Berita / SBN / Artikel

Ini Kupon SBR009 periode 11 Agustus Hingga 10 November 2021

Abdul Malik • 09 Aug 2021

an image
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan, Luky Alfirman (tiga kanan) saat peluncuran Savings Bond Ritel seri SBR009 di Jakarta (29/1/2020). (Bareksa/AM)

Masa penawaran SBR009 dilaksanakan pada 27 Januari hingga 13 Februari 2020. Tanggal jatuh tempo pada 10 Februari 2022

Bareksa.com - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko - Kementerian Keuangan RI menyatakan berdasarkan ketentuan dan persyaratan (terms and conditions) Savings Bond Ritel seri SBR009 mengenai penyesuaian tingkat kupon, maka pada Jumat, 6 Agustus 2021, telah dilakukan penyesuaian terhadap kupon SBR009 periode 11 Agustus 2021 – 10 November 2021 dengan mengacu pada BI 7-Day Reverse Repo Rate yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

"Tingkat kupon SBR009 berasal dari BI 7-Day Reverse Repo Rate yang berlaku pada tanggal penyesuaian kupon ditambah spread tetap 1,3 persen (130 bps)," ungkap DJPPR Kemenkeu dalam keterangannya (9/8/2021).

Adapun BI 7-Day Reverse Repo Rate yang berlaku per tanggal 6 Agustus 2021 sebesar 3,5 persen, lebih rendah dibandingkan pada saat penerbitan perdana SBR009.

DJPPR Kemenkeu menyatakab, dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka tingkat kupon SBR009 periode 11 Agustus 2021 sampai dengan 10 November 2021 menggunakan tingkat kupon minimal SBR009 yakni 6,3 persen per tahun.

Kemenkeu (17/2/2020) telah menetapkan hasil penjualan SBR009, yang merupakan instrumen Surat Berharga Negara khusus bagi investor individu warga negara Indonesia atau SBN Ritel pertama yang diterbitkan pada 2020.

"Total volume pemesanan pembelian SBR009 yang telah ditetapkan ialah Rp2.255.246.000.000 (dua triliun dua ratus lima puluh lima miliar dua ratus empat puluh enam juta rupiah)," demikian disampaikan DJPPR Kemenkeu.

Dana hasil penjualan SBR009 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2020, antara lain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Beberapa capaian atas penjualan SBR009 di antaranya berhasil melebihi target indikatif Rp2 triliun, dengan total investor sebanyak 11.247. Jumlah investor baru SBR009 ini sebanyak 6.539 investor (58,14 persen dari total investor SBR009) dengan jumlah nominal pembelian SBR009 sebesar Rp1,13 triliun (50,02 persen dari total seluruh nominal pembelian SBR009).

Total jumlah investor baru didominasi oleh generasi milenial yaitu sebanyak 55 persen.Investor setia yang selalu membeli SBR secara online dari seri SBR003 hingga SBR009 sebanyak 99 investor dengan nominal pembelian Rp18,7 miliar, yang didominasi oleh Generasi X. Serta penerbitan SBR009 berhasil menjangkau seluruh provinsi (34 provinsi) di Indonesia.

Masa penawaran SBR009 dilaksanakan pada 27 Januari hingga 13 Februari 2020. Tanggal jatuh tempo pada 10 Februari 2022. Tingkat kupon pada saat penawaran adalah 6,3 persen per tahun, berasal dari suku bunga acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon yaitu 5 persen ditambah spread tetap 1,3 persen.

​***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Tunggu penawaran SBN Ritel berikutnya di Bareksa. Dengan membeli SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.