Berita / SBN / Artikel

Berita Hari Ini : Pemerintah Cairkan THR Rp10 Triliun, Asing Buru SBN

Bareksa • 24 May 2019

an image
Ilustrasi seseorang memegang amplop coklat berisi lembaran uang rupiah Rp100 ribuan untuk THR, gaji, pendapatan, hasil investasi

Pemilu dorong bisnis asuransi umum, INDF refinancing obligasi, LPS buka peluang turunkan bunga penjaminan

Bareksa.com - Berikut adalah intisari perkembangan penting di isu ekonomi, pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Jumat, 24 Mei 2019 :

THR PNS

Pemerintah akhirnya mencairkan anggaran Tunjangan Hari Raya (THR). Pencairan THR ini untuk pegawai negeri sipil (PNS) maupun non-PNS di lembaga non struktural oleh pemerintah.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pemerintah telah melakukan pelaksanaan pembayaran THR yang total mencapai lebih dari Rp10 triliun. Dengan begitu, "Perayaan hari raya kami harapkan tidak terganggu," jelas Menkeu Sri Mulyani seperti dikutip Kontan.

Sebelumnya, Kemkeu mengatakan anggaran untuk THR tahun ini mencapai Rp20 triliun. Adapun anggaran gaji ke-13 juga sama, mencapai Rp20 triliun. Dengan pencairan dana THR ini, Sri Mulyani berharap bisa berdampak bagus terhadap kondisi perekonomian.

Pemerintah berharap cairnya dana THR dapat memberikan akselerasi yang bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Harapannya pertumbuhan ekonomi kuartal II 2019 dapat terjaga dari sisi konsumsi dan belanja pemerintah.

Adapun gaji ke-13 baru akan dicairkan pada pertengahan bulan Juni mendatang. Menurut Sri Mulyani, pencairan gaji ke-13 yang dilaksanakan bulan depan karena sekaligus untuk membantu biaya sekolah.

SBN

Minat investor asing terhadap surat berharga negara (SBN) terus mendaki. Gangguan keamanan di Ibukota tak menyurutkan minat mereka masuk di pasar SBN. Apalagi, imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) bertenor 10 tahun naik dari sehari sebelumnya.

Seperti dikutip Kontan, data Asian Bond menyebut, yield SUN Indonesia dengan tenor 10 tahun mencapai 8,09 persen, naik 1,9 persen dari posisi sebelumnya. Ini artinya, risiko Indonesia terbilang masih tinggi.

Masuknya investor asing membuat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke kisaran Rp14.470 - Rp14.475 per dolar Amerika Serikat (AS). Selain intervensi Bank Indonesia (BI), penguatan rupiah, menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, didukung mekanisme pasar yang semakin baik dan sejalan dengan transaksi jual beli yang berjalan baik.

Sebagai gambaran modal asing yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) alias net inflow, menurut catatan BI pada 21-22 Mei 2019, mencapai Rp1,7 triliun. Sementara secara year to date (ytd), total inflow sudah mencapai Rp57 triliun.

Asuransi Umum

Gelaran pemilihan umum atau Pemilu dinilai memberikan pengaruh pada kinerja Q1 2019 industri asuransi umum, meskipun tidak menjadi faktor utama. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad S. Dalimunthe seperti dikutip Bisnis Indonesia.

Dody menjelaskan, gelaran Pemilu memberikan pengaruh terhadap banyak aspek yang turut memengaruhi berbagai lini bisnis asuransi umum. Dia menjelaskan, asuransi umum memiliki 15 lini bisnis. Beberapa lini bisnis tersebut di antaranya adalah asuransi properti, kendaraan bermotor, penerbangan, energi, dan asuransi kredit.

"Angka-angka pada kuartal pertama mencerminkan beberapa lini bisnis yang perminataan bisnisnya concern terhadap risiko [dari Pemilu] tersebut, tapi tidak bisa dikatakan sebagai faktor utama," ujar Dody.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Perseroan berencana mencairkan fasilitas pinjaman yang tersedia dari beberapa bank. Hal ini dilakukan untuk melunasi utang yang jatuh tempo pada pertengahan tahun 2019 ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, INDF akan mencairkan fasilitas kredit tersebut untuk pembayaran pokok Obligasi INDF VII Tahun 2014 sebesar Rp2 triliun. Obligasi tersebut akan jatuh tempo pada 13 Juni 2019.

Adapun pembayarannya bakal dibayarkan melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tanggal 12 Juni 2019. Berdasarkan laporan keuangan INDF kuartal pertama tahun ini, Indofood memang masih memiliki sejumlah fasilitas pinjaman. Salah satunya, fasilitas kredit dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMCB). Fasilitas ini tersisa US$135 juta.

Bunga Penjaminan LPS

Suku bunga simpanan perbankan mulai melandai dan cenderung stabil. Lembaga Penjamin Simpanan membuka ruang untuk menurunkan suku bunga penjaminan.

Seperti dikutip Bisnis Indonesia, Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti mengatakan stabilitas suku bunga simpanan menjadi indikasi perbankan telah berhasil menyesuaikan diri dengan kebijakan bank sentral.

“Akan ada penurunan LPS Rate seiring dengan kebijakan moneter yang lebih akomodatif,” katanya.

Dia melanjutkan agresifivitas perbankan mengkerek imbal hasil dari penempatan dana masyarakat di bank diperkirakan akan berakhir pada tahun ini. Sepanjang tahun lalu LPS mencatat bank menaikan suku bunga simpanan sebesar 105 bps untuk mata uang rupiah, sedangkan valuta asing naik hingga 150 bps.

Hal tersebut merupakan dampak dari kebijakan Bank Indonesia menaikan suku bunga acuan 175 bps.

Asuransi Great Eastern

Melalui Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-276/NB.11/2019 tanggal 17 Mei 2019, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan memberikan Pemberlakuan Izin Usaha di Bidang Asuransi Umum kepada PT QBE General Insurance Indonesia setelah melakukan perubahan nama menjadi PT Great Eastern General Insurance Indonesia.

Pemberlakuan izin usaha ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya Keputusan Dewan Komisioner atas perusahaan tersebut. Dengan ini, PT Great Eastern General Insurance Indonesia.dalam menjalankan kegiatan usahanya wajib menerapkan praktik usaha yang sehat dan senantiasa mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku.

(AM)