
Bareksa - IHSG ditutup di level 6.668 pada Kamis, naik 72 poin (+1,09%), sementara investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp1,1 triliun. Sektor dengan kinerja terbaik adalah Transportasi & Logistik (+2,45%), Industri (+1,89%), dan Konsumer Non-Siklikal (+1,62%). Penguatan ini terutama didorong oleh BBCA (+1,50% ke 6.775), ASII (+4,34% ke 5.050), dan BMRI (+2,29% ke 4.460). Sementara itu, Rupiah menguat 100 poin ke Rp17.660/US$.
Dari regional, Dow Jones (+1,18%), S&P 500 (+1,06%), dan Nasdaq (+1,40%) ditutup menguat tajam semalam, dipimpin oleh saham-saham teknologi setelah komentar dovish dari salah satu pejabat Federal Reserve meredakan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lanjutan dan menekan yield Treasury lebih rendah. Di Asia, KOSPI naik 0,26%, ditopang oleh membaiknya sentimen risiko global, meski investor tetap berhati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan AS yang penting serta perkembangan geopolitik yang masih berlangsung. Pasar komoditas bergerak variatif. Brent turun 0,12% ke US$96/barel, sementara WTI naik 0,32% ke US$91/barel. Timah naik 1,41% ke US$54.607/ton, batu bara naik 0,27% ke US$147/ton, dan emas relatif stabil di US$4.473/ons troi. Sementara itu, nikel dan CPO masing-masing melemah 0,86% dan 0,11% ke US$16.632/ton dan RM4.630/ton.
1. SSIA – PT Surya Semesta Internusa Tbk
Harga terakhir SSIA naik 0,27% ke Rp1.885 pada perdagangan Kamis (3/9). Saham ini bergerak di atas MA20 Rp1.765 dan MA50 Rp1.690, mengindikasikan tren naik yang terkonfirmasi setelah breakout dari kedua garis moving average tersebut. RSI berada di level 51,62, menunjukkan momentum beli baru mulai menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas.
Speculative Buy di Rp1.865–1.880
Support: Rp1.880–1.690
Resistance: Rp1.980–2.040
Strategi: Speculative buy / hold, untuk risk/reward yang sangat optimal
Target ambil untung: Rp1.980–2.040
Batas rugi: Rp1.860
2. BBNI – PT Bank Negara Indonesia Tbk
Harga terakhir BBNI naik 1,54% ke Rp3.960 pada perdagangan Kamis (3/9). Saham ini bergerak di atas MA20 Rp3.690 dan MA50 Rp3.590, mengindikasikan tren naik yang terkonfirmasi setelah breakout dari kedua garis moving average tersebut. RSI berada di level 56,74, menunjukkan momentum beli baru mulai menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas.
Speculative Buy di Rp3.800–3.920
Support: Rp3.920–3.590
Resistance: Rp4.160–4.280
Strategi: Speculative buy / hold, prioritaskan entry di kisaran Rp3.800–3.830 karena risk/reward dari entry atas hanya 0,75:1
Target ambil untung: Rp4.160–4.280
Batas rugi: Rp3.600
3. CMRY – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk
Harga terakhir CMRY naik 2,77% ke Rp4.830 pada perdagangan Kamis (3/9). Saham ini bergerak di atas MA20 Rp4.690 dan MA50 Rp4.650, mengindikasikan tren naik yang terkonfirmasi setelah breakout dari kedua garis moving average tersebut. RSI berada di level 53,43, menunjukkan momentum beli baru mulai menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas.
Speculative Buy di Rp4.630–4.780
Support: Rp4.780–4.650
Resistance: Rp5.075–5.200
Strategi: Speculative buy / hold, untuk risk/reward yang optimal
Target ambil untung: Rp5.075–5.200
Batas rugi: Rp4.530
Tabel Rekomendasi Saham
Saham | Rekomendasi | Buy Range | Target | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|
SSIA | Speculative Buy/Hold | Rp1.865–1.880 | Rp1.980–2.040 | Rp1.860 |
BBNI | Speculative Buy/Hold | Rp3.800–3.920 | Rp4.160–4.280 | Rp3.600 |
CMRY | Speculative Buy/Hold | Rp4.630–4.780 | Rp5.075–5.200 | Rp4.530 |
IHSG ditutup naik 1,09% ke 6.667,89 pada perdagangan Kamis (3/9), seiring penguatan Rupiah ke Rp17.624 per dolar AS — level terkuat sebulan terakhir — di tengah yield SBN 10 tahun yang turun ke 7,102%.
Dari sisi domestik, pasar mencermati rencana efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi dipangkas dari Rp240 triliun menjadi di bawah Rp200 triliun pada 2027, dengan kemungkinan realokasi ke program yang lebih berorientasi pertumbuhan.
Dari sisi global, pelaku pasar menanti pertemuan OPEC+ pada 6 September untuk membahas tingkat produksi minyak Oktober, di tengah sinyal Rusia yang belum berencana memangkas produksi meski permintaan global mulai pulih. Eskalasi konflik Iran-Kuwait turut menjadi perhatian setelah mendorong harga Brent naik ke US$96,20 per barel (+7% sepekan).
Ciptadana Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran 6.561–6.705, dengan indeks berpeluang ditutup lebih tinggi hari ini.
Aksi ambil untung (profit taking) menjelang akhir pekan tetap menjadi risiko di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, terutama dari eskalasi konflik Timur Tengah dan hasil pertemuan OPEC+ pekan depan. Analis menyarankan investor memanfaatkan koreksi untuk akumulasi saham-saham berkualitas.
SSIA, BBNI, dan CMRY menawarkan peluang speculative buy jangka pendek dengan tren naik yang terkonfirmasi di atas MA20 dan MA50 masing-masing. IHSG diproyeksikan menguat terbatas menguji 6.681–6.714, meski investor perlu mewaspadai risiko koreksi akibat aksi ambil untung dan ketidakpastian global.
Pantau pergerakan saham SSIA, BBNI, CMRY dan lainnya, serta lakukan transaksi langsung di aplikasi Bareksa.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/hm)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Ketiganya menunjukkan tren naik terkonfirmasi setelah breakout di atas MA20 dan MA50, dengan RSI di kisaran 51-57 yang mengindikasikan momentum beli baru menguat dan ruang kenaikan masih terbuka.
Ciptadana Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran 6.561–6.705, dengan indeks berpeluang ditutup lebih tinggi hari ini.
Aksi ambil untung menjelang akhir pekan serta ketidakpastian global dari eskalasi konflik Timur Tengah dan pertemuan OPEC+ pada 6 September.