
Bareksa - Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan kinerja sektor jasa keuangan tetap terjaga pada April 2026. Hal ini penting bagi investor karena mencerminkan stabilitas pasar di tengah volatilitas global. Kondisi ini didukung likuiditas yang tetap manageable, sementara sektor pasar modal dan pengelolaan investasi menunjukkan resiliensi.
Dalam keterangannya (5/5), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyatakan pasar saham domestik bergerak dinamis dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.956,80. Indeks terkoreksi 1,3% secara bulanan dan 19,55% secara tahun berjalan. Meski demikian, likuiditas tetap terjaga dengan bid-ask spread rendah dan aktivitas transaksi yang masih solid.
Rata-rata nilai transaksi harian tercatat Rp18,51 triliun, sedikit moderasi dibanding bulan sebelumnya. Investor asing masih mencatat net sell Rp17,02 triliun pada April 2026. Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar di tengah ketidakpastian global.
Di sisi lain, industri pengelolaan investasi menunjukkan kinerja positif. Nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.072,64 triliun atau naik 1,53% secara bulanan dan 2,87% secara tahun berjalan. Sementara Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana tercatat Rp711,89 triliun, tumbuh 2,32% bulanan dan 5,41% sejak awal tahun.
Pertumbuhan ini didorong oleh net subscription Rp8,11 triliun selama April dan Rp37,24 triliun secara kumulatif tahun berjalan. Jumlah investor pasar modal juga meningkat signifikan, bertambah 1,74 juta menjadi total 26,49 juta investor. Tren ini mencerminkan meningkatnya partisipasi investor domestik.
Dari sisi pembiayaan, pasar modal tetap berperan sebagai sumber dana jangka panjang. Hingga April 2026, nilai fundraising mencapai Rp56,35 triliun dengan pipeline penawaran umum Rp49,84 triliun. Aktivitas ini menunjukkan fungsi intermediasi pasar tetap berjalan di tengah tekanan global.
Tabel Ringkasan Kinerja Pasar Modal April 2026
Indikator | Nilai | Perubahan |
|---|---|---|
IHSG | 6.956,80 | -1,30% mtm / -19,55% ytd |
RNTH (Nilai Transaksi Harian) | Rp18,51 triliun | Turun dari Rp20,66 triliun |
Net Asing Saham | -Rp17,02 triliun | Net sell |
ICBI (Obligasi) | 436,38 | 0,74% mtm / -1,01% ytd |
Yield SBN | -3,90 bps mtm | 50,61 bps ytd |
Sumber: OJK, diolah
Tabel Kinerja Reksadana & Jumlah Investor
Indikator | Nilai | Perubahan |
|---|---|---|
AUM Industri | Rp1.072,64 triliun | 1,53% mtm / 2,87% ytd |
NAB Reksadana | Rp711,89 triliun | 2,32% mtm / 5,41% ytd |
Net Subscription | Rp8,11 triliun | Bulanan |
Net Subscription YTD | Rp37,24 triliun | Tahun berjalan |
Jumlah Investor | 26,49 juta | 30,06% ytd |
Sumber: OJK
Tabel Fundraising & Pendalaman Pasar
Indikator | Nilai |
|---|---|
Fundraising Pasar Modal | Rp56,35 triliun |
Pipeline Penawaran Umum | Rp49,84 triliun |
SCF (Total Dana) | Rp1,93 triliun |
Bursa Karbon (Total Nilai) | Rp93,75 miliar |
Sumber: OJK
Kinerja pasar modal Indonesia pada April 2026 mencerminkan kondisi yang tetap stabil di tengah tekanan global. Likuiditas terjaga dan partisipasi investor domestik terus meningkat. Pertumbuhan reksadana dan AUM menjadi sinyal positif bagi industri pengelolaan investasi. Namun, dinamika global tetap menjadi faktor yang perlu dicermati investor dalam mengambil keputusan.
1. Berapa jumlah investor pasar modal saat ini?
Sebanyak 26,49 juta investor per April 2026.
2. Bagaimana kinerja reksadana?
NAB tumbuh 5,41% ytd dengan net subscription positif.
3. Apakah investor asing masih keluar?
Ya, tercatat net sell Rp17,02 triliun di April.
4. Berapa total dana dihimpun di pasar modal?
Rp56,35 triliun hingga April 2026.
5. Apa yang perlu dicermati investor?
Volatilitas pasar global dan arah kebijakan moneter dunia.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.