Surya Citra Media (SCMA) Bagi Dividen Rp12 per Saham, Potensi Yield 5,4%

Abdul Malik • 22 May 2026

an image
Ilustrasi saham-saham yang memberikan imbal hasil dividen (dividend yield) tinggi. (Shutterstock)

SCMA membagikan dividen tunai Rp12 per saham untuk tahun buku 2025. Yield dividen diperkirakan sekitar 5,4% berdasarkan harga saham Rp222.

Bareksa - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) membagikan dividen tunai Rp12 per saham untuk tahun buku 2025. Informasi ini penting karena mencerminkan profitabilitas perseroan dan potensi dividend yield bagi investor. 

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada BEI tertanggal 22 Mei 2026, total dividen yang dibagikan mencapai Rp762,06 miliar dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp771,02 miliar. Dengan demikian, payout ratio dividen SCMA tercatat sekitar 98,84% dari laba bersih 2025. Berdasarkan harga penutupan saham Rp222 pada 21 Mei 2026, estimasi dividend yield SCMA berada di kisaran 5,41%.

Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 3 Juni 2026, sedangkan ex dividen pada 4 Juni 2026. Adapun recording date atau tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen jatuh pada 5 Juni 2026 dan pembayaran dividen dijadwalkan pada 18 Juni 2026. SCMA merupakan emiten sektor media dan penyiaran.

Jadwal dan Rasio Dividen SCMA

Perseroan menyampaikan pembagian dividen telah memperoleh persetujuan dalam RUPS Tahunan pada 21 Mei 2026. Kebijakan dividen dengan payout ratio tinggi ini menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan distribusi laba yang besar kepada pemegang saham.

Dari sisi fundamental, SCMA mencatat saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp5,91 triliun hingga akhir 2025. Total ekuitas perseroan tercatat Rp7,60 triliun, yang menunjukkan posisi modal masih relatif solid setelah pembagian dividen.

Pembagian dividen ini juga berpotensi dicermati investor yang mencari emiten dengan arus kas dividen rutin. Namun, pergerakan saham tetap dipengaruhi kondisi pasar, kinerja operasional, serta prospek industri media ke depan.

Ringkasan Dividen SCMA

Keterangan
Nilai

Dividen per saham

Rp12

Total dividen

Rp762,06 miliar

Laba bersih 2025

Rp771,02 miliar

Payout ratio

Sekitar 98,84%

Harga saham penutupan

Rp222

Estimasi dividend yield

Sekitar 5,41%

Total ekuitas

Rp7,60 triliun

Saldo laba ditahan

Rp5,91 triliun

Sumber: SCMA, diolah

Jadwal Penting Dividen SCMA

Jadwal
Tanggal

Cum dividen pasar reguler dan negosiasi

3 Juni 2026

Ex dividen pasar reguler dan negosiasi

4 Juni 2026

Recording date

5 Juni 2026

Cum dividen pasar tunai

5 Juni 2026

Ex dividen pasar tunai

8 Juni 2026

Pembayaran dividen

18 Juni 2026

Sumber: SCMA

Kesimpulan

Pembagian dividen SCMA tahun buku 2025 mencerminkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas dan arus kas kepada pemegang saham. Dividend yield sekitar 5,41% menjadi salah satu faktor yang berpotensi dicermati investor pasar modal.

Di sisi lain, payout ratio yang mendekati 100% menunjukkan sebagian besar laba bersih dibagikan sebagai dividen. Investor tetap perlu mencermati kinerja operasional dan kondisi industri media ke depan.

FAQ

1. Kapan cum dividen SCMA?
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 3 Juni 2026.

2. Berapa dividen SCMA per saham?
SCMA membagikan dividen tunai Rp12 per saham.

3. Berapa estimasi dividend yield SCMA?
Estimasi dividend yield sekitar 5,41% berdasarkan harga saham Rp222.

4. Kapan pembayaran dividen SCMA dilakukan?
Pembayaran dividen dijadwalkan pada 18 Juni 2026.

5. Apa bisnis utama SCMA?
SCMA bergerak di sektor media dan penyiaran.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.