Berita / SBN / Artikel

ORI029 Mulai Dijual 26 Januari 2026, Harga ORI Sebelumnya Sudah Tembus 104%

Abdul Malik • 13 Jan 2026

an image
Ilustrasi kupon (imbal hasil) SBN Ritel jenis Obligasi Negara Ritel ORI029 yang tetap. Saat suku bunga turun, potensi capital gain alias harga bisa naik di pasar sekunder. (Shutterstock)

ORI029 segera terbit 26 Januari 2026. Harga ORI di pasar sekunder melonjak hingga 104%, sinyal kuat minat investor.

Bareksa – Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan segera membuka penawaran Surat Berharga Negara (SBN) Ritel 2026. 

Seri pembuka tahun ini adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029, yang bisa dibeli investor ritel mulai 26 Januari hingga 19 Februari 2026. ORI merupakan instrumen investasi yang 100% dijamin negara, dapat dibeli mulai dari nominal kecil, dan menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo. 

Setelah melewati masa minimum holding period (MHP), ORI juga bisa diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga memberi fleksibilitas bagi investor.

ORI029 Datang di Saat yang Pas?

ORI029 biasanya ditawarkan dalam dua tenor, 3 tahun dan 6 tahun. Dengan karakter kupon tetap, ORI menjadi pilihan menarik di tengah tren suku bunga acuan yang diperkirakan menurun sepanjang 2026.

Saat bunga turun, instrumen dengan imbal hasil tetap seperti ORI justru makin diburu, karena mampu mengunci tingkat kupon lebih tinggi dibandingkan deposito atau instrumen berbunga mengambang.

Harga ORI Lama Meroket di Pasar Sekunder

Tingginya minat terhadap ORI tercermin jelas di pasar sekunder. Sejumlah seri ORI lama kini diperdagangkan jauh di atas harga wajarnya, bahkan ada yang menembus 104%.

Artinya, investor rela membayar lebih mahal demi mendapatkan kupon tetap yang relatif tinggi di tengah ekspektasi penurunan suku bunga.

Contohnya:

  • ORI027 tenor 6 tahun diperdagangkan di kisaran 104%
  • Mayoritas ORI tenor menengah–panjang berada di atas 102%
  • Hanya seri ORI terbaru yang masih sempat diperdagangkan di sekitar atau di bawah 100%

Harga Wajar ORI di Pasar Sekunder

Seri ORI
Sisa Tenor
Harga Hari Ini (%)
Imbal Hasil (Yield) (%)
Kupon Tetap (%)
Keterangan

ORI023T3

±0,5 th

100,63

4,64

5,90

Harga sedikit premium, cocok tahan sampai jatuh tempo

ORI023T6

±3,5 th

101,82

5,53

6,10

Harga wajar, yield masih menarik

ORI024T3

±0,8 th

100,93

4,84

6,10

Relatif aman untuk jangka pendek

ORI024T6

±3,8 th

102,54

5,60

6,35

Premium, cocok investor jangka menengah

ORI025T3

±1,1 th

101,31

5,02

6,25

Harga stabil, kupon masih di atas yield

ORI025T6

±4,1 th

102,70

5,66

6,40

Premium, cocok pemburu kupon

ORI026T3

±1,8 th

102,37

4,89

6,30

Harga tinggi, fokus ke kupon

ORI026T6

±4,8 th

102,69

5,75

6,40

Wajar untuk tenor panjang

ORI027T3

±2,1 th

102,68

5,29

6,50

Premium, cocok ditahan

ORI027T6

±5,1 th

104,12

5,81

6,75

Harga mahal, kupon besar

ORI028T3

±2,8 th

99,90

5,39

5,35

Diskon tipis, menarik untuk beli

ORI028T6

±5,8 th

99,68

5,71

5,65

Diskon, yield lebih tinggi

Sumber: PHEI, data dikutip 13/1/2026

Catatan:

  • Harga 100% = wajar
  • Di atas 100% = premium (lebih mahal)
  • Di bawah 100% = diskon (lebih murah)

Apa Artinya bagi Investor Ritel?

Kenaikan harga ORI di pasar sekunder memberi sinyal kuat bahwa minat terhadap SBN ritel masih sangat solid. Bagi investor, ini membawa beberapa implikasi penting:

  • ORI baru seperti ORI029 berpotensi lebih menarik, karena dibeli di harga awal (100%)
  • ORI lama yang sudah premium lebih cocok untuk tujuan kupon rutin, bukan mengejar capital gain
  • Semakin cepat masuk saat masa penawaran, semakin besar peluang mendapatkan imbal hasil optimal.

Strategi Investasi ORI029

Bagi investor ritel, ORI029 bisa dimanfaatkan dengan pendekatan sederhana:

  • Tahan hingga jatuh tempo → cocok untuk yang mencari pendapatan rutin dan stabil
  • Pantau pasar sekunder → peluang jual jika harga naik signifikan
  • Kombinasikan dengan instrumen lain seperti reksadana atau emas untuk diversifikasi.

Tabel Jadwal Penawaran SBN Ritel 2026

Produk SBN Ritel
Jenis Instrumen
Periode Penawaran (Tentatif)

ORI029

Obligasi Negara Ritel

26 Jan – 19 Feb 2026

SR024

Sukuk Ritel

6 Mar – 15 Apr 2026

ST016

Sukuk Negara Tabungan

8 Mei – 3 Jun 2026

ORI030

Obligasi Negara Ritel

6 Jul – 30 Jul 2026

SR025

Sukuk Ritel

21 Agt – 16 Sep 2026

SBR015

Savings Bond Ritel

28 Sep – 22 Okt 2026

ST017

Sukuk Negara Tabungan

6 Nov – 2 Des 2026

Sumber: Kemenkeu, 

*Semua tanggal bersifat tentatif dan dapat berubah mengikuti kebijakan Kementerian Keuangan.

Kesimpulan

Penawaran ORI029 mulai 26 Januari 2026 hadir di tengah kondisi pasar yang mendukung. Lonjakan harga ORI lama hingga 104% di pasar sekunder menjadi bukti kuat bahwa instrumen ini masih menjadi favorit investor ritel Indonesia.

Bagi investor yang ingin mengamankan kupon tetap, memanfaatkan momentum suku bunga, dan berinvestasi dengan risiko rendah, ORI029 layak masuk radar sejak hari pertama penawaran.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi SBN Ritel di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.​