
Bareksa - PT Indosat Tbk (ISAT) membagikan dividen tunai Rp111 per saham untuk tahun buku 2025 dengan total nilai Rp3,57 triliun. Informasi ini penting bagi investor karena mencerminkan profitabilitas dan kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 7 Mei 2026, keputusan pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 5 Mei 2026. Perseroan mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp5,50 triliun sepanjang 2025. Dengan demikian, dividend payout ratio (DPR) ISAT mencapai sekitar 64,97%.
Berdasarkan harga saham ISAT pada penutupan perdagangan 6 Mei 2026 di level Rp2.130, maka estimasi dividend yield mencapai sekitar 5,21%. Yield tersebut menjadi salah satu indikator yang dicermati investor dalam menilai potensi pendapatan dividen dari saham telekomunikasi. ISAT merupakan emiten sektor telekomunikasi.
Investor yang ingin memperoleh dividen perlu memperhatikan jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 13 Mei 2026. Sementara itu, tanggal pembayaran dividen dijadwalkan pada 5 Juni 2026. Jadwal ini penting karena menentukan siapa saja pemegang saham yang berhak menerima dividen tunai.
Pembagian dividen dengan rasio di atas 60% dinilai mencerminkan arus kas dan posisi keuangan perusahaan yang tetap solid. Di sisi lain, perseroan masih memiliki ruang untuk mendukung ekspansi jaringan dan pengembangan layanan digital sepanjang 2026.
ISAT saat ini menjalankan bisnis telekomunikasi seluler dan solusi digital melalui merek IM3, Tri, serta layanan Indosat Business. Stabilitas laba dan konsistensi pembagian dividen berpotensi menjadi perhatian investor yang mencari kombinasi pertumbuhan bisnis dan distribusi laba.
Ringkasan Dividen ISAT 2025
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Dividen per Saham | Rp111 |
Total Dividen | Rp3,57 triliun |
Laba Bersih 2025 | Rp5,50 triliun |
Dividend Payout Ratio | 64,97% |
Harga Saham Penutupan 6 Mei 2026 | Rp2.130 |
Estimasi Dividend Yield | 5,21% |
Sumber: ISAT, diolah
Jadwal Penting Dividen ISAT
Jadwal | Tanggal |
|---|---|
Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 13 Mei 2026 |
Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 18 Mei 2026 |
Cum Dividen Pasar Tunai | 19 Mei 2026 |
Recording Date | 19 Mei 2026 |
Pembayaran Dividen | 5 Juni 2026 |
Sumber: ISAT, diolah
Dividen ISAT mencapai Rp111 per saham
Yield dividen berpotensi sekitar 5,21%
DPR hampir 65% dari laba bersih 2025
Jadwal cum dividen reguler pada 13 Mei 2026
Pembayaran dividen dilakukan 5 Juni 2026
Kinerja laba dan arus kas menjadi perhatian pasar
Pembagian dividen ISAT tahun buku 2025 mencerminkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas dan arus kas di tengah kebutuhan investasi sektor telekomunikasi. Yield dividen di atas 5% juga berpotensi menjadi salah satu faktor yang dicermati investor. Selain distribusi laba kepada pemegang saham, pasar juga akan memperhatikan strategi ekspansi jaringan dan pertumbuhan layanan digital ISAT sepanjang 2026. Stabilitas fundamental perusahaan menjadi aspek penting dalam menjaga kinerja jangka panjang.
1. Berapa dividen ISAT tahun buku 2025?
ISAT membagikan dividen tunai Rp111 per saham.
2. Berapa estimasi dividend yield ISAT?
Berdasarkan harga penutupan Rp2.130 pada 6 Mei 2026, estimasi yield sekitar 5,21%.
3. Kapan cum dividen ISAT?
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 13 Mei 2026.
4. Kapan dividen ISAT dibayarkan?
Pembayaran dividen dijadwalkan pada 5 Juni 2026.
5. Apa bisnis utama ISAT?
ISAT bergerak di sektor telekomunikasi dan layanan digital melalui merek IM3, Tri, dan Indosat Business.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Adam Nugroho/AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.