Berita / SBN / Artikel

Penjualan ST005 Capai Rp1,96 Triliun, Jangkau Investor Ritel Makin Luas

Bareksa • 26 Aug 2019

an image
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman saat peluncuran Sukuk Tabungan seri ST005 di kantor Kemenkeu, Jakarta (8/8). (Bareksa/AM)

Porsi investor milenial capai persentase tertinggi sepanjang penerbitan Sukuk Tabungan

Bareksa.com - Pemerintah mengumumkan hasil penjualan Sukuk Tabungan seri ST005 dengan hasil yang menunjukkan semakin banyak masyarakat ritel bisa menjangkau produk investasi ini. Hari ini, 26 Agustus 2019, adalah tanggal penetapan dari penjualan Sukuk Tabungan seri ST005 telah berakhir.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko atas nama Menteri Keuangan menetapkan hasil penjualan Sukuk Negara Tabungan (Sukuk Tabungan) seri ST005 pada hari ini. Total volume pemesanan pembelian ST005 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp1.962.684.000.000 (satu triliun sembilan ratus enam puluh dua miliar enam ratus delapan puluh empat juta rupiah) dengan jumlah investor sebanyak 10.029 orang.

Menurut siaran pers yang dipublikasikan, DJPPR Kemenkeu mencatat sejumlah capaian atas penjualan ST005 sebagai berikut:

1. Hasil pemesanan sebesar Rp1,963 triliun (1,15 kali) melebihi total target penjualan 22 Midis yang sebesar Rp1,707 triliun.

2. Rata-rata volume pemesanan ST005 sebesar Rp196 juta, merupakan keritelan terbaik sepanjang penerbitan SBN Ritel online maupun offline. Sebagai informasi, semakin rendah volume pemesanan, artinya semakin ritel sifat dari investor yang membeli seri sukuk tabungan ini.

3. Investor Milenial merupakan investor terbanyak pada ST005 yaitu  5.393 investor (53,77 persen), yang merupakan persentase tertinggi sepanjang penerbitan Sukuk Tabungan.

4. Generasi Z (dibawah 19 tahun) yang berinvestasi pada ST005 sebanyak 23 investor (Rp5,51 miliar) menurun cukup signifikan dibandingkan dengan ST004 yang sebanyak 32 investor (Rp5,75 miliar). Adapun rata-rata pembelian generasi Z pada ST005 sebesar Rp239 juta sedangkan ST004 sebesar Rp180 juta.

5. Wilayah Indonesia Bagian Barat (selain DKI Jakarta) mendominasi pemesanan dari sisi jumlah investor (59,00 persen)  sedangkan  Wilayah DKI  Jakarta mendominasi pemesanan dari sisi total volume (49,73 persen).

6. Pegawai swasta mendominasi pemesanan dari sisi jumlah investor sebanyak 3.613 investor (36,03 persen),  sedangkan Wiraswasta mendominasi dari sisi volume sebesar Rp653,72 miliar (33,31 persen).

7. Investor baru ST005 (4.589 investor) mayoritas  berasal dari wilayah Indonesia Bagian Barat (di luar DKI Jakarta) sebanyak 2.893 investor (68,04 persen) dan didominasi oleh generasi Milenial sebesar 2.752 investor (59,97 persen).

8. Channel pembayaran yang paling diminati investor adalah internet banking (52,05 persen).

9. Terdapat 795 investor yang membeli pada nominal Rp1 juta.

10. Investor yang setia membeli Sukuk Tabungan online (ST002, ST003, ST004, dan ST005) sebanyak 409 investor.

Terlepas dari capaian positif di atas, DJPPR mengakui bahwa Pemerintah dan Mitra Distribusi masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan partisipasi investor di wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur yang masih relatif rendah. Untuk itu, ke depannya Pemerintah akan terus melakukan upaya aktif untuk semakin meningkatkan partisipasi investor di wilayah tersebut.

Berikut pokok-pokok ketentuan dan persyaratan ST005:

Sampai dengan bulan Agustus 2019, Pemerintah telah menerbitkan sebanyak 7 Instrumen SBN Ritel (SBR005, SBR006, SBR007, SR011, ST003, ST004 dan ST005) dengan total nominal penerbitan mencapai Rp38,32 triliun. Penerbitan Instrumen SBN Ritel tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel.

Setelah penerbitan ST005, Pemerintah berencana menawarkan 3 (tiga) seri SBN ritel lainnya pada tahun 2019, yaitu: SBR008, ORI016, dan ST006. Adapun jadwal penawaran masih bisa berubah (tentatif).

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Dalam waktu dekat ini, pemerintah akan menawarkan kembali produk investasi bagi investor ritel. Meski masa penawaran belum dibuka, kita sudah bisa mendaftar terlebih dahulu untuk memesan SBN di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.