
Bareksa - PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) mengajukan permohonan pembukaan kembali suspensi saham ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi ini penting karena menentukan kelanjutan perdagangan setelah volatilitas harga dan perubahan pengendali.
Berdasarkan keterbukaan informasi 6 Mei 2026, permohonan ini diajukan setelah Perseroan memberikan klarifikasi atas lonjakan harga saham dalam sebulan terakhir. Per 29 April 2026, saham BIKE naik sekitar 26,87% dengan lonjakan harian sempat mencapai 24,55%. Volatilitas tersebut menjadi perhatian BEI dan memicu penghentian sementara perdagangan (suspensi).
Manajemen menyatakan tidak terdapat informasi material lain yang belum diungkap ke publik. Perseroan juga menegaskan tidak ada dampak signifikan terhadap operasional maupun kondisi keuangan. Hal ini berpotensi menjadi pertimbangan BEI dalam evaluasi pembukaan suspensi. BIKE merupakan emiten perdagangan besar sepeda.
Pergerakan saham BIKE juga terjadi seiring aksi akuisisi oleh PT Penajam Makmur Jaya (PMJ). Pengambilalihan mencapai sekitar 74,936% saham atau setara 921,5 juta lembar melalui pasar negosiasi. Transaksi ini menandai peralihan kendali dari pemegang saham lama ke pengendali baru.
Sejalan dengan itu, perseroan berpotensi memperoleh dukungan pendanaan hingga Rp1 triliun dari pengendali baru. Dana ini direncanakan untuk memperkuat modal kerja dan ekspansi usaha. BIKE juga berencana melakukan diversifikasi ke sektor energi dan teknologi melalui penyesuaian kegiatan usaha (KBLI).
Perseroan menegaskan komitmen untuk tetap menjadi perusahaan terbuka dan mematuhi regulasi pasar modal. Termasuk rencana pelaksanaan mandatory tender offer (MTO) sesuai ketentuan OJK. Keputusan akhir pembukaan suspensi kini sepenuhnya berada pada BEI.
Tabel Ringkasan Saham BIKE
| Indikator | Nilai |
|---|---|
Harga Terakhir | Rp510 |
Perubahan 1 Bulan | +26,87% |
Lonjakan Harian Tertinggi | +24,55% |
Rentang 52 Minggu | Rp350 – Rp1.100 |
Indikasi Volatilitas | Tinggi |
Sumber: BI, Investing, diolah, per 29/4/2026
Ringkasan Informasi Material
Keterangan | Detail |
|---|---|
Emiten | PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk |
Kode Saham | BIKE |
Tanggal | 5–6 Mei 2026 |
Peristiwa | Pengajuan pembukaan suspensi |
Latar Belakang | Volatilitas harga & perubahan pengendali |
Akuisisi | 74,936% oleh PT Penajam Makmur Jaya |
Nilai Potensi Pendanaan | Hingga Rp1 triliun |
Dampak | Tidak material (menurut manajemen) |
Rencana | Diversifikasi energi & teknologi |
Status | Menunggu keputusan BEI |
Sumber: BIKE, diolah
Struktur Kepemilikan Saham BIKE
Keterangan | Sebelum Pengambilalihan | Setelah Pengambilalihan |
|---|---|---|
Andrew Mulyadi (Pengendali) | 25,30% | 0% |
Henry Mulyadi (Pengendali) | 25,30% | 0% |
Stephen Mulyadi (Afiliasi) | 20,62% | 0% |
PT Penajam Makmur Jaya | 0% | 74,936% |
Pemegang Saham Publik | 25,064% | 25,064% |
Total | 100% | 100% |
Sumber: BIKE, diolah
Volatilitas harga dalam jangka pendek
Perubahan strategi bisnis pasca akuisisi
Potensi dilusi dan MTO
Realisasi ekspansi ke sektor baru
Keputusan pembukaan suspensi oleh BEI
Pengajuan pembukaan suspensi BIKE mencerminkan respons Perseroan terhadap lonjakan harga saham dan perubahan struktur kepemilikan. Keputusan BEI akan menjadi faktor kunci bagi normalisasi perdagangan saham. Di sisi lain, masuknya pengendali baru dan potensi pendanaan besar mencerminkan arah transformasi bisnis. Investor dapat mencermati realisasi strategi serta dinamika risiko yang menyertainya.
1. Mengapa saham BIKE disuspensi?
Karena terjadi volatilitas harga signifikan dalam waktu singkat.
2. Berapa kenaikan saham BIKE terbaru?
Sekitar +26,87% dalam satu bulan, dengan lonjakan harian hingga 24,55%.
3. Siapa pengendali baru BIKE?
PT Penajam Makmur Jaya dengan kepemilikan sekitar 74,936%.
4. Kapan suspensi dibuka kembali?
Menunggu keputusan resmi dari BEI.
5. Apa rencana bisnis BIKE ke depan?
Diversifikasi ke sektor energi dan teknologi dengan dukungan modal baru.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.