Berita / SBN / Artikel

Avrist AM : Ini Alasan SR014 Bakal Laris Diburu Investor

Abdul Malik • 25 Feb 2021

an image
Ilustrasi investor mamantau investasinya di obligasi pemerintah atau SBN, maupun SBN Ritel, baik ORI, SBR, SR hingga Sukuk Tabungan. (Shutterstock)

Di tengah kondisi pandemi, investor lebih memilih untuk berinvestasi di instrumen yang dianggap likuid

Bareksa.com - Minat investor terhadap Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) jenis Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR014, dinilai akan tinggi. Pjs Head of Investment Avrist Asset Management, Ika Pratiwi Rahayu menyatakan hal tersebut terkait tingkat likuiditas di masyarakat masih sangat tinggi.

Menurut Ika, pada saat ini di tengah kondisi pandemi, investor lebih memilih untuk menabung serta berinvestasi pada instrumen yang dianggap likuid, misalnya reksadana pasar uang dan surat utang atau sukuk dengan tenor jangka pendek sekitar 1 tahun hingga 3 tahun.

Pemesanan SR014 sendiri akan dimulai besok, Jumat 26 Februari 2021 pukul 10.00 WIB. Masa penawaran SR014 akan ditutup pada 17 Maret 2021 pukul 10.00 WIB.

Adapun imbal hasil SR014 yang telah ditetapkan pemerintah 5,47 persen per tahun. SR014 memiliki jangka waktu 3 tahun, tetapi investor bisa menjualnya sebelum jatuh tempo di pasar sekunder.

"Minat investor pada SR014 berpotensi akan tinggi. Serupa bahkan bisa melebihi minat terhadap 0RI019," ujar Ika Kamis (25/2/2021).

Pokok-pokok dan Ketentuan SR014

1. Penerbit : Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia
2.
Jenis akad : Ijarah asset to be leased
3.
Masa Penawaran : Pembukaan: 26 Februari 2021 pkl 09.00 WIB, Penutupan : 17 Maret 2021 pkl 10.00 WIB
4.
Tanggal Penerbitan : 24 Maret 2021
5.
Bentuk : Tanpa warkat dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder
6.
Tenor : 3 (tiga) tahun
7.
Maturity : 10 Maret 2024
8.
Nilai Nominal Per Unit : Rp1 juta
9.
Minimum Pemesanan : Rp1 juta
10.
Maksimum Pemesanan : Rp3 miliar
11.
Imbalan : 5,47 persen fixed per tahun (p.a)
12.
Tanggal Pembayaran Kupon : Tanggal 10 setiap bulan. Dalam hal tanggal 10 jatuh pada bukan hari kerja, maka akan dibayarkan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi. Hari kerja adalah hari dimana operasional sistem pembayaran diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
13.
Tanggal Pembayaran Kupon Pertama : Tanggal 10 April 2021 (short coupon)
14.
Minimum Holding Period : Selama 3 (tiga) kali pembayaran kupon (s.d 10 Juni 2021)
15.
Tradability : Tradable mulai tanggal 11 Juni 2021 atau setelah berakhirnya minimum holding period
16.
Underlying Asset : BMN dan Proyek/Kegiatan Kementerian/Lembaga pada APBN 2021

Sumber: Kementerian Keuangan

Ika mengatakan prospek investasi di obligasi ataupun Sukuk Ritel dalam hal ini SR014, masih sangat baik d tengah pandemi. Alasannya, lanjut Ika, produk-produk dari investasi tersebut dianggap masih memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito.

"Obligasi dan sukuk ritel ini (SR014) juga aktif diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga dapat dianggap cukup likuid," kata Ika.

Sementara itu aset yang menjadi dasar (underlying) dari SR014 sendiri adalah barang milik negara (BMN) dan Proyek/Kegiatan Kementerian/Lembaga pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

Aset-aset yang akan dibangun dengan dana SR014 dan memberikan bagi hasil kepada kita sebagai investor SR014.SR014 bisa dibeli secara online di sejumlah mitra distribusi, termasuk Bareksa.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

SR014 adalah satu seri Surat Berharga Negara (SBN)  ritel yang bisa dipesan online di Bareksa selama masa penawaran.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SR014 saat penawaran dibuka.