ABMM Targetkan Laba 2026 Tumbuh Hingga 27% di Tengah Kinerja 2025 Solid

Abdul Malik • 06 May 2026

an image
Para pekerja dengan APD lengkap beraktivitas di area alat berat milik PT CKB Logistics, anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM). (Dok. Perusahaan)

ABMM targetkan laba 2026 naik hingga 27% dari 2025. Simak kinerja, capex, dan strategi pertumbuhan hasil Public Expose terbaru.

Bareksa - PT ABM Investama Tbk (ABMM) menargetkan laba bersih 2026 tumbuh sekitar 13%–27% dari realisasi 2025. Informasi ini penting karena mencerminkan arah pertumbuhan dan keberlanjutan kinerja bagi investor. 

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI tertanggal 5 Mei 2026, perseroan membukukan laba bersih 2025 sebesar US$70,6 juta. Untuk 2026, laba ditargetkan mencapai US$80–90 juta dengan pendapatan relatif stabil di kisaran US$1 miliar. Target ini menunjukkan strategi menjaga profitabilitas di tengah normalisasi harga batu bara global.

Kinerja operasional 2025 ditopang efisiensi dan produktivitas, termasuk volume overburden removal mencapai 235,5 juta BCM. ABMM juga menjaga posisi kas kuat sekitar US$200 juta. Kondisi ini mencerminkan fleksibilitas keuangan untuk ekspansi dan stabilitas bisnis. ABMM merupakan emiten energi terintegrasi di sektor pertambangan.

Strategi Operasional dan Ekspansi

Belanja modal (capex) 2026 dialokasikan sebesar US$85 juta, turun dari 2025 yang mencapai US$131 juta. Penurunan ini terutama karena tidak adanya akuisisi besar seperti tahun sebelumnya. Fokus capex tetap pada peremajaan alat berat untuk mendukung produktivitas kontraktor tambang.

Dari sisi ekspansi, tambang PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) telah memulai penjualan pada Februari 2026 dengan target produksi sekitar 2 juta ton. Sementara PT Piranti Jaya Utama (PJU) ditargetkan mulai operasi komersial pada akhir 2026. Kedua aset ini berpotensi meningkatkan kontribusi pendapatan secara bertahap.

Perseroan juga mengembangkan diversifikasi melalui proyek energi terbarukan dan partisipasi di IDX Carbon. Langkah ini mencerminkan upaya memperluas sumber pendapatan di luar batu bara. Strategi efisiensi biaya dan digitalisasi tetap menjadi fokus untuk menjaga margin.

Ringkasan Kinerja & Target ABMM

Komponen
Nilai

Laba bersih 2025

US$70,6 juta

Target laba 2026

US$80–90 juta

Pertumbuhan laba

±13%–27%

Target pendapatan 2026

± US$1 miliar

Capex 2025

US$131 juta

Capex 2026

US$85 juta

Kas akhir 2025

± US$200 juta

Sumber: ABMM, diolah

Highlight Operasional

  • Produksi NCN 2026: ± 2 juta ton

  • PJU operasi: target akhir 2026

  • Overburden removal 2025: 235,5 juta BCM

  • Kontributor utama: jasa pertambangan & tambang batu bara

Dampak ke Investor

  • Pertumbuhan laba mencerminkan potensi peningkatan valuasi

  • Kas kuat mendukung ekspansi dan ketahanan siklus komoditas

  • Aset baru berpotensi menambah volume produksi ke depan

  • Diversifikasi bisnis menjadi faktor yang perlu dicermati

Kesimpulan

Target pertumbuhan laba hingga 27% menunjukkan ABMM berupaya menjaga momentum kinerja di tengah dinamika harga batu bara. Stabilitas pendapatan dan efisiensi menjadi fondasi utama strategi 2026. Ke depan, realisasi produksi dari aset baru dan disiplin capex menjadi faktor penting yang dicermati investor. Diversifikasi bisnis juga berpotensi memperkuat keberlanjutan jangka panjang.

FAQ

1. Berapa target laba ABMM pada 2026?
Sekitar US$80–90 juta.

2. Berapa pertumbuhan laba dari 2025 ke 2026?
Diperkirakan sekitar 13% hingga 27%.

3. Berapa laba bersih ABMM pada 2025?
US$70,6 juta.

4. Apa fokus capex 2026?
Peremajaan alat berat dan peningkatan produktivitas.

5. Apa bisnis utama ABMM?
Energi terintegrasi, terutama pertambangan dan jasa kontraktor tambang.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap. 

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.