
Bareksa - Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan resmi merilis jadwal penawaran Surat Berharga Negara (SBN) Ritel 2026.
SBN Ritel merupakan surat utang negara yang dapat dibeli langsung oleh investor individu di Indonesia, dengan jaminan penuh dari pemerintah.
Instrumen ini kerap menjadi pilihan utama investor ritel karena menawarkan imbal hasil kompetitif dengan risiko relatif rendah.
Jenis SBN Ritel yang Ditawarkan Sepanjang 2026
Pemerintah akan menerbitkan empat jenis SBN Ritel, yaitu:
Keempat instrumen ini memiliki karakteristik berbeda, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko investor.
Seri SBN Ritel | Jenis Instrumen | Periode Penawaran (Tentatif) |
|---|---|---|
ORI029 | Obligasi Negara Ritel | 26 Jan – 19 Feb 2026 |
SR024 | Sukuk Ritel | 6 Mar – 15 Apr 2026 |
ST016 | Sukuk Negara Tabungan | 8 Mei – 3 Jun 2026 |
ORI030 | Obligasi Negara Ritel | 6 Jul – 30 Jul 2026 |
SR025 | Sukuk Ritel | 21 Agt – 16 Sep 2026 |
SBR015 | Savings Bond Ritel | 28 Sep – 22 Okt 2026 |
ST017 | Sukuk Negara Tabungan | 6 Nov – 2 Des 2026 |
Sumber: Kemenkeu,
Catatan: Seluruh jadwal bersifat tentatif dan dapat berubah sesuai kebijakan Kementerian Keuangan
Rilis jadwal sejak awal tahun memberi investor waktu lebih panjang untuk menyusun strategi. Hal ini relevan, mengingat minat terhadap SBN Ritel terus meningkat.
Sepanjang 2025, penjualan SBN Ritel tercatat melampaui target dan menembus lebih dari Rp152 triliun, melibatkan ratusan ribu investor. Capaian ini mencerminkan:
Perbedaan | ORI (Obligasi Negara Ritel) | SR (Sukuk Ritel) | SBR (Savings Bond Ritel) | ST (Sukuk Tabungan) |
|---|---|---|---|---|
Tenor (Jangka Waktu) | 3 tahun & 6 tahun | 3 tahun & 5 tahun | 2 tahun & 4 tahun | 2 tahun & 4 tahun |
Imbal Hasil | Kupon tetap (fixed rate) | Kupon tetap (fixed rate) | Floating with floor (bisa naik kalau suku bunga naik, tapi tidak bisa turun dari batas minimal) | Floating with floor (bisa naik kalau suku bunga naik, tapi tidak bisa turun dari batas minimal) |
Prinsip Pengelolaan | Konvensional | Syariah | Konvensional | Syariah |
Bisa Dijual Sebelum Jatuh Tempo? | Bisa dijual di pasar sekunder | Bisa dijual di pasar sekunder | Tidak bisa dijual, tapi bisa early redemption maksimal 50% | Tidak bisa dijual, tapi bisa early redemption maksimal 50% |
Cocok untuk Investor | Ingin kupon pasti & fleksibel jual-beli | Ingin kupon pasti & sesuai prinsip syariah | Ingin aman dari penurunan bunga | Ingin syariah & aman dari penurunan bunga |
Sumber: Kemenkeu, diolah Bareksa
Dengan jadwal penerbitan yang tersebar dari Januari hingga Desember 2026, investor dapat menyesuaikan strategi sebagai berikut:
Jika tren suku bunga rendah berlanjut pada 2026, maka SBN Ritel berpotensi tetap menjadi instrumen unggulan bagi investor yang mengutamakan stabilitas.
Jadwal lengkap SBN Ritel 2026 memberikan kepastian bagi investor untuk merencanakan investasi sepanjang tahun. Dengan jaminan negara, imbal hasil kompetitif, serta variasi instrumen, SBN Ritel berpeluang tetap menjadi pilihan investasi yang aman dan strategis bagi investor ritel Indonesia pada 2026.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/AM)
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.