Berita / SBN / Artikel

Hasil Lelang SUN 8 September, Pemerintah Raup Rp22 Triliun dari 7 Seri

Bareksa • 08 Sep 2020

an image
Plt Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan. (dok. Humas DJPPR Kemenkeu)

Jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp52 triliun, lebih besar 2,62 kali dari target

Bareksa.com - Pemerintah meraup Rp22 triliun dari lelang 7 seri surat utang negara (SUN) yang digelar hari ini, 8 September 2020. Total penawaran yang masuk (incoming bids) mencapai Rp52,26 triliun, dibandingkan target lelang Rp20 triliun.

Plt Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) Deni Ridwan menilai penawaran yang masuk lelang hari ini relatif masih tinggi, dengan bid to cover ratio (rasio penawaran masuk terhadap target) sebesar 2,62 kali.

"Dengan mempertimbangkan kondisi likuditas Pemerintah masih memadai, lelang yang dimenangkan sebesar Rp22 triliun," ujar Deni dalam pesan singkat yang disampaikan kepada Bareksa, 8 September 2020.

Menurut Deni, yield (imbal hasil) yang ditawarkan oleh investor masih kompetitif, dilihat dari rata-rata yield tertimbang (Weighted Average Yield) yang dimenangkan pada lelang hari ini lebih rendah dibandingkan dengan level harga di pasar sekunder sehari sebelum lelang, maupun rata-rata yield SUN di minggu sebelumnya. "Kondisi ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap instrument Surat Berharga Negara masih terjaga."

Selain itu, dia juga melihat partisipasi investor domestik cukup dominan di saat keadaan pasar yang masih diwarnai oleh fluktuasi nilai tukar rupiah.

Adapun 7 seri SUN yang dilelang hari ini termasuk SPN03201209 (new issuance), SPN12210909 (new issuance), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0080 (reopening), FR0083 (reopening) dan FR0076 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Sumber: DJPPR Kemenkeu

Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, Menteri Keuangan menetapkan hasil lelang sebagai berikut:

Sumber: DJPPR Kemenkeu

Tanggal setelmen atau penerbitan untuk ketujuh seri surat utang negara tersebut adalah 10 September 2020.

Sebagai informasi, lelang surat utang negara ini ditujukan bagi investor institusi atau lembaga. Adapun investor perorangan/individu atau ritel, bisa membeli surat berharga negara (SBN) ritel yang ditawarkan pada masa penawaran. Saat ini sedang ada penawaran SBN ritel syariah yaitu Sukuk Ritel seri SR013.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemesanan SR013 secara online di Bareksa hanya bisa dilakukan pada masa penawaran 28 Agustus - 23 September 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SR013.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.