
Bareksa - PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) membagikan dividen tunai Rp50 per saham untuk tahun buku 2025. Informasi ini penting karena mencerminkan profitabilitas dan potensi imbal hasil bagi investor.
Berdasarkan keterbukaan informasi tanggal 4 Mei 2026, total dividen yang dibagikan mencapai Rp117,19 miliar dari laba bersih Rp132,21 miliar. Dengan harga penutupan Rp900 pada 30 April 2026, estimasi dividend yield mencapai sekitar 5,56%. Angka ini menjadi perhatian karena mencerminkan distribusi laba yang relatif tinggi.
Rasio pembayaran dividen (payout ratio) tercatat sekitar 88,63% dari laba bersih. Kebijakan ini menunjukkan sebagian besar laba dibagikan kepada pemegang saham, sementara sisanya ditahan untuk memperkuat modal. Investor biasanya mencermati keseimbangan antara dividen dan ekspansi usaha. BOLT merupakan emiten sektor manufaktur komponen otomotif.
Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 6 Mei 2026. Sementara itu, recording date jatuh pada 8 Mei 2026 dan pembayaran dividen dijadwalkan pada 26 Mei 2026. Jadwal ini menjadi acuan penting bagi investor yang ingin memperoleh hak dividen.
Dari sisi fundamental, perseroan mencatat saldo laba ditahan sebesar Rp417,08 miliar dan total ekuitas Rp1,05 triliun. Struktur permodalan ini menunjukkan posisi keuangan yang relatif solid untuk menopang distribusi dividen. Hal ini dapat menjadi indikator stabilitas keuangan emiten.
Pembagian dividen ini berasal dari keputusan RUPS Tahunan pada 27 April 2026. Keputusan tersebut telah memenuhi ketentuan regulasi pasar modal dan menjadi bagian dari strategi pengembalian nilai kepada pemegang saham. Kebijakan ini juga mencerminkan kinerja operasional sepanjang 2025.
Ringkasan Dividen
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Dividen per saham | Rp50 |
Harga saham (30 Apr 2026) | Rp900 |
Estimasi dividend yield | 5,56% |
Total dividen | Rp117,19 miliar |
Laba bersih 2025 | Rp132,21 miliar |
Payout ratio | 88,63% |
Sumber: BOLT, diolah
Jadwal Penting
Agenda | Tanggal |
|---|---|
Cum dividen reguler & negosiasi | 6 Mei 2026 |
Ex dividen reguler & negosiasi | 7 Mei 2026 |
Cum dividen pasar tunai | 8 Mei 2026 |
Ex dividen pasar tunai | 11 Mei 2026 |
Recording date | 8 Mei 2026 |
Pembayaran dividen | 26 Mei 2026 |
Sumber: BOLT
Saldo laba ditahan: Rp417,08 miliar
Total ekuitas: Rp1,05 triliun
Persentase laba ditahan: ~6,36% dari laba bersih
Pembagian dividen BOLT mencerminkan kinerja laba yang solid sepanjang 2025 dengan payout ratio tinggi. Yield di kisaran 5% menjadi salah satu indikator yang dicermati investor. Namun, tingginya rasio pembagian juga menunjukkan ruang reinvestasi yang lebih terbatas. Investor dapat mempertimbangkan keseimbangan antara dividen dan potensi pertumbuhan ke depan.
1. Kapan cum dividen BOLT?
Cum dividen jatuh pada 6 Mei 2026 di pasar reguler.
2. Berapa dividend yield BOLT?
Sekitar 5,56% berdasarkan harga Rp900 per saham.
3. Kapan dividen dibayarkan?
Pembayaran dijadwalkan pada 26 Mei 2026.
4. Apa bisnis utama BOLT?
Manufaktur komponen otomotif, khususnya fastener dan parts kendaraan.
5. Berapa payout ratio dividen?
Sekitar 88,63% dari laba bersih 2025.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.