Kinerja BNGA Q1 2026 Ditopang Fee Income, Rekomendasi Tetap Buy, Ini Target Harganya

Abdul Malik • 04 May 2026

an image
Ilustrasi aplikasi PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) yang diakses melalui handphone. (Shutterstock)

Kinerja BNGA 1Q26 ditopang fee income dan CASA tinggi. Analis pertahankan rekomendasi dengan valuasi menarik dan yield kompetitif.

Bareksa - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat laba bersih Rp1,8 triliun pada kuartal I 2026. Informasi ini penting karena mencerminkan ketahanan kinerja di tengah tekanan margin. 

Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (1/5/2026), secara tahunan, laba turun 2% akibat penurunan net interest income (NII) dan tekanan margin bunga bersih (NIM) ke 3,9%. Namun penurunan ini dipengaruhi faktor satu kali (one-off) biaya bunga Rp140 miliar. Tanpa faktor tersebut, kinerja laba dinilai sedikit melampaui ekspektasi.

Pendapatan non-bunga (non-interest income) menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 29% YoY. Kontribusi fee income naik menjadi 19,2% dari total pendapatan, didorong wealth management dan trading income. Hal ini mencerminkan diversifikasi sumber pendapatan yang semakin kuat. BNGA merupakan bank swasta anak usaha CIMB yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. 

Fundamental Kuat, Valuasi Menarik

Rasio CASA mencapai rekor 73,9%, meningkat dari 67,4% tahun lalu dan melampaui target jangka menengah. Kenaikan ini ditopang dana murah dari giro dan tabungan, serta penurunan deposito mahal. Namun, kondisi ini berpotensi normal seiring pemulihan kredit dan meningkatnya kompetisi likuiditas.

Pertumbuhan kredit relatif moderat di 2,9% YoY karena strategi selektif di tengah kondisi makro. Kualitas aset tetap terjaga dengan NPL 1,9% dan LAR 6,8%. Manajemen tetap menargetkan pertumbuhan kredit 3–5% pada 2026 dengan fokus kualitas.

Analis mempertahankan rekomendasi buy BNGA dengan target harga Rp2.130 per saham. Pada harga Rp1.695, saham diperdagangkan di PBV sekitar 0,8x dan PER 6,5x, mencerminkan valuasi yang relatif rendah. Dividend yield juga diperkirakan di kisaran 8,5%, menjadi daya tarik tambahan bagi investor.

Ringkasan Kinerja & Valuasi BNGA

Indikator
Q1 2026
YoY
Catatan

Laba Bersih

Rp1,8 triliun

-2%

Tertekan NII

NIM

3,9%

-20 bps

Dampak one-off

Non-Interest Income

Rp1,84 triliun

+29%

Di atas ekspektasi

CASA Ratio

73,9%

+6,5 ppt

Rekor tertinggi

Kredit

Rp236,7 triliun

+2,9%

Selektif

NPL

1,9%

Stabil

Kualitas terjaga

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Valuasi & Proyeksi

Rasio
2026F

PER

6,5x

PBV

0,8x

ROE

12,1%

Dividend Yield

~8,5%

Target Harga

Rp2.130

Sumber: Riset Ciptadana Sekuritas

Faktor yang Dicermati Investor

  • Kekuatan fee-based income sebagai penopang laba

  • Tren normalisasi CASA dan biaya dana (CoF)

  • Pertumbuhan kredit yang masih moderat

  • Risiko kenaikan NPL dari anak usaha (sementara)

Kesimpulan 

Kinerja BNGA menunjukkan kombinasi tekanan margin dan kekuatan fee income. Hal ini mencerminkan model bisnis yang semakin terdiversifikasi. Dengan valuasi relatif rendah dan yield menarik, saham BNGA berpotensi tetap menjadi perhatian investor. Namun, dinamika likuiditas dan pertumbuhan kredit perlu dicermati ke depan.

FAQ

1. Berapa laba BNGA 1Q26?
Sekitar Rp1,8 triliun.

2. Apa penopang utama kinerja?
Pendapatan non-bunga (fee income) yang tumbuh kuat.

3. Berapa target harga analis?
Sekitar Rp2.130 per saham.

4. Apakah valuasi BNGA menarik?
PBV ~0,8x dan PER ~6,5x mencerminkan valuasi relatif rendah.

5. Apa risiko utama?
Normalisasi CASA, tekanan margin, dan potensi kenaikan NPL jangka pendek.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap. 

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.