The Fed Tahan Suku Bunga 3,5-3,75%, Inflasi AS 2026 Diproyeksi Naik ke 3,6%

Abdul Malik • 18 Jun 2026

an image
Ilustrasi logo Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) yang diakses melalui telepon seluler. (Shutterstock)

The Fed mempertahankan suku bunga acuan 3,5%-3,75% pada 17 Juni 2026. Inflasi AS diproyeksi naik menjadi 3,6% meski ekonomi tetap tumbuh solid.

Bareksa - Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) mempertahankan target Federal Funds Rate di kisaran 3,5%-3,75% pada 17 Juni 2026 berdasarkan pernyataan resmi Federal Open Market Committee (FOMC). Keputusan tersebut disetujui secara bulat dengan suara 12-0.

Berdasarkan proyeksi ekonomi terbaru Federal Reserve, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) tahun 2026 diperkirakan sebesar 2,2%, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan 4,3%. Pada saat yang sama, inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) diproyeksikan mencapai 3,6%, lebih tinggi dibanding proyeksi Maret 2026 sebesar 2,7%.

FOMC menyatakan aktivitas ekonomi AS masih tumbuh solid meskipun ketidakpastian meningkat akibat konflik di Timur Tengah. Federal Reserve juga mencatat inflasi masih berada di atas target jangka panjang sebesar 2%, antara lain dipengaruhi gangguan pasokan dan kenaikan harga energi.

Proyeksi Ekonomi Federal Reserve Juni 2026

Proyeksi terbaru menunjukkan Federal Reserve menaikkan estimasi inflasi sekaligus menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi dibandingkan proyeksi Maret 2026.

Indikator
Proyeksi Juni 2026
Proyeksi Maret 2026

Pertumbuhan GDP 2026

2,2%

2,4%

Tingkat Pengangguran 2026

4,3%

4,4%

Inflasi PCE 2026

3,6%

2,7%

Core PCE 2026

3,3%

2,7%

Federal Funds Rate Akhir 2026

3,8%

3,4%

Sumber: The Fed

Kenaikan proyeksi inflasi menjadi 3,6% mengindikasikan tekanan harga masih menjadi perhatian utama bank sentral AS. Kondisi tersebut turut tercermin dari proyeksi suku bunga akhir 2026 sebesar 3,8%, lebih tinggi dibanding estimasi sebelumnya 3,4%.

Federal Reserve menegaskan bahwa kebijakan moneter selanjutnya akan tetap berfokus pada pencapaian stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum. Namun, dokumen proyeksi juga menegaskan bahwa ketidakpastian ekonomi masih tinggi sehingga seluruh proyeksi dapat berubah sesuai perkembangan data ekonomi dan kondisi global.

Catatan untuk Investor

  • Federal Funds Rate: 3,5%-3,75%
  • Tingkat Bunga Cadangan Bank (IORB): 3,65%
  • Proyeksi Inflasi PCE AS 2026: 3,6%
  • Proyeksi Pertumbuhan GDP AS 2026: 2,2%
  • Konflik Timur Tengah: Disebut sebagai salah satu sumber ketidakpastian ekonomi oleh Federal Reserve

Kesimpulan 

Federal Reserve mempertahankan Federal Funds Rate di kisaran 3,5%–3,75% pada 17 Juni 2026 berdasarkan keputusan FOMC. Kebijakan ini menunjukkan inflasi masih menjadi fokus utama karena berada di atas target 2%.

Proyeksi ekonomi terbaru menunjukkan inflasi PCE 2026 sebesar 3,6% dengan pertumbuhan ekonomi 2,2% dan tingkat pengangguran 4,3%. Kondisi ini mengindikasikan tekanan harga masih berlangsung.

Federal Reserve juga memproyeksikan suku bunga akhir 2026 di level 3,8%, mencerminkan kebijakan moneter yang berpotensi tetap ketat. Namun, seluruh proyeksi dapat berubah sesuai perkembangan data ekonomi dan kondisi global.

FAQ

1. Apakah The Fed menaikkan suku bunga pada Juni 2026?
Tidak. Federal Reserve mempertahankan Federal Funds Rate pada kisaran 3,5%-3,75% dalam rapat FOMC 17 Juni 2026.

2. Mengapa The Fed belum menurunkan suku bunga?
Federal Reserve menyatakan inflasi masih berada di atas target 2% sehingga stabilitas harga tetap menjadi prioritas.

3. Berapa proyeksi inflasi AS tahun 2026?
Federal Reserve memproyeksikan inflasi PCE sebesar 3,6% pada 2026 berdasarkan Summary of Economic Projections Juni 2026.

4. Berapa proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun 2026?
Federal Reserve memperkirakan pertumbuhan GDP riil AS sebesar 2,2% pada 2026.

5. Apa faktor risiko utama yang disebut The Fed?
Federal Reserve menyebut ketidakpastian ekonomi masih tinggi, termasuk dampak konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian dan inflasi.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.