
Bareksa - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp476,9569 per saham. Informasi ini penting bagi investor karena mencerminkan profitabilitas perseroan sekaligus potensi pendapatan dividen.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI tertanggal 30 April 2026, total dividen tahun buku 2025 mencapai Rp44,47 triliun atau setara 79% dari laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp56,29 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp100 per saham telah dibagikan sebagai dividen interim pada Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham adalah Rp376,9569 per saham.
Dengan asumsi harga saham BMRI di kisaran Rp6.500 per saham (30/4), maka estimasi dividend yield total mencapai sekitar 7,34%. Sementara yield untuk dividen final saja sekitar 5,8%. Rasio pembayaran dividen atau payout ratio 79% menunjukkan komitmen perseroan dalam mengembalikan nilai kepada pemegang saham. BMRI merupakan perbankan BUMN dengan nilai aset terbesar di Tanah Air.
Investor perlu mencermati jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 8 Mei 2026. Artinya, pembelian saham paling lambat di tanggal tersebut masih berhak atas dividen. Setelah itu, saham akan diperdagangkan tanpa hak dividen mulai 11 Mei 2026.
Tanggal recording date ditetapkan pada 12 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Dividen tunai dijadwalkan dibayarkan pada 25 Mei 2026 melalui KSEI atau rekening pemegang saham. Jadwal ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pergerakan harga saham jangka pendek.
Selain pembagian dividen, RUPS Tahunan juga menyetujui buyback saham hingga Rp1,167 triliun. Langkah ini dapat dicermati sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal dan program kepemilikan saham pegawai, sekaligus memperkuat fleksibilitas keuangan perseroan.
Ringkasan Dividen BMRI 2025
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Total Dividen Tahun Buku 2025 | Rp44,47 triliun |
Dividen per Saham (Total) | Rp476,9569 |
Dividen Interim | Rp100 |
Dividen Final | Rp376,9569 |
Laba Bersih 2025 | Rp56,29 triliun |
Payout Ratio | 79% |
Estimasi Harga Saham* | Rp6.500 |
Estimasi Dividend Yield Total | 7,34% |
Estimasi Dividend Yield Final | 5,80% |
Sumber: BMRI, diolah, *Asumsi untuk perhitungan yield
Jadwal Penting Dividen
Agenda | Tanggal |
|---|---|
Cum Dividen Reguler & Negosiasi | 8 Mei 2026 |
Ex Dividen Reguler & Negosiasi | 11 Mei 2026 |
Cum Dividen Pasar Tunai | 12 Mei 2026 |
Ex Dividen Pasar Tunai | 13 Mei 2026 |
Recording Date | 12 Mei 2026 |
Payment Date | 25 Mei 2026 |
Sumber: BMRI
Dividen BMRI 2025 mencapai 79% dari laba bersih, mencerminkan profitabilitas kuat.
Yield dividen total berpotensi kompetitif dibanding instrumen pendapatan tetap.
Jadwal cum dividen menjadi momen penting untuk investor yang mengejar hak dividen.
Buyback saham hingga Rp1,167 triliun menambah perhatian pasar terhadap strategi modal perseroan.
Kinerja operasional dan kualitas aset tetap menjadi faktor utama yang dicermati pasar.
Pembagian dividen BMRI tahun buku 2025 menunjukkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas dan distribusi nilai kepada pemegang saham. Payout ratio yang tinggi menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap posisi keuangan perusahaan. Bagi investor, jadwal dividen serta aksi korporasi lain seperti buyback menjadi faktor penting untuk dicermati. Informasi ini dapat menjadi dasar evaluasi terhadap prospek dan strategi investasi jangka menengah.
1. Kapan cum dividen BMRI 2026?
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 8 Mei 2026.
2. Berapa dividen BMRI per saham?
Total dividen sebesar Rp476,9569 per saham.
3. Berapa estimasi dividend yield BMRI?
Sekitar 7,34% dengan asumsi harga saham Rp6.500.
4. Kapan dividen dibayarkan?
Pembayaran dijadwalkan pada 25 Mei 2026.
5. Apa bisnis utama BMRI?
BMRI adalah emiten sektor perbankan dan jasa keuangan.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.