nilai uang agar tidak tergerus inflasi. 

Karena itu, membandingkan imbal hasil riil, hasil setelah pajak dan inflasi menjadi kunci, khususnya antara Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 dan deposito bank.

Inflasi Indonesia 2026: Terkendali, Tapi Menggerus Nilai Uang

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Januari 2026 sebesar 3,55% (yoy), meski secara bulanan terjadi deflasi 0,15%. Bank Indonesia memproyeksikan inflasi 2026–2027 akan kembali stabil di kisaran 2,5% ±1%.

Artinya, instrumen investasi ideal di Indonesia tetap harus memberikan imbal hasil di atas inflasi agar daya beli investor tidak menyusut.

Mengenal ORI029

ORI029 adalah Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang diterbitkan pemerintah dan dijamin 100% oleh negara dan ditawarkan kepada individu warga negara Indonesia (WNI). ORI029 bisa diperdagangkan di pasar sekunder mulai 16 April 2026, minimum pembelian Rp1 juta, maksimal Rp15 miliar dengan masa penawaran pada 26 Januari hingga 19 Februari 2026. 

ORI029 terdiri dari dua seri:

  • ORI029T3 (tenor 3 tahun): kupon 5,45%
  • ORI029T6 (tenor 6 tahun): kupon 5,80%

Kupon bersifat tetap (fixed rate), dibayarkan setiap bulan, dan dikenakan pajak 10%.
Dengan demikian, imbal hasil bersih per tahun menjadi:

  • ORI029T3: ±4,91%
  • ORI029T6: ±5,22%

Minimum pembelian Rp1 juta dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa minimum holding period.

Deposito Bank di 2026: Aman, Tapi.. 

Sebagai pembanding, rata-rata bunga deposito bank besar pada awal 2026 berada di kisaran 2,5% per tahun. Batas bunga yang dijamin LPS (TBP) saat ini 3,5%, sehingga bunga bersih setelah pajak 20% menjadi sekitar 2,8% per tahun.

Simulasi Imbal Hasil Riil (Setelah Inflasi)

Dengan asumsi inflasi 3%, berikut gambaran imbal hasil riil:

Instrumen
Imbal Hasil Bersih
Imbal Hasil Riil

ORI029T3

4,91%

1,9%

ORI029T6

5,22%

2,2%

Deposito

2,8%

(-0,2%)

Sumber: Kemenkeu, LPS, diolah Bareksa

Deposito berisiko kalah dari inflasi, sementara ORI029 masih memberikan imbal hasil riil positif.

Simulasi Investasi Nominal & Imbal Hasil Riil (per tahun)

Investasi Rp100 Juta

Instrumen
Bunga / Kupon Bersih
Imbal Hasil Bersih (Rp)
Imbal Hasil Riil (%)
Imbal Hasil Riil (Rp)

ORI029T3

4,91%

Rp4,9 juta

1,91%

Rp1,9 juta

ORI029T6

5,22%

Rp5,22 juta

2,22%

Rp2,22 juta

Deposito

2,8%

Rp2,8 juta

(-0,2%)

(-Rp200 ribu)

Sumber: Kemenkeu, LPS, diolah Bareksa

Investasi Rp1 Miliar

Instrumen
Bunga / Kupon Bersih
Imbal Hasil Bersih (Rp)
Imbal Hasil Riil (%)
Imbal Hasil Riil (Rp)

Instrumen

Bunga / Kupon Bersih

Imbal Hasil Bersih (Rp)

Imbal Hasil Riil (%)

Imbal Hasil Riil (Rp)

ORI029T3

4,91%

Rp49 juta

1,91%

Rp19 juta

ORI029T6

5,22%

Rp52,2 juta

2,22%

Rp22,2 juta

Deposito

2,8%

Rp28 juta

(-0,2%)

(-Rp2 juta)

Sumber: Kemenkeu, LPS, diolah Bareksa

Intinya: 

  • ORI029T6 memberi imbal hasil riil positif baik di investasi Rp100 juta maupun Rp1 miliar.
  • Deposito kalah dari inflasi, sehingga secara riil nilai uang justru menyusut.
  • Selisih imbal hasil bersih nominal ORI029T6 vs deposito mencapai sekitar Rp24,2 juta per tahun untuk dana Rp1 miliar, dan selisih imbal hasil riilnya bahkan lebih lebar.

Risiko: Mana Lebih Aman?

ORI029

  • Dijamin 100% oleh negara
  • Kupon tetap dan dibayar bulanan
  • Harga bisa naik/turun jika dijual sebelum jatuh tempo

Deposito

  • Dijamin LPS maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank
  • Bunga bisa turun saat perpanjangan
  • Tidak fleksibel jika dicairkan sebelum jatuh tempo

Keduanya sama-sama konservatif, tetapi risiko utama ORI adalah fluktuasi harga, sementara deposito berisiko kalah dari inflasi dan bunga turun.

Mana yang Lebih Cocok di 2026?

Deposito cocok untuk parkir dana jangka sangat pendek dan kebutuhan likuiditas pasti.

ORI029 lebih cocok untuk investor yang:

  • Ingin pendapatan bulanan rutin
  • Mengincar imbal hasil riil positif
  • Tidak membutuhkan dana dalam waktu dekat

Kesimpulan 

ORI029, baik seri ORI029T3 maupun ORI029T6, secara faktual lebih unggul dari deposito dalam menjaga nilai uang di tengah inflasi 2026. Dengan pajak lebih rendah dan kupon tetap, ORI029 memberikan imbal hasil riil positif, sementara deposito berpotensi stagnan secara riil. Bagi investor konservatif, ORI029 layak menjadi alternatif utama selain deposito.

FAQ 

1. Apakah kupon ORI029 bisa otomatis direinvestasikan?
Tidak otomatis, investor perlu melakukan reinvestasi sendiri.

2. Apakah ORI029 cocok untuk dana darurat?
Kurang ideal, karena harga bisa fluktuatif jika dijual cepat.

3. Apakah ORI029 bisa diwariskan?
Bisa, karena tercatat sebagai aset kepemilikan investor.

4. Apakah ORI029 wajib ditahan sampai jatuh tempo?
Tidak wajib, bisa dijual di pasar sekunder setelah masa minimum holding period.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Beli ORI029 di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.