
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 1% pada sesi pertama perdagangan Rabu (21/1/2026), menurun karena sentimen global makin menekan pasar saham domestik Indonesia. Volatilitas ini terjadi menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia dan setelah ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump yang membuat banyak pasar ekuitas global panik.
Selain melemahnya IHSG, Wall Street juga ambruk pada sesi sebelumnya, dengan indeks seperti S&P 500 turun sekitar 2,1%, Dow Jones turun 1,8%, dan Nasdaq turun 2,4%, kinerja terburuk sejak Oktober lalu akibat ketegangan tentang tarif dan geopolitik pada Greenland.
Trump sempat mengunggah konten di media sosial yang menggambarkan Greenland sebagai wilayah AS, sementara juga menandai Kanada dan Venezuela, langkah yang makin memicu kekhawatiran pasar bahwa konflik perdagangan dan risiko geopolitik makin tinggi.
Saat pasar saham menjadi sangat volatile, banyak investor mulai merasa takut rugi besar saat harga turun secara tajam. Kondisi seperti itu biasanya mendorong investor melakukan flight to quality — memindahkan dana dari aset yang berisiko tinggi (saham) ke instrumen yang relatif lebih aman seperti Surat Berharga Negara (SBN), salah satunya Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029.
SBN seperti ORI029 atau seri lain menjadi pilihan karena:
ORI029 akan ditawarkan dalam 2 tenor atau jangka waktu investasi, yakni tenor 3 tahun atau ORI209T3 dan tenor 6 tahun atau ORI029T6. Berdasarkan jadwal resmi, masa penawaran ORI029 berlangsung mulai 26 Januari hingga 19 Februari 2026.
1. Lindungi modal saat pasar lagi turun
Ketika saham anjlok karena berita eksternal (misalnya tarif dagang atau isu geopolitik), SBN bisa membantu menjaga modal tetap earning — bukan stagnan atau turun drastis.
2. Dapat pendapatan tetap di tengah gejolak
SBN memberikan kupon rutin yang membuat investor merasa lebih tenang dibanding harus menghadapi fluktuasi saham yang tajam.
3. Diversifikasi portofolio jadi lebih sehat
Menggabungkan saham dan SBN dalam portofolio membantu menyeimbangkan risiko — saham untuk pertumbuhan, SBN untuk stabilitas.
Kalau pasar saham lagi turun, apakah saya harus pindahkan semua ke SBN?
Tidak harus semua. Banyak ahli menyarankan diversifikasi — sebagian tetap di saham, sebagian di SBN untuk menjaga stabilitas.
SBN aman sepenuhnya?
SBN dijamin negara, jadi relatif aman terhadap risiko gagal bayar, tetapi tetap ada risiko pasar jika dijual sebelum jatuh tempo.
Apa beda SBN dan deposito?
SBN sering memberi kupon lebih tinggi setelah pajak dibanding deposito bank, dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder.
Volatilitas pasar saham akibat sentimen global seperti ancaman tarif Trump dan isu geopolitik Greenland membuat banyak investor ritel cekatan mencari perlindungan pada instrumen yang lebih aman. Surat Berharga Negara (SBN) seperti ORI029 bukan hanya opsi defensif, tapi juga memberi pendapatan tetap yang lebih terukur di tengah ketidakpastian pasar.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(AM)
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.