
Bareksa – Bagi investor konservatif, tantangan utama di 2026 bukan sekadar mencari instrumen aman, tetapi menjaga nilai uang agar tidak tergerus inflasi.
Karena itu, membandingkan imbal hasil riil, hasil setelah pajak dan inflasi menjadi kunci, khususnya antara Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 dan deposito bank.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Januari 2026 sebesar 3,55% (yoy), meski secara bulanan terjadi deflasi 0,15%. Bank Indonesia memproyeksikan inflasi 2026–2027 akan kembali stabil di kisaran 2,5% ±1%.
Artinya, instrumen investasi ideal di Indonesia tetap harus memberikan imbal hasil di atas inflasi agar daya beli investor tidak menyusut.
ORI029 adalah Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang diterbitkan pemerintah dan dijamin 100% oleh negara dan ditawarkan kepada individu warga negara Indonesia (WNI). ORI029 bisa diperdagangkan di pasar sekunder mulai 16 April 2026, minimum pembelian Rp1 juta, maksimal Rp15 miliar dengan masa penawaran pada 26 Januari hingga 19 Februari 2026.
ORI029 terdiri dari dua seri:
Kupon bersifat tetap (fixed rate), dibayarkan setiap bulan, dan dikenakan pajak 10%.
Dengan demikian, imbal hasil bersih per tahun menjadi:
Minimum pembelian Rp1 juta dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa minimum holding period.
Sebagai pembanding, rata-rata bunga deposito bank besar pada awal 2026 berada di kisaran 2,5% per tahun. Batas bunga yang dijamin LPS (TBP) saat ini 3,5%, sehingga bunga bersih setelah pajak 20% menjadi sekitar 2,8% per tahun.
Dengan asumsi inflasi 3%, berikut gambaran imbal hasil riil:
Instrumen | Imbal Hasil Bersih | Imbal Hasil Riil |
|---|---|---|
ORI029T3 | 4,91% | 1,9% |
ORI029T6 | 5,22% | 2,2% |
Deposito | 2,8% | (-0,2%) |
Sumber: Kemenkeu, LPS, diolah Bareksa
Deposito berisiko kalah dari inflasi, sementara ORI029 masih memberikan imbal hasil riil positif.
Investasi Rp100 Juta
Instrumen | Bunga / Kupon Bersih | Imbal Hasil Bersih (Rp) | Imbal Hasil Riil (%) | Imbal Hasil Riil (Rp) |
|---|---|---|---|---|
ORI029T3 | 4,91% | Rp4,9 juta | 1,91% | Rp1,9 juta |
ORI029T6 | 5,22% | Rp5,22 juta | 2,22% | Rp2,22 juta |
Deposito | 2,8% | Rp2,8 juta | (-0,2%) | (-Rp200 ribu) |
Sumber: Kemenkeu, LPS, diolah Bareksa
Investasi Rp1 Miliar
Instrumen | Bunga / Kupon Bersih | Imbal Hasil Bersih (Rp) | Imbal Hasil Riil (%) | Imbal Hasil Riil (Rp) |
|---|---|---|---|---|
Instrumen | Bunga / Kupon Bersih | Imbal Hasil Bersih (Rp) | Imbal Hasil Riil (%) | Imbal Hasil Riil (Rp) |
ORI029T3 | 4,91% | Rp49 juta | 1,91% | Rp19 juta |
ORI029T6 | 5,22% | Rp52,2 juta | 2,22% | Rp22,2 juta |
Deposito | 2,8% | Rp28 juta | (-0,2%) | (-Rp2 juta) |
Sumber: Kemenkeu, LPS, diolah Bareksa
Intinya:
ORI029
Deposito
Keduanya sama-sama konservatif, tetapi risiko utama ORI adalah fluktuasi harga, sementara deposito berisiko kalah dari inflasi dan bunga turun.
Deposito cocok untuk parkir dana jangka sangat pendek dan kebutuhan likuiditas pasti.
ORI029 lebih cocok untuk investor yang:
ORI029, baik seri ORI029T3 maupun ORI029T6, secara faktual lebih unggul dari deposito dalam menjaga nilai uang di tengah inflasi 2026. Dengan pajak lebih rendah dan kupon tetap, ORI029 memberikan imbal hasil riil positif, sementara deposito berpotensi stagnan secara riil. Bagi investor konservatif, ORI029 layak menjadi alternatif utama selain deposito.
1. Apakah kupon ORI029 bisa otomatis direinvestasikan?
Tidak otomatis, investor perlu melakukan reinvestasi sendiri.
2. Apakah ORI029 cocok untuk dana darurat?
Kurang ideal, karena harga bisa fluktuatif jika dijual cepat.
3. Apakah ORI029 bisa diwariskan?
Bisa, karena tercatat sebagai aset kepemilikan investor.
4. Apakah ORI029 wajib ditahan sampai jatuh tempo?
Tidak wajib, bisa dijual di pasar sekunder setelah masa minimum holding period.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.