
Bareksa - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menetapkan dividen tunai Rp140 per saham untuk tahun buku 2025. Informasi ini penting karena mencerminkan profitabilitas perusahaan dan potensi imbal hasil tunai bagi investor.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI tertanggal 30 April 2026, total dividen yang dibagikan mencapai Rp1,63 triliun. Nilai tersebut berasal dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp4 triliun. Dengan demikian, payout ratio JPFA tercatat sekitar 40,66%, mencerminkan kebijakan distribusi laba yang terukur.
Mengacu pada harga saham JPFA di level Rp2.480 per 30 April 2026, estimasi dividend yield berada di kisaran 5,65%. Rasio ini menjadi perhatian pasar karena menunjukkan potensi pengembalian tunai dibandingkan harga saham saat ini. JPFA adalah salah satu perusahaan agri-food terbesar dan terkemuka di Tanah Air.
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 8 Mei 2026, sedangkan ex dividen pada 11 Mei 2026. Recording date ditetapkan pada 12 Mei 2026, dan pembayaran dividen dilakukan pada 19 Mei 2026. Investor yang ingin memperoleh hak dividen perlu mencermati jadwal tersebut.
Selain dividen, RUPS juga menyetujui rencana buyback saham hingga maksimal 1,5% dari total saham beredar. Aksi ini berpotensi menjadi sinyal optimasi struktur modal sekaligus memberi fleksibilitas bagi perseroan untuk kebutuhan strategis seperti ESOP atau penjualan kembali.
Direktur Utama Renaldo Santosa tetap memimpin perseroan untuk periode hingga RUPS 2027. Susunan direksi dan komisaris baru juga disahkan sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan.
Ringkasan Dividen JPFA
Indikator | Nilai |
|---|---|
Dividen per Saham | Rp140 |
Total Dividen | Rp1,627 triliun |
Laba Bersih 2025 | Rp4,004 triliun |
Payout Ratio | 40,66% |
Harga Saham Terakhir | Rp2.480 |
Estimasi Dividend Yield | 5,65% |
Sumber: JPFA, diolah
Jadwal Penting Dividen
Agenda | Tanggal |
|---|---|
Cum Dividen Reguler & Negosiasi | 8 Mei 2026 |
Ex Dividen Reguler & Negosiasi | 11 Mei 2026 |
Cum Dividen Pasar Tunai | 12 Mei 2026 |
Ex Dividen Pasar Tunai | 13 Mei 2026 |
Recording Date | 12 Mei 2026 |
Payment Date | 19 Mei 2026 |
Sumber: JPFA
Dividend yield di atas 5% berpotensi menarik perhatian investor berbasis pendapatan.
Payout ratio 40,66% menunjukkan ruang untuk reinvestasi usaha tetap terjaga.
Buyback saham dapat mendukung efisiensi struktur modal perusahaan.
Jadwal dividen menjadi faktor penting dalam strategi kepemilikan jangka pendek.
Pembagian dividen JPFA tahun buku 2025 mencerminkan kinerja keuangan yang solid dengan distribusi laba yang seimbang. Yield yang kompetitif menjadi salah satu indikator yang dicermati investor. Di sisi lain, rencana buyback saham menambah dimensi strategis bagi pengelolaan modal perseroan. Kombinasi kedua aksi korporasi ini berpotensi memperkuat persepsi pasar terhadap arah bisnis JPFA.
1. Kapan cum dividen JPFA?
8 Mei 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi.
2. Berapa dividend yield JPFA?
Sekitar 5,65% berdasarkan harga saham Rp2.480.
3. Kapan dividen dibayarkan?
19 Mei 2026.
4. Berapa payout ratio JPFA?
Sekitar 40,66% dari laba bersih 2025.
5. Apa bisnis utama JPFA?
JPFA bergerak di sektor agribisnis, pakan ternak, peternakan, dan protein hewani.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.